Review Buku Hukum Administrasi Negara, Apa Saja Isinya?

0
234
Buku Hukum Administrasi Negara

Buku Hukum Administrasi Negara ditulis oleh Nur Asyiah, S.H., M. terbit tahun 2018. Walaupun sudah lama terbit, namun buku setebal 100 halaman ini masih relevan menjadi buku referensi hingga saat ini. Dari buku ini, pembaca akan memahami bagaimana negara dan pemerintahannya beroperasi. 

Review Buku Hukum Administrasi Negara

Hadirnya buku Hukum Administrasi Negara banyak menjelaskan aspek hukum yang mengatur tindakan pemerintah, termasuk prosedur, kewenangan, hingga pertanggungjawaban. Pembaca akan memahami bagaimana negara dan pemerintahan di Indonesia berjalan. 

Selain itu, penulis juga membahas bagaimana hubungan antara pemerintah dan warga negaranya dari sisi hukum. Buku ini banyak memberikan landasan teoritis maupun praktis untuk memahami tindakan-tindakan pemerintah. Menariknya, penulis juga menjelaskan bagaimana warga negara bisa melindungi hak-hak mereka. 

Sebagai buku referensi di bidang hukum, Nur Asyiah, S.H., M.H. memiliki sejumlah keunggulan, seperti:

1. Memahami Paradigma Negara Sebagai Penjaga Malam

Buku ini terdiri dari 8 bab yang tersusun secara sistematis untuk pembaca. Paling menarik yaitu pembahasan mengenai paradigma Negara Sebagai Penjaga malam atau Nachtwakerstaat. Dalam paradigma tersebut, negara memiliki peran yang terbatas, yakni hanya fokus menegakkan hukum, keamanan hingga kesejahteraan sosial. 

Paradigma tersebut menganggap bahwa negara tidak ikut campur dalam urusan ekonomi bahkan kesejahteraan sosial. Negara akan menyerahkan urusan-urusan tersebut kepada masyarakat dan mekanisme pasar. Konsep ini memiliki keterkaitan erat dengan ideologi liberalisme klasik. 

2. Membahas Peranan HAN dalam Hukum Nasional

Dalam buku Hukum Administrasi Negara, penulis menjelaskan bahwa negara menggeser paradigma Nachtwakerstaat. Nur Asyiah, S.H., M.H. membahas prinsip-prinsip dan asas yang mendasari penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Pembahasan ini penulis jelaskan pada bab 2 tentang HAN dalam sistem hukum nasional. 

Sejarah tentang perkembangan HAN banyak membahas bagaimana paradigma Nachtwakerstaat telah berubah. Perubahan mendasar tersebut ditandai dengan perubahan fungsi negara. Awalnya negara hanya bertugas dari segi keamanan saja, namun saat ini juga aktif menjaga keamanan. 

Tentunya perubahan fungsi negara ini tentu harus memiliki landasan agar tidak memasuki ranah kehidupan privat. Selama ini dalam konteks Nachtwakerstaat, negara jauh dalam hal menjangkau kehidupan warga negaranya. 

Tujuan sistem administrasi negara secara umum yakni mengurus segala kegiatan pemerintah dalam hal menciptakan kesejahteraan bagi warga negaranya. Tentunya untuk menjalankan sistem di luar paradigma Nachtwakerstaat, negara membutuhkan instrumen yang bisa memberikan legalitas.

Hukum Administrasi Negara adalah peraturan-peraturan yang mengatur hubungan timbal balik antara pemerintah dengan rakyatnya. 

3. Tak Sebatas untuk Penyelenggara Negara

Buku Hukum Administrasi Negara ini tidak hanya untuk para penyelenggara negara, mahasiswa studi hukum maupun masyarakat umum bisa membacanya. Masyarakat yang membaca buku ini akan semakin memahami bagaimana hubungan antara negara dan warga negaranya, sehingga paham hak dan kewajibannya. 

4. Bahasa Tidak Berbelit

Umumnya, buku hukum menggunakan kalimat yang panjang, sehingga sulit untuk pembaca pahami. Namun, Nur Asyiah, S.H., M.H. berhasil menyusun kalimat yang mudah dan tidak meninggalkan esensinya.

Buku Hukum Administrasi Negara membantu memahami pergeseran paradigma yang awalnya negara tidak ikut campur dalam urusan pribadi warga negaranya. Tak lagi menjadi penjaga malam, negara memiliki perangkat bernama HAN dalam hubungan timbal balik dengan warga negaranya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY