Apakah Kebebasan Manusia Bertentangan dengan Takdir?

0
734
Apakah kebebasan manusia bertentangan dengan takdir

Apakah kebebasan manusia bertentangan dengan takdir – Takdir cenderung umat Islam dipahami sebagai kepastian yang harus disikapi dengan kepasrahan. Namun, apakah kebebasan manusia bertentangan dengan takdir harus umat Islam nalar dengan kritis. Ketika merujuk pada Al Qur’an takdir cenderung memiliki makna pada hukum alam yang merujuk pada sebab-akibat.

Apakah Kemauan Kuat akan Mengubah Takdir?

Konsep takdir mutlak meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah menjadi ketetapan Allah semenjak awal. Dalam kerangka pemahaman tersebut, maka dari peristiwa kecil hingga besar merupakan takdir allah. Peristiwa yang sudah ditakdirkan tidak bisa manusia ubah.

Pemahaman takdir mutlak sebagaimana terdapat dalam ayat ini akan memberikan dampak besar:

“Aku begitu takjub pada seorang mukmin. Sesungguhnya Allah tidaklah menakdirkan sesuatu untuk seorang mukmin melainkan pasti itulah yang terbaik untuknya .” 1

Tentunya hampir seluruh umat menginginkan kemauannya terwujud dalam keadaan apapun. Hanya saja kemauan terwujud dengan memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan hukum kausalitas. Namun, ada juga kemauan yang bisa terwujud.

Apakah kebebasan manusia bertentangan dengan takdir

Kemauan yang keras tidak bisa menerobos takdir. Lalu, apakah kebebasan manusia bertentangan dengan takdir? Untuk menjawab permasalahan ini, ada tiga hal yang perlu Sobat Cahaya Islam pahami:

1. Kemauan Tanpa Usaha

Kemampuan hanya berakhir tanpa hasil jika tidak tanpa adanya upaya. Kemauan yang seperti ini kerap melekat pada banyak manusia terutama pada kebaikan. Contohnya, ketika seseorang beralasan sebenarnya ingin menghadiri majelis untuk mendapatkan ilmu, namun tanpa upaya nyata.

2. Kemauan Kuat dengan Usaha Keras

Selanjutnya, kemauan yang kuat dengan usaha nyata juga terbagi menurut niatnya. Ketika kemauan untuk tujuan baik, seperti mencari ridha Allah tentu akan memberi hasil baik. Namun, sekuat apapun kemauan, namun putusan atau takdir Allah tetap berada di atas segalanya.

Apakah Kebebasan Manusia Bertentangan dengan Takdir?

Beberapa orang berkeyakinan bahwa memegang hidup merupakan perjalanan yang telah ditentukan sejak awal. Hal ini akan memberikan ketenangan dan ketentraman karena sudah menjadi ketetapan Allah SWT. Apakah kebebasan manusia bertentangan dengan kodrat?

Sebab, sebagian merasa bahwa konsep takdir mutlak mengurangi rasa tanggung jawab dan inisiatif dalam hidup. Seringkali kodrat bertentangan dengan kebebasan manusia. Sementara konsep kebebasan berlandaskan manusia memiliki kekuatan untuk membuat pilihan dan mempertanggung jawabkannya.

Apakah kebebasan manusia bertentangan dengan takdir

Takdir mutlak mengklaim bahwa segala sesuatunya dalam kehidupan telah ditentukan. Tentunya hal ini menimbulkan pernyataan filosofis mengenai sejauh mana manusia memiliki kontrol atas keputusannya. Konsep takdir mutlak sering berhubungan dengan tawakal atau berserah diri.

Apakah kebebasan manusia bertentangan dengan takdir juga menyangkut pada takdir baik dan buruk. Padahal sebenarnya takdir tidak ada yang buruk, sesuai hadis berikut ini:

“Dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk .” 2

Allah lebih tahu hasil terbaik dari setiap perkara yang manusia hadapi di dunia. Allah paling tahu tentang urusan dunia dn akhirat. Berserah diri harus Sobat Cahaya Islam pahami dalam konteks manusia menerima takdir dengan ikhlas dan tidak melawan kehendak tersebut. Tidak selalu manusia tidak memiliki tanggung jawab dalam menjalani takdir mereka.

Takdir merupakan konsep yang kompleks dalam pemahaman mendalam akan mempengaruhi pandangan hidup. Apakah kebebasan manusia bertentangan dengan takdir? Kebebasan manusia pilihan atas takdirnya tidak bertentangan selama ada rasa tanggung jawab dan ikhlas menjalaninya. Pada akhirnya, penerimaan terhadap takdir merupakan persoalan pribadi.


  1. (HR. Ahmad, 3:117. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini sahih) ↩︎
  2. (HR.Muslim, no.8) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY