Cara bersatu dalam keberagaman – Dunia yang beragam tentu akan menimbulkan perbedaan, padahal pada dasarnya berbeda bisa menjadi berkah. Lalu, bagaimana cara bersatu dalam keberagaman dari sudut pandang Islam? Toleransi sendiri dalam Islam dikenal dengan istilah tasamuh yang memiliki arti sikap menerima dan menghargai perbedaan.
Apa Itu Tasamuh dalam Islam
Agama Islam mengajarkan bahwa setiap musim perlu mewujudkan hubungan yang harmonis antar umat manusia. Bagaimana cara yang tepat menyikapi keberagaman harus dapat dipahami seluruh muslim. Tasamuh yang dalam bahasa Indonesia berarti toleransi merupakan bentuk amalan paling ringan.
Al Qur’an pun memberi tata cara menghargai dan menghormati sesama manusia, baik yang seagama maupun berbeda. Hal tersebut tercantum jelas dalam ayat Al Qur’an berikut ini:
“Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” 1
Dalam kehidupan sosial, sesama manusia tidak seharusnya merendahkan suku, agama, serta kebudayaan tertentu. Terlebih lagi jika sampai menunjukkan kebencian hingga sikap memusuhi, hal tersebut bertentangan dengan surah di atas.
Bagaimana Cara Bersatu dalam Keberagaman?
Bagaimana cara bersatu dalam keberagaman dapat Sobat Cahaya Islam wujudkan melalui sikap toleransi atau tasamuh. Sikap tasamuh juga memiliki pengertian sikap sabar menghadapi keyakinan, pendapat, serta amal orang lain walaupun bertentangan dengan keyakinannya.


Hadist berikut ini menjelaskan bagaimana cara bersatu dalam keberagaman:
“Tidaklah salah seorang dari kalian beriman hingga dia mencintai untuk saudaranya, atau dia mengatakan, untuk tetangganya sebagaimana yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” 2
Bersatu dalam keberagaman dapat Sobat Cahaya Islam lihat pada bentuk berikut ini:
1. Berbuat Adil Terhadap Siapapun
Allah SWT tidak melarang umatNya berbuat baik kepada non muslim, asalkan tidak memerangi Islam. Terdapat larangan untuk menjadikan orang-orang yang memerangi agama Islam sebagai teman, maka termasuk dzalim.
2. Menghormati Prinsip Keyakinan Masing-Masing
Umat Islam harus memahami bahwa Tuhan yang disembah berbeda dengan Tuhan dari agama lain. Oleh karena itu, Sobat Cahaya Islam tidak boleh memaksakan agama Islam ke pemeluk agama lainnya. Begitu juga sebaliknya yang menandakan bahwa harus menghormati prinsip keyakinan masing-masing.
Sikap saling menghormati merupakan wujud cara menghargai keberagaman agama. Untuk mewujudkan hidup rukun yaitu dengan sikap toleransi yang nantinya memperkokoh rasa kebersamaan dan perdamaian.
3. Toleransi dalam Urusan Perdagangan
Islam mengajarkan bagaimana cara bersatu dalam keberagaman, salah satunya untuk masalah transaksi jual beli. Umat Islam wajib menakar atau menimbang dengan jujur agar tidak merugikan orang demi kepentingan pribadi. Sebab, perilaku curang dalam timbangan mengingkari ajaran Islam.


Sedangkan umat yang selalu bersikap toleransi dalam perdagangan akan mendapatkan banyak kemudahan.
4. Toleransi dalam Ilmu
Ilmu memiliki kedudukan tinggi dalam agama Islam, sehingga orang berilmu mendapatkan jaminan kedudukan oleh Allah SWT. Hal tersebut juga berlaku ketika membagikan ilmu kepada sesama. Saat mengabadikan ilmu, maka Sobat Cahaya Islam harus membuka lebar-lebar kepada siapapun.
Berbagi ilmu dapat menggunakan banyak cara, seperti berdiskusi atau mengajar. Seorang yang ahli di bidang ilmu tertentu sudah sepatutnya memberikan penjelasan dengan jelas kepada yang membutuhkan tanpa melihat dari agama, ras, atau golongan.
Bagaimana cara bersatu dalam keberagaman akan terwujud dengan menjunjung tinggi toleransi atau tasamuh. Banyak hadits yang menjelaskan cara-cara toleransi dengan umat yang berbeda agama. Sebab, adanya perbedaan justru dapat menyatukan antar sesama manusia.































