Cara Menghilangkan Sifat Ujub dalam Diri Menurut Perspektif Islam

0
458
cara menghilangkan sifat ujub dalam diri

Cara menghilangkan sifat ujub dalam diri – Sobat Cahaya Islam, setiap manusia pasti pernah merasa bangga terhadap dirinya sendiri. Rasa bangga dapat menjadi pemantik semangat untuk terus berkembang. Namun jika berlebihan, kebanggaan ini bisa berubah menjadi penyakit hati bernama ujub. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara menghilangkan sifat ujub dalam diri.

Menghindari sifat ujub bertujuan agar tidak terjerumus ke dalam kesombongan yang merugikan dunia dan akhirat. Sebab sifat ujub dapat menimbulkan perasaan takjub berlebihan terhadap pribadi kita sendiri. Merasa ia lebih baik dari orang lain, hingga menganggap semua pencapaian berasal dari kemampuan pribadi.

Padahal, semua nikmat berasal dari Allah SWT. Jika kita biarkan, sifat ini bisa merusak amal ibadah bahkan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah.

Bagaimana Cara Menghilangkan Sifat Ujub dalam Diri

Sobat Cahaya Islam, mengenali bahaya ujub bukanlah akhir, melainkan awal untuk memperbaiki pribadi kita. Berikut ini langkah-langkah Islami yang bisa kita tempuh untuk membersihkan hati dari sifat berbahaya ini.

1. Menyadari Segala Nikmat Bersumber dari Allah

Langkah pertama dan paling mendasar adalah menyadari bahwa semua kebaikan, kelebihan, dan pencapaian yang kita miliki tidak lain adalah karunia Allah. Kesadaran ini bisa mematahkan akar ujub sejak sedini mungkin.

Allah SWT berfirman:

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)…” 1

Apabila seseorang yakin akan segala nikmat ini asalnya dari Allah, maka ia akan merasa rendah hati, bukannya merasa sombong atau ujub. Sebab kesadaran akan hal tersebut menjadi kunci yang penting bagi kita dalam menghilangkan sifat ujub.

2. Membanding-bandingkan dengan Orang Lain yang Lebih Baik

Dalam kehidupan ini, ketika kita membanding-bandingkan dengan orang lain baik itu dari segi harta, jabatan maupun kedudukan, maka hasil yang sering kali kita dapatkan yaitu tidak puas. Hal tersebut juga bisa berujung pada rasa kesombongan jika sudah menyamai atau melampaui orang lain. Rasulullah SAW bersabda:

“Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat kepada orang yang berada di atas kalian. Hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah atas kalian.” 2

Ketika kita merasa lebih dari orang lain, ingatlah bahwa masih banyak yang lebih baik dari kita, baik dari segi ilmu, amal, maupun akhlak. Perbandingan ini bukan untuk merendahkan pribadi kita, tapi untuk menjaga kerendahan hati.

cara menghilangkan sifat ujub dalam diri

3. Mengingat Aib dan Dosa Diri Sendiri

Imam Al-Ghazali menyarankan agar seseorang yang mulai merasa ujub segera mengingat dosa-dosa dan kekurangan pribadinya sendiri. Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Dengan begitu, hatinya akan kembali tunduk.

Di tengah perjalanan mengoreksi pribadi kita, penting untuk memahami bahwa ujub dalam Islam bukan hanya soal merasa lebih hebat, tapi juga tentang bagaimana hati mulai tertutup dari nasihat dan petunjuk kebenaran. Itulah mengapa ujub sering mendapat sebutan sebagai gerbang awal kesombongan dan keangkuhan.

Maka dari itu Sobat Cahaya Islam, usahakan terus jaga hati kita agar tetap bersih, rendah hati, dan penuh rasa syukur. Karena hanya dengan hati yang bersih, kita bisa terus dekat kepada Allah dan meraih ridha-Nya di dunia dan akhirat. Sehingga Allah senantiasa melindungi kita dari segala penyakit hati, termasuk ujub.

Sobat cahaya Islam, ujub adalah penyakit hati yang sering tak terasa. Ia menyelinap pelan dalam pujian, dalam pencapaian, atau bahkan dalam ibadah. Maka, mengenali dan memahami cara menghilangkan sifat ujub dalam diri adalah bentuk penjagaan hati yang sangat penting.


  1. (QS. An-Nahl: 53) ↩︎
  2. (HR. Muslim No. 2963 – Shahih) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY