Keutamaan Beramal di Waktu Muda, Manfaatkan Mudamu Sebelum Tuamu!

0
591
Keutamaan Beramal di Waktu Muda

Keutamaan Beramal di Waktu Muda – Bagi Sebagian orang, masa muda adalah untuk berfoya-foya dan bersenang-senang. Bahkan, mereka mengatakan ‘hidup foya-foya, mati masuk surga’. Padahal, mana mungkin mereka yang menghabiskan masa mudanya untuk foya-foya tanpa amal sholih lalu ingin mati masuk surga?

Manfaatkan Masa Mudamu Sebelum Datang Masa Tuamu

Rasulullah pernah berpesan kepada umatnya agar memanfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara yang lain datang. Salah satunya adalah:

شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ

“Waktu mudamu sebelum waktu tuamu.” (1)

Pasalnya, waktu muda adalah waktu di mana badan masih sehat, tenaga masih kuat, dan semangat masih membara. Tentu saja, kita bisa memaksimalkannya untuk beribadah dan memperbanyak amal sholih.

Kematian Bisa Datang Kapan Saja, Tidak Harus Menunggu Tua

Banyak orang memilih menghabiskan waktu mudanya untuk bersenang-senang. Padahal, bersenang-senang membuat seseorang malas beribadah. Jika masa muda saja malas beribadah, jangan harap ia akan giat beribadah di masa tuanya.

Apalagi, kematian bisa datang kapan saja. Kita bisa melihat banyaknya orang meninggal di usia muda. Oleh karena itu, mumpun masih hidup dan masih muda, hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam beribadah dan beramal agar tidak menyesal di kemudian hari.

Bahkan, orang-orang yang sudah meninggal pun akan menyesali jika hidupnya tidak ia gunakan untuk beramal sholih. Mereka akan mengatakan:

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku hingga waktu yang dekat, yang membuatku bisa bersedekah dan aku termasuk orang-orang sholih?” (2)

Keutamaan Beramal di Waktu Muda: Pahala yang Istimewa

Mari kita perhatikan nasehat yang sangat bagus dari Rasulullah:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ , أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ

“Hiduplah di dunia seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.” (3)

Dalam hadits di atas, Rasulullah mengibaratkan orang yang masih hidup di dunia layaknya orang asing atau pengembara yang tidak punya tempat tinggal. Seperti kita tahu, pengembara hanya tinggal di suatu tempat sebentar saja untuk kemudian melanjutkan perjalanannya menuju tujuan.

Begitu juga dengan hidup kita di dunia yang hanya sebentar saja. Setelah meninggal, kita pun akan melanjutkan perjalanan hingga mencapai tujuan akhir, yaitu surga atau neraka.

Memang, beramal di masa tua itu baik. Tapi, itu menjadi hal yang wajar karena seseorang yang sudah tua merasa tubuhnya sudah lemas, kesehatannya terus menurun, dan hidupnya tidak akan lama lagi. Itulah kenapa ia beramal sholih untuk bekal dirinya di akhirat.

Lain halnya dengan seseorang yang masih mudah, biasanya ia merasa tubuhnya masih sehat, masih bisa menikmati hidup, dan lain sebagainya. Tapi ia mau memanfaatkan waktu mudanya untuk beramal sholih, maka itu adalah sesuatu yang luar biasa dan Istimewa.

Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang sadar akan pentingnya masa muda, sehingga bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk beramal sholih. Aamiin.


Referensi:

(1) H.R. Al-Hakim, Al-Mustadrok 4:341

(2) Q.S. Al-Munafiqun 10

(3) Arbain Nawawi 40

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY