Pentingnya Family Time dalam Islam

0
660
Pentingnya Family Time

Pentingnya Family Time – Sobat Cahaya Islam, keluarga adalah amanah besar dari Allah ﷻ. Dalam hiruk-pikuk kesibukan dunia, banyak yang melalaikan pentingnya waktu berkualitas bersama keluarga. Padahal, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan sebagai pondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat.

Pentingnya Family Time: Sumber Kasih Sayang dan Pendidikan Pertama

Setiap orang pasti ingin punya keluarga yang harmonis. Pasalnya, keluarga adalah sumber kasih sayang. Lebih dari itu, keluarga juga bisa berfungsi sebagai Pendidikan pertama, khususnya bagi anak-anak.

Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan bahwa Dia menjadikan pasangan dan keturunan sebagai penyejuk mata:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ

“Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami'” (1)

Keluarga bukan hanya tempat tinggal fisik, tapi juga tempat tumbuhnya cinta, kasih sayang, dan nilai-nilai iman. Family time menjadi sarana untuk mempererat hubungan ini. Oleh karena itu, hendaknya setiap muslim selalu akur dengan semua anggota keluarga demi terciptanya kasih sayang yang langgeng.

Rasulullah ﷺ: Teladan Interaksi dengan Keluarga

Mungkin, kita perlu mencari teladan untuk menggapai keluarga yang penuh kasih sayang. Untungnya, kita punya Rasulullah yang bisa menjadi teladan dalam kehidupan, termasuk dalam rumah tangga.

Rasulullah ﷺ adalah contoh teladan dalam memperlakukan keluarga. Beliau tidak hanya sibuk dengan dakwah, tapi juga menyempatkan waktu bercanda dengan istrinya, menemani anak-anak, bahkan membantu pekerjaan rumah.

Diriwayatkan oleh Al-Aswad bin Yazid, ia berkata:

سَأَلْتُ عَائِشَةَ: مَا كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَصْنَعُ فِي بَيْتِهِ؟ قَالَتْ: كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ

“Aku bertanya kepada Aisyah: Apa yang dilakukan Nabi ﷺ di rumahnya? Beliau menjawab: Beliau membantu pekerjaan keluarganya.” (2)

Ini adalah bentuk nyata dari family time dalam kehidupan seorang nabi. Beliau tidak merasa rendah dengan membantu keluarga, bahkan merasa bangga dan melakukannya dengan cinta. Maka, kita harus mencontoh sebisa mungkin untuk menumbuhkan cinta dalam keluarga kita masing-masing.

Menguatkan Ikatan, Menanamkan Nilai-Nilai Islam

Dengan meluangkan waktu bersama keluarga, seorang ayah atau ibu dapat menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak-anak, menjaga keharmonisan rumah tangga, serta mencegah kesalahpahaman dan keretakan.

Family time juga menjadi momen untuk berbagi cerita, mendengarkan keluh kesah, dan menyelesaikan konflik dengan cara yang lembut dan islami.

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (3)

Jadi, keluarga adalah tanggung jawab yang harus dirawat dengan waktu, perhatian, dan cinta. Oleh karena itu, kita harus pintar-pintar membagi waktu untuk keluarga di Tengah-tengah kesibukan sehari-hari di lingkungan kerja dan lainnya.

Faktanya, banyak orang yang menyesal karena terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja. Sampai-sampai, mereka tak punya waktu untuk keluarganya. Padahal, keluarga kita juga punya hak terhadap kita. Maka, kita pun harus memenuhi hak-hak mereka.


Referensi:

(1) QS. Al-Furqan: 74

(2) HR. Bukhari no. 676

(3) HR. Bukhari no. 893

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY