Kemerdekaan menurut Al Qur’an – Rasa syukur terhadap kemerdekaan Republik Indonesia bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan agama Islam. Kemerdekaan menurut Al Qur’an dimaknai sebagai kebebasan sesuai dengan syariat Islam. Kebebasan berkeyakinan, berpendapat, hingga bersuara juga termasuk dalam kebebasan yang sesuai dengan ajaran Islam.
Memaknai Kemerdekaan Menurut Al Qur’an
Negara yang sudah mencapai kemerdekan ketika pemerintahannya sendiri tidak ada campur tangan asing dan kedaulatan atas wilayahnya tidak diakui negara lain. Dalam bahasa Arab, istilah kemerdekaan berasal dari kata Al Istiqlal.
Dalam Islam, kemerdekaan merupakan bebas dari perbudakan, bebas melakukan segala hal asalkan dalam batas hukum-hukum Islam. Kemerdekaan dalam Islam secara tersirat terdapat dalam:
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” 1
1. Kisah Perjalanan Spiritual Sebagai Kemerdekaan
Melalui kisah perjalanan spiritual Nabi Ibrahim AS, Sobat bisa mempelajari bagaimana meluruskan kekeliruan orientasi atas kepercayaan masyarakat pada masa itu. Pada masa lalu, mengikuti tradisi nenek moyang merupakan sebuah keharusan dengan menyembah berhala.
Menurut Nabi Ibrahim AS, menyembah berhala merupakan sebuah kesalahan besar karena menurunkan harkat dan martabat sebagai manusia.
2. Memaknai Kemerdekaan dari Kisah Nabi Musa
Kemerdekaan menurut Al Qur’an juga bisa Sobat maknai dari kisah Nabi Musa. Allah mengutus Nabi Musa untuk menyelamatkan bangsanya dari kekejaman Fir’aun, sehingga masyarakat pada masa itu mendapatkan kemerdekan. Fir’aun adalah raja yang zalim atas Bani Israil.
Kekejaman Fir’aun tercermin karena tak segan memperbudak dan membunuh para lelaki. Fir’aun juga menindas para perempuan. Kisah bahagia merdekanya masyarakat pada masa itu sama halnya dengan kisah Proklamasi Kemerdekaan RI setelah melawan para penjajah.


Kemerdekaan Indonesia merupakan peristiwa menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa sebagai manusia yang layak untuk mendapatkan kehidupan.
3. Kisah Nabi Muhammad Berhasil Melaksanakan Tugas
Kemerdekan menurut Al Qur’an juga tercermin dalam kisah Nabi Muhammad berhasil menuntaskan tugas yang Allah berikan. Rasulullah berhasil menjalankan misi kenabian di muka bumi di tengah kejahiliyahan masyarakat Arab serta menghadapi tiga penjajahan sekaligus.
Kala itu, masyarakat menghadapi tiga penjajahan mulai dari orientasi hidup. Penindasan ekonomi yang saat itu, Rasulullah mengkritik orang-orang yang memperhitungkan harta tanpa memperhatikan kesejahteraan bersama. Pada zaman nabi, kekayaan hanya berputar pada kelompok-kelompok tertentu.
Terjadi ketidakmerataan ekonomi, sehingga mengakibatkan penindasan ekonomi. Salah satu hadits yang memperingatkan Sobat untuk tidak berlaku zalim terlebih lagi menyangkut harta berbunyi:
“Sesungguhnya darah, harta, kehormatan di antara kalian itu haram sebagaimana haramnya hari kalian ini, bulan kalian ini, dan negeri kalian ini.” 2
Memaknai kemerdekaan menurut Al Qur’an selanjutnya yaitu menentang kezaliman sosial. Deklarasi kesetaraan gender antara wanita dan laki-kali dalam hal pembebasan budak menjadi salah satu contoh kemerdekaan. Selain itu, tidak adanya perbedaan antara kulit hitam dan kulit putih hingga kesederajatan bangsa-bangsa di hadapan Allah.
Hal yang membedakan manusia pada dasarnya hanya pada ketakwaan terhadap Allah.
4. Kemerdekaan Individu
Kemerdekaan individu dalam Islam dikenal dengan Al Qudrah yang artinya kemampuan mengaktualisasi diri tanpa adanya pemaksaan dan kekerasan. Kemerdekaan juga bisa Sobat artikan sebagai bebas dalam segala bentuk penindasan dari bangsa lain.
Memaknai kemerdekaan menurut Al Qur’an bisa Sobat ambil contoh dari beberapa kisah nabi. Kemerdekaan dalam Al Qur’an memiliki arti yang luas baik untuk setiap individu maupun bangsa.
































