9 Amal Sia-Sia Menurut Ulama, Awas Jangan Sampai Merugi

0
307
Amal sia-sia menurut ulama

Amal sia-sia menurut ulama – Disadari atau tidak, dalam aktivitas sehari-hari Sobat sering terjebak dalam amalan yang sia-sia atau Al Laghwu. Amal sia-sia menurut ulama kelak di hari kiamat tidak mendapatkan pahala, bahkan akan menghadirkan kerugian. Jika tidak berhati-hati, perbuatan yang sia-sia tersebut akan menyeret Sobat ke neraka.

Amal Sia-Sia Menurut Ulama

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani pernah mencatat pernyataan Sayyidina Utsman bin Affan mengenai sembilan hal yang paling sia-sia. Patut Sobat pahami bahwa perbuatan yang di dalamnya tidak terdapat dzikrullah, maka termasuk perbuatan yang sia-sia, seperti:

1. Ilmu yang tidak diamalkan

Kesia-siaan berikutnya adalah ilmu yang tidak diikuti dengan amal. Banyak orang mengetahui suatu kebenaran namun tidak melaksanakannya. Salah satu landasan amal sia-sia menurut Ulama terdapat dalam ayat berikut:

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” 1

2. Pendapat yang Benar namun ditolak

Sayyidina Utsman juga menyinggung tentang pendapat yang benar tetapi ditolak. Islam mengajarkan pentingnya musyawarah dan menerima kebenaran, meski datang dari orang yang tidak Sobat sukai. Menolak kebenaran karena alasan pribadi termasuk perbuatan yang merugikan.

3. Senjata yang Tak Sobat Gunakan

Senjata merupakan simbol kekuatan. Amal sia-sia menurut ulama ini terjadi ketika kekuatan itu tidak Sobat manfaatkan untuk tujuan yang baik. Dalam makna luas, senjata dapat Sobat analogikan sebagai kekuasaan atau wewenang.

4. Tidak Memanfaatkan Masjid untuk Sholat

Masjid dibangun sebagai tempat ibadah. Ketika masjid kosong dari shalat, maka hakikat fungsi masjid hilang. Pada masa kini, fenomena ini dapat terlihat dari banyaknya masjid yang berdiri megah namun kurang makmur oleh jamaah. Esensi masjid sebagai pusat ibadah menjadi berkurang bila tidak Sobat gunakan sebagaimana mestinya.

Amal sia-sia menurut ulama

5. Tak Membaca Mushaf

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Namun, bila mushaf hanya Sobat simpan tanpa membacanya, maka termasuk hal yang sia-sia. Membaca Al-Qur’an meski tanpa memahami artinya tetap mendatangkan pahala. Lebih utama lagi jika kandungannya Sobat pelajari dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

6.  Tidak Menginfakkan Harta

Harta yang hanya disimpan tanpa dikeluarkan untuk zakat, sedekah, maupun infaq termasuk amal sia-sia menurut ulama. Islam menekankan kewajiban berzakat dan keutamaan bersedekah. Harta yang dikeluarkan, meski sedikit, bernilai membersihkan dan mensucikan harta secara keseluruhan. 

Sebaliknya, harta yang hanya Sobat kumpulkan tanpa memanfaatkannya untuk kebaikan tidak memiliki nilai di sisi Allah.

7. Tidak Menggunakan Kendaraan

Kendaraan adalah sarana menuju tujuan. Jika kendaraan tidak Sobat gunakan, maka manfaatnya hilang. Pada era modern, kendaraan memiliki makna sebagai berbagai sarana penunjang kehidupan, seperti transportasi, media komunikasi, dan teknologi. Semua itu akan sia-sia bila tidak Sobat gunakan secara tepat guna.

8. Menyia-nyiakan Ilmu Zuhud

Sia-sia pula ilmu zuhud yang berada dalam hati orang yang tetap mencintai dunia. Zuhud bukan sekadar pengetahuan, tetapi juga pengendalian hati agar tidak menjadikan dunia sebagai prioritas. Bila seseorang mempelajari zuhud namun masih terikat pada cinta dunia, maka ilmunya tidak membuahkan hasil sebagaimana hadits:

Dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ada seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amal yang apabila aku lakukan, Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku.” Beliau menjawab, “Zuhudlah di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Begitu pula, zuhudlah dari apa yang ada di tangan manusia, maka manusia akan mencintaimu.” 2

9. Umur panjang tanpa bekal akhirat

Hal sia-sia terakhir menurut Sayyidina Utsman adalah umur panjang yang tidak dimanfaatkan untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat. Hidup di dunia hanya sekali, dan waktu yang berlalu tidak akan kembali. Jika usia hanya dihabiskan untuk urusan dunia, maka kesempatan menyiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat menjadi terbuang.

Sembilan amal sia-sia menurut ulama harus Sobat pahami agar tak merugi. Sebab, kehidupan dunia hanyalah sementara, sementara kehidupan akhirat lebih utama sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an.


  1. (QS Al Hadid :16) ↩︎
  2. [HR. Ibnu Majah, no. 4102. Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 944 mengatakan bahwa hadits ini hasan] ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY