Cara menasehati orang yang tidak mau sholat – Dalam menjalankan dakwah dianjurkan mendasarinya dengan prinsip amar ma’ruf nahi mungkar. Cara menasehati orang yang tidak mau sholat termasuk dalam upaya menyebarkan kebaikan. Umat Islam berkewajiban menyebarkan pesan kebaikan dan tidak boleh berdiam diri ketika melihat kemungkaran.
Cara Menasehati Orang yang Tidak Mau Sholat
Sholat merupakan salah satu ibadah wajib bagi setiap muslim. Ketika sudah memenuhi kewajiban sholat berarti Sobat Cahaya Islam telah memenuhi tujuan hidupnya. Walaupun sholat menjadi kewajiban setiap muslim, namun masih banyak yang mengabaikannya. Kedudukan sholat juga diterangkan dalam sebuah hadist berikut:
“Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah -bagi yang mampu-, (5) berpuasa di bulan Ramadhan.”1
Berikut ini beberapa cara mengajak orang lain untuk beribadah:
1. Melihat Kondisi Mad’u
Hendaknya Sobat Cahaya Islam melihat kondisi mad’u dalam pelaksanaan sholat. Secara etimologi kata mad’u memiliki arti objek dakwah da’i yang sifatnya individual, kolektif, atau masyarakat. Masyarakat sebagai objek dakwah menjadi unsur penting jika dibandingkan dengan unsur-unsur dakwah itu sendiri.
Oleh karena itu, sebelum melangkah ke tahapan memberi nasehat kepada orang lain harus memperhatikan mad’u. Perhatikan metode anjuran dan ancaman yang harus Sobat Cahaya Islam sesuaikan, meskipun secara umum bisa menggabungkan keduanya. Sangat penting juga memperhatikan kondisi mad’u dalam hal penerimaan dan penolakannya.


Pertimbangan tersebut berkaitan erat dengan pengaruh nasihat yang nantinya Sobat Cahaya Islam berikan.
2. Menjelaskan Keutamaan Sholat
Kedudukan sholat lima waktu merupakan tiang penopang dari sebuah kubah. Ketiak tiang utama roboh, maka kubah juga ikut runtuh. Perihal keutamaan sholat bisa Sobat Cahaya Islam temukan pada hadits berikut:
“Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” 2
Oleh karena itu, cara menasehati orang yang tidak mau sholat akan memberikan banyak manfaat. Sebagaimana HR Tirmidzi nomor 2616 mengingatkan bahwa sholat dalam agama Islam merupakan tiang penopang. Agama bisa ambruk jika tidak ada umat Islam yang melaksanakan sholat.
Kewajiban mendirikan sholat merupakan rukun islam paling agung setelah syahadat menjadi cara menasehati orang yang tidak mau sholat paling efektif. Selain itu, Sobat Cahaya Islam bisa mengingatkan keutamaan sholat adalah sebaik-baiknya seorang hamba bertaqarrub kepada Allah SWT.
Selain itu, sholat merupakan ibadah pertama yang dihisab dari semua urusan agama saat kiamat kelak. Sholat lima waktu merupakan penghapus dosa di sela-selanya selama tidak melakukan dosa besar. Sebab, satu kali umat Islam bersujud, maka bisa mengangkat satu derajat seorang hamba dan menjadi penggugur kesalahan.
3.Mengingatkan Akibat Meninggalkan Sholat
Cara menasehati orang yang tidak mau sholat selanjutnya yaitu mengingatkan adanya ancaman keras ketika seorang hamba meninggalkan kewajibannya. Islam tidak memberi kesempatan bagi umat muslim yang meninggalkan sholat demi bisa hidup bebas. Bahkan jika ada orang yang bersikukuh tidak sholat, maka hukumannya adalah dibunuh dalam kekafiran.


Berbeda lagi dengan madzhab Maliki dan Syafi’i yang menganggap umat Islam yang meninggalkan sholat akan dipenjara. Ingatkan kembali bahwa nantinya semua makhluk akan bertemu Allah SWT. Jika umat Islam yang meninggalkan sholat, maka akan mendapatkan siksa kubur dan menjadi penutup usia yang buruk.
Cara menasehati orang yang tidak mau sholat harus Sobat Cahaya Islam pahami. Pertimbangan utama yaitu menggunakan bahasa dan landasan yang tepat untuk mengingatkan perihal sholat. Selain itu, Sobat Cahaya Islam wajib mempertimabngkan kondisi mad’u saat menasehati.
































