Apakah boleh mencukur bulu kemaluan – Menjaga kebersihan diri merupakan sebagian dari iman dan cara merawat tubuh sesuai dengan anjuran dalam Islam. Apakah boleh mencukur bulu kemaluan baik itu pria maupun wanita? Sobat Cahaya Islam harus mempelajari apakah hal tersebut merupakan anjuran dan sejauh mana batasannya.
Dalil untuk Menjawab Apakah Boleh Mencukur Bulu Kemaluan dalam Islam
Secara medis, mencukur rambut kemaluan sampai habis merupakan upaya seseorang menjaga kebersihan diri dan agar tetap nyaman. Islam menganjurkan mencukur rambut kemaluan atau sifatnya sunnah. Sobat Cahaya Islam wajib memahami bahwa mencukur rambut kemaluan menjadi bagian dari fitrah manusia.


Berikut ini dalil hadits yang mendukung pernyataan tersebut:
1. HR Bukhari Nomor 5891
Mencukur rambut kemaluan menghadirkan sejumlah manfaat terutama untuk kesehatan dan kebersihan. Para ulama pun sepakat bahwa hukum mencukur rambut kemaluan merupakan sunnah. Namun, terdapat perbedaan pada metode mencukur atau mencabut bulu kemaluan.
Madzhab Syafi’i menyebutkan bahwa mencukur bulu pada wanita terdapat perbedaan yang wajib diperhatikan. Untuk wanita yang masih muda atau single dianjurkan untuk mencabut. Sedangkan untuk wanita lanjut usia terdapat anjuran hanya mencukur saja. Tidak pernah mencukur rambut kemaluan bertentangan dengan HR Bukhari nomor 5891 yang berbunyi:
“Mencukur bulu kemaluan termasuk ke dalam fitrah ada 5 : khitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, potong kuku dan mencabut bulu kemaluan.”1
2. HR Bukhari Nomor 285
Islam sangat memperhatikan kebersihan, oleh karena itu panduan untuk menjaganya tertuang dalam Al Quran dan Hadits. Salah satu panduan untuk tidak memanjangkan bulu ketiak hingga bulu kemaluan terdapat dalam HR Muslim nomor 258. Berikut bunyi hadits yang akan menjawab apakah boleh mencukur rambut kemaluan:
“Kami diberi batasan waktu oleh Rasulullah SAW untuk mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, tidak dibiarkan lebih dari 40 malam,”. 2
Dari ayat tersebut, selain memotong kuku sampai mencukur rambut kemaluan merupakan bagian sunah fitrah. Sunnah fitrah adalah kebiasaan dari Rasulullah untuk menjaga kebersihan tubuh. Oleh karena itu, terdapat anjuran memotong bulu kemaluan sebelum 40 hari. Namun, Sobat Cahaya Islam yang tidak melewatkan kebiasaan tersebut tidak berdosa.
Manfaat Mencukur Bulu Kemaluan
HR Bukhari telah menjawab apakah boleh mencukur rambut kemaluan. Berikut ini manfaat yang akan Sobat Cahaya Islam setelah mencukur rambut kemaluan:
- Menjaga kebersihan sekaligus kesehatan organ intim.
- Mencegah timbulnya bau tidak sedap yang akan membuat ketidaknyamanan.
- Mengurangi risiko infeksi serta terjangkitnya penyakit kulit.
- Sobat Cahaya Islam yang mencabut bulu kemaluan dapat mengendalikan syahwat.
- Mencukur atau mencabut bulu kemaluan akan melembutkan permukaan kemaluan milik wanita.
Apakah boleh mencukur rambut kemaluan di malam hari? Pada dasarnya Islam tidak mengatur secara spesifik metode atau waktu mencukur. Sobat Cahaya Islam bebas menggunakan metode mencukur atau mencabut selama tidak membahayakan. Anda boleh menggunakan krim perontok bulu yang terbuat dari bahan alami.


Untuk laki-laki para ulama menganjurkan untuk mencukur rambut kemaluan. Laki-laki yang mencukur rambut kemaluan akan mendapatkan manfaat bisa menahan syahwatnya. Kesimpulan apakah boleh mencukur rambut kemaluan yaitu dianjurkan untuk laki-laki. Sedangkan wanita sebaiknya mencabut bulu.
Namun, ketika wanita tidak bisa menahan rasa sakit saat mencabut, maka boleh mencukur bulu kemaluannya. Sobat Cahaya Islam wajib memahami cara dan waktu mencukur rambut kemaluan sebagai bagian dari kebersihan diri. Apakah boleh mencukur bulu kemaluan merupakan sunnah. Selain itu, banyak manfaat ketika Sobat Cahaya Islam dapatkan.
































