Takut akan Masa Depan Menurut Islam Mengatasi dengan Ketenangan Datang dari Tawakal

0
586
Takut akan masa depan menurut Islam

Takut akan masa depan menurut Islam – Sobat Cahaya Islam, hidup di dunia ini memang penuh dengan ketidakpastian. Namun, tahukah sobat bahwa rasa takut akan masa depan menurut Islam memiliki pandangan yang sangat menenangkan hati?

Tak jarang, kita merasa cemas dan takut saat memikirkan masa depan. Akankah kita sukses? Apakah rezeki cukup? Bagaimana nasib anak-anak nanti? Semua itu adalah kekhawatiran manusiawi.

Islam hadir dengan tuntunan yang membuat hati kita tenang, bukan malah semakin gelisah. Ketika kita menyerahkan masa depan kepada Allah sembari tetap berusaha, maka kita akan merasakan ketenteraman yang tidak bisa kita dapatkan dan oleh dunia mana pun berikan.

Takut akan Masa Depan Menurut Islam dan Cara Mengatasinya

Sobat Cahaya Islam, takut akan masa depan menurut Islam sebenarnya wajar selama tidak membuat kita lalai atau putus asa. Rasa takut itu bisa jadi pengingat agar kita lebih dekat kepada Allah dan tidak menggantungkan harapan kepada manusia atau harta benda.

Allah Ta’ala berfirman dalam:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” 1

Ayat ini menjadi peneguh hati bahwa apa pun yang akan kita hadapi di masa depan, Allah telah mengukur kemampuan kita terlebih dahulu.

1. Bertawakal Setelah Berikhtiar

Islam memang mengajarkan kita untuk berserah, namun tidak mengajarkan kita untuk berdiam saja, sehingga pasrah tanpa usaha. Justru Rasulullah SAW bersabda:

“Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung; ia pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” 2

Tawakal bukan berarti tidak merencanakan. Justru Sobat Cahaya Islam harus bekerja, belajar, dan mempersiapkan. Tapi setelah itu, hasilnya kita serahkan kepada Allah. Tetap berikhtiar dan juga tawakal kita lakukan secara beriringan yang menunjukkan keseimbangan dalam Islam.

2. Menenangkan Hati dengan Doa dan Zikir

Ketika rasa takut mulai menyelimuti pikiran, jangan terus kita biarkan. Segera tenangkan hati dengan doa dan zikir guna menghubungkan pribadi kita dengan Allah.

Takut akan masa depan menurut Islam

Allah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” 3

Doa-doa yang telah Rasulullah SAW ajarkan juga bisa menjadi penawar rasa cemas. Salah satunya:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari lilitan utang dan tekanan orang lain.” 4

Zikir dan doa mengingatkan kita bahwa kita tidak sendiri. Allah selalu bersama hamba-Nya yang beriman.

3. Yakin bahwa Rezeki dan Takdir Sudah Terjamin Oleh Allah

Kecemasan tentang masa depan biasanya datang karena kita terlalu khawatir dengan rezeki, karier, atau jodoh. Padahal, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya selama 40 hari sebagai nutfah… kemudian malaikat diutus untuk menuliskan empat perkara: rezekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah ia celaka atau bahagia.” 5

Hadis ini mengajarkan bahwa takdir kita telah Allah tetapkan, termasuk rezeki dan nasib. Maka, yang perlu kita lakukan adalah terus melangkah dengan niat yang lurus dan usaha yang sungguh-sungguh.

Di tengah perjalanan, merencanakan masa depan dalam Islam, tentu bukanlah hal yang menjadi larangan. Bahkan sangat menjadi anjuran, selama kita tetap menyandarkan segalanya kepada kehendak Allah.

Allah Maha Mengetahui segala kebutuhan dan keperluan kita, bahkan sebelum kita memintanya. Maka daripada terus-menerus gelisah, lebih baik kita isi hari ini dengan hal-hal yang bermanfaat. Masa depan memang misteri, tetapi tidak ada yang perlu kita takuti selama yakin dan percaya pada Allah.

Sobat Cahaya Islam, takut akan masa depan menurut Islam merupakan hal wajar, namun tidak boleh menguasai hati. Kita sebagai umat Muslim mendapat anjuran untuk tetap berikhtiar, menjaga hubungan dengan Allah, dan percaya bahwa masa depan ada dalam genggaman-Nya.


  1. QS. Al-Baqarah ayat 286 ↩︎
  2. (HR. Tirmidzi No. 2344) ↩︎
  3. (QS. Ar-Ra’d: 28) ↩︎
  4. (HR. Bukhari No. 2893) ↩︎
  5. (HR. Bukhari No. 3208) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY