Hukum Curhat di Sosmed dan Batasannya dalam Syariat

0
511
Hukum Curhat di Sosmed

Hukum Curhat di Sosmed – Sobat Cahaya Islam, terkadang kita butuh seseorang untuk menumpahkan isi hati. Faktanya, memendam kesedihan atau masalah bisa berakibat tidak baik untuk kesehatan, termasuk mental. Tetapi, di zaman sosial media (sosmed) ini, banyak orang yang lebih suka curhat di Facebook, WhatsAppa, Instagram, dan lain sebagainya. Lalu, bolehkah sebenarnya kita mencurahkan isi hati di media sosial?

Curhat: Fitrah atau Latah Digital?

Sobat Cahaya Islam, tidak ada yang salah dengan curhat (curahan hati). Itu bagian dari tabiat manusia. Bahkan Nabi Ya’qub ‘alaihis salam pun pernah curhat. Allah Swt. mengabadikan dalam firman-Nya:

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

“Sesungguhnya aku hanya mengadukan kesedihanku dan kesusahanku kepada Allah…” (1)

Namun, perhatikan kepada siapa dan bagaimana curhat dilakukan. Di era digital ini, media sosial seperti Instagram, Twitter, atau Facebook menjadi tempat umum untuk menumpahkan segala rasa. Tapi apakah ini sesuai dengan adab Islam?

Hukum Curhat di Sosmed dan Bahayanya

Curhat di media sosial ibarat membuka jendela hati di tengah keramaian. Pasalnya, semua pengguna sosmed akan dapat melihat curhatan tersebut. Tanpa filter dan pengendalian diri, curhat yang niatnya untuk melepaskan isi hati yang terpendam justru bisa jadi:

  1. Membuka aib sendiri dan orang lain, padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ

“Seluruh umatku dimaafkan kecuali orang-orang yang terang-terangan (berbuat dosa).” (2)

  1. Mengundang komentar buruk, bahkan fitnah dari orang yang tak tahu duduk perkaranya.
  2. Menjadi riya’ terselubung, ketika curhat dibumbui pencitraan atau sindiran kepada orang tertentu.
  3. Menjadi konsumsi publik, padahal perkara hati mestinya dibicarakan secara privat dan penuh kehati-hatian.

Curhat yang Bijak dan Berkah

Sobat Cahaya Islam, Islam tidak melarang curhat, tapi mengatur adabnya. Maka, curhat yang baik adalah dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Utamakan curhat kepada Allah dalam doa dan shalat malam.
  • Jika perlu teman bicara, pilih orang yang sholeh, bijak, dan bisa menjaga rahasia.
  • Jika merasa harus menulis di sosmed, hindari menyebut nama, memojokkan, atau menyebarkan aib.
  • Gunakan kata-kata positif dan penuh hikmah. Jangan sampai malah menambah dosa.

Ingat sabda Rasulullah ﷺ:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (3)

Curhat memang bisa melegakan hati, tapi tidak semua perasaan perlu diumbar. Media sosial bukan tempat terapi, tapi bisa jadi ladang fitnah. Yuk, Sobat Cahaya Islam, bijaklah bermedsos. Lebih baik kita menjadi pribadi yang kuat memendam dan mencari solusi dengan syariat, daripada mengumbar dan menuai masalah baru.


Referensi:

(1) QS. Yusuf: 86

(2) HR. Al-Bukhari, no. 6069

(3) HR. Al-Bukhari no. 6018

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY