Menyikapi tanda kiamat dalam hadis sahih – Fase menuju akhir zaman sering disebut sebagai tanda-tanda kiamat. Menyikapi tanda kiamat menjadi hal penting agar tidak menimbulkan beban pikiran. Sebab, mengimani hari akhir termasuk salah satu rukun iman yang harus bisa umat Islam pahami dengan benar.
Cara Menyikapi Tanda Kiamat dalam Hadis Sahih
Sebagian kelompok radikal menjadikan hadis sahih tanda kiamat sebagai sarana menguatkan dan menunjukkan bahwa yang dilakukan dilegitimasi. Padahal tidak semua hadis bisa Sobat Cahaya Islam jadikan pedoman. Sebab, ada hadis yang sifatnya lemah dan berfungsi sebagai kabar atau informasi.
Mempelajari tanda-tanda kiamat yang bersumber dari hadits justru akan membuat orang-orang lebih tenang. Pentingnya umat Islam tidak mudah terpengaruh isu-isu mengenai isu-isu kiamat. Berikut ini cara menyikapi tanda kiamat dalam hadis sahih yang perlu dipelajari:
1. Bersikap Tenang dan Menyeluruh
Tanda kiamat dalam pandangan Imam Nawawi sebetulnya hanya sebatas tanda dan tidak berupa larangan. Sebab, belum tentu tanda-tanda kiamat tersebut buruk atau haram. Pada dasarnya, meninggikan bangunan, memperbanyak harta atau situasi lebih banyak perempuan daripada laki-laki bukan sesuatu yang haram.
“Diantara tanda-tanda tersebut semakin mendukung Hari Kiamat adalah banyak orang yang berlomba-lomba dalam bermegah-megahan membangun masjid, namun lalai memakmurkannya (HR. Abu Daud No.449, Shahih).
Sebagian orang melarang menghias masjid atau menghias masjid lebih bagus dengan landasan hadits tersebut. Membuat masjid menjadi megah termasuk tanda-tanda kiamat. Faktanya, sejak dulu masjid merupakan simbol kemajuan peradaban Islam. Semakin bagus bangunan masjid, maka menunjukkan tingginya peradaban.
Sebenarnya, bukan membangun masjid yang menjadi persoalan utama. Fenomena masjid megah, namun justru sepi orang yang beribadah menjadi permasalahan krusial.
2. Tidak Mudah Terpengaruh
Kesalahpahaman dan keresahan tentang tanda-tanda kiamat terjadi karena tidak lengkapnya membaca hadits. Oleh karena itu, Sobat Cahaya Islam hendaknya tidak langsung menyimpulkan atau mencocokkan dengan kondisi terkini. Menelan narasi mentah-mentah hanya akan menambah beban pikiran.
3. Memohon Perlindungan dari Allah
Menyikapi tanda kiamat dalam hadis sahih selanjutnya yaitu dengan senantiasa memohon perlindungan dari Allah. Seorang muslim hendaknya kembali kepada Allah dalam menghadapi fitnah akhir zaman. Sesungguhnya ketika seorang muslim pasrah kepada Allah dalam meminta pertolongan dan menggantungkan harapan hanya kepadaNya.


4. Meningkatkan Ketaatan kepada Allah
Sesungguhnya menyibukkan diri dengan meningkatkan ketaatan kepada Allah merupakan faktor pendukung seorang mukmin menjadi lebih teguh. Sebab, pada dasarnya ibadah merupakan tali pengikat antara seorang hamba dengan Sang Pencipta. Selain itu, ibadah juga menguatkan iman seseorang ketika menghadapi fitnah keji sebagai tanda akhir zaman.
5. Bersabar
Tidak ada obat untuk fitnah kecuali rasa sabar. Sebab, sabar merupakan tempaan bagi orang yang ingin membersihkan diri dari dosa. Ibaratnya, fitnah akan menjadi tempaan agar menghasilkan mukmin yang jujur sebagaimana ayat Al Qur’an berikut ini:
“Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut: 30)
6. Memohon Kematian yang Baik
Menyikapi tanda kiamat dalam hadis sahih selanjutnya yaitu memohon kematian yang baik. Fitnah akhir zaman merupakan ujian besar yang menimpa setiap umat muslim. Terkadang fitnah keji sampai menghilangkan agama dan keimanan dalam diri.
Bersikap tenang dan tidak mudah terpengaruh menjadi landasan utama menyikapi tanda kiamat dalam hadis sahih. Mempersiapkan diri dengan baik dengan meningkatkan keimanan menjadi cara terbaik yang bisa ditempuh umat Islam untuk menghadapi kiamat.
































