Memahami Apa Itu Istinja, Hukum, dan Ketentuannya

0
1184
apa itu istinja

Apa itu istinja – Sobat Cahaya Islam, perkara membersihkan kotoran hajat tentunya tidak pernah terlepas dari kehidupan seorang muslim. Istinja menjadi kebutuhan penting berkaitan dengan kesucian dan kesehatan. Walaupun senantiasa mempraktekkannya sejak kecil, mempelajari apa itu istinja merupakan sesuatu yang penting.

Menjaga kebersihan dan kesucian merupakan perkara yang fundamental. Karenanya pembahasan mengenainya selalu mendapat tempat pertama dalam kitab-kitab fiqih. Memang kesucian sangat menentukan keabsahan ibadah.

Apa Itu Istinja dan Hukumnya

Sebelumnya Sobat perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu istinja dan istijmar. Keduanya adalah istilah yang berkaitan dengan kebersihan diri. Adapun maknanya adalah:

1.     Istinja

Secara umum makna istinja adalah membersihkan kotoran setelah buang hajat dengan air.

2.     Istijmar

Pengertian istijmar adalah membersihkan kotoran dengan menggunakan batu. Istijmar dengan batu hukumnya tetap sah walaupun ada air.

Menurut jumhur ulama, hukum membersihkan kotoran hajat adalah wajib. Ibadah, seperti shalat dan thawaf, mengharuskan kesucian badan dari kotoran dan najis. Kewajiban pelaksanaan istinja yakni sesudah buang air kecil atau besar. Jadi tidak perlu membersihkan kotoran hajat setiap hendak shalat.

Ketentuan-ketentuan dalam Istinja

Sobat Cahaya Islam, istinja dan istijmar memiliki ketentuan-ketentuan dalam syariat. Karenanya mempelajari tentang apa itu istinja dalam Islam, tidak cukup hanya dengan maknanya saja melainkan juga dengan ketentuan-ketentuan syariatnya.

Adapun ketentuan dan tata cara istinja dan istijmar adalah:

1.     Boleh memilih di antara keduanya

Seseorang dapat memilih antara melakukan membersihkan kotoran hajat dengan air atau istijmar dengan batu. Adapun yang lebih afdhal adalah istinja dengan air karena lebih bersih. Adapun dalilnya adalah hadits yang berkenaan dengan penduduk Quba, “’Di dalam masjid itu terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.’ (QS At-Taubah: 108) Mereka biasa istinja menggunakan air lalu turunlah ayat ini.” (HR At-Tirmidzi no 3100)

2.     Boleh menggabungkan keduanya

Setelah melakukan istijmar dengan batu selanjutnya melakukan membersihkan kotoran hajat menggunakan air.

3.     Jumlah batu minimal tiga

Penggunaan batu untuk istijmar minimal dengan tiga batu. Jika belum bersih dapat menambahnya dengan batu keempat, kelima, dan selanjutnya.

4.     Benda-benda yang tidak boleh untuk istijmar

Tidak boleh istijmar menggunakan kotoran, tulang, atau makanan. Benda untuk istijmar harus suci, bisa membersihkan, dan bukan sesuatu yang berharga. Dengan demikian boleh menggunakan benda-benda lainnya seperti tisu toilet, kayu, atau tembikar.

apa itu istinja

Adapun dalilnya adalah sabda Rasulullah saw kepada Abu Hurairah ra yang menyertai beliau saat hendak buang hajat, yakni, “Carikan untukku beberapa batu, jangan tulang atau kotoran.” (HR Bukhari no 1/157)

5.     Tidak menggunakan tangan kanan

Terdapat larangan untuk menggunakan tangan kanan dalam istinja atau istijmar. Dalilnya yakni, “Janganlah sekali-kali kalian menyentuh kemaluan dengan tangan kanan ketika buang air kecil. Jangan pula cebok dari buang air dengan tangan kanan. Jangan pula bernapas dalam wadah minum.” (HR Muslim no 63)

Islam memang agama yang sempurna dan meliputi setiap detail kehidupan manusia. Bahkan hingga perkara yang sering dipandang remeh tetapi sebenarnya sangat penting seperti membersihkan kotoran hajat.

Di samping untuk menjaga kesucian yang berkaitan dengan keabsahan ibadah, membersihkan kotoran hajat dapat membantu menghindari penyakit. Kebersihan badan juga mampu menunjang kejernihan dalam berpikir. Ajaran istinja juga dapat membantu seseorang untuk disiplin dalam menjaga dirinya sebagai bentuk syukur dan tanggung jawab kepada Allah Ta’ala atas nikmat tubuh dan kesehatannya.

Demikian, Sobat Cahaya Islam, pembahasan mengenai apa itu istinja. Menjaga kebersihan dan kesucian merupakan bagian dari Iman, tentunya dengan landasan ilmu dan pemahaman. Semoga bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY