Benarkah Doa Orang Terzalimi Menembus Langit?

0
339
Doa orang terzalimi menembus langit

Doa orang terzalimi menembus langit – Allah melindungi hambaNya yang terzalimi, sehingga doa orang terzalimi menembus langit dan cepat dikabulkan. Mengabulkan doa orang terzalimi merupakan bentuk kasih sayang Allah. Mereka yang hanya memiliki Allah, maka doanya menembus langit dan mendapatkan perhatian dari malaikat.

Benarkah Doa Orang Terzalimi Menembus Langit?

Ketika Sobat tersakiti oleh seseorang baik fisik maupun verbal, apa yang dipikirkan? Apakah Sobat akan langsung membalas dengan pukulan yang setara dengan rasa sakit? Namun, dalam ajaran Islam, menyakiti orang lain termasuk perbuatan zalim. Sedangkan orang yang menjadi objeknya disebut mazlum. 

Sebagai seorang mazlum, apa yang akan Sobat lakukan? Bukankah doa orang yang terzalimi mustajab? Salah satu landasan ungkapan doa orang yang tersakiti akan Allah kabulkan terdapat pada hadits berikut ini:

“Tiga doa mustajab, yaitu: doa orang yang sedang berpuasa, doa orang yang terzalimi, dan doa musafir.” 1

Untuk memaknai doa orang yang terzalimi, Sobat perlu memahami beberapa hal berikut ini:

1.Kekhawatiran Islam tentang Kezaliman

Fitrah manusia pada dasarnya tidak ingin disakiti orang lain dan merasakan hidup yang tentram tanpa gangguan. Pada kenyataannya, ada saja orang yang menyinggung perasaan dan berada di luar kendali. 

Sebagai seorang mukmin, Sobat wajib meyakini bahwa iman dan takwa terpatri dalam hati dan selalu istiqomah menjalankan perintah Allah. Hal tersebut termaktub jelas dalam ayat:

“Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam.” 2

Doa orang terdholimi menembus langit tak terlepas dari kebesaran rahmat dan kasih sayang Allah. Sudah sepatutnya Sobat tidak mengkhawatirkan hal buruk yang akan datang selama berpegang teguh kepada Al Qur’an. 

2. Aturan Syariat Perbuatan Zalim

Ketentuan syariat dengan tegas menjelaskan bahwa keadilan dan kebijaksanaan Allah dalam mengatur urusan kehidupan manusia. Janji Allah untuk orang yang terzalimi tidak pernah ingkar dan Allah telah mengatur hukuman kepada para pelaku kezaliman. Tidak ada larangan bagi Sobat untuk mengambil hak balasan atau qisas terhadap perbuatan zalim.

Namun, patut Sobat ingat bahwa doa orang terdholimi menembus langit harus sesuai syariat. Hak untuk hak balasan harus Sobat barengi dengan merelakan dan memaafkan perbuatan tersebut. Memaafkan pelaku yang menzalimi Sobat akan menghapus dosa-dosa orang yang terzalimi. 

Sekilas memang tidak ada yang salah dalam hal dzikirnya orang yang terzalimi. Mendoakan keburukan orang lain juga menjadi hak seorang mazlum. Meskipun orang mazlum tersebut merupakan orang kafir tetap mendapatkan hak untuk mendoakan keburukan. Doa adalah hak seorang hamba terlebih lagi yang mendapatkan kezaliman.

Berdoa pun harus memohon agar Allah membalas perbuatan zalim. Namun, bukankah tanpa mendoakan orang tersebut Allah akan tetap memberikan balasan setimpal? Doa orang  terzalimi menembus langit bisa memanfaatkan momen makbulnya doa. Sobat sering luput dari doa orang mazlum yakni mereka hanya cenderung  mendoakan balasan setimpal.

Doa orang terzalimi menembus langit

Padahal sudah pasti Allah akan melakukannya dengan adil. Oleh karena itu, doa makbul merupakan bagian dari kasih sayang Allah kepada para hambaNya yang sedang mendapatkan ujian. Allah menjamin doa orang terzalimi menembus langit sebagai bentuk kasih sayang.

Namun, ada dua hal yang harus menjadi landasan doa tersebut makbul, yaitu memaafkan, ikhlas dan sabar. Allah sudah pasti akan memperlakukan hambaNya dengan adil, oleh karena itu jangan menyakiti hati orang lain. 


  1. (HR. At-Thabrani (1313), Baihaqi (648), dan Asy-Syajari (1014), dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) ↩︎
  2. (QS. Al-Baqarah: 251) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY