Cara bersyukur atas makanan – Makanan merupakan rahmat dari Allah dan merupakan kebutuhan pokok manusia. Setiap Muslim wajib memahami cara bersyukur atas makanan sebagaimana agama Islam mengajarkan untuk selalu menghargai sebuah makanan. Sebab, menghargai makanan tidak hanya mendidik tentang bersyukur, melainkan juga etika dalam kehidupan sosial.
Cara Bersyukur atas Makanan Menurut Islam
Menjadi nikmat tersendiri ketika umat Islam bisa menikmati makanan. Terlebih lagi jika seorang muslim bisa memuji makanan, maka menjadi bentuk pengakuan atas nikmat yang Allah beri. Namun, banyak orang terlena hingga lupa mensyukuri makanan yang dinikmati.
Agar tidak menjadi hamba yang kufur nikmat, berikut ini cara bersyukur atas makanan menurut pandangan Islam:
1. Tidak Mencaci Makanan
Sejatinya rasa syukur akan membuat umat Sobat Cahaya Islam akan lebih berkah dan makanan terasa lebih nikmat. Untuk meraih kenikmatan tersebut, salah satu hal yang bisa seorang muslim lakukan yaitu tidak mencela makanan. Bersyukur atas makanan dari Allah merupakan salah satu bentuk adab.
Terdapat larangan mencela atau menghina makanan, sebab makanan sangat mulia. Berikut ini hadits larangan mencela makanan:
“Nabi saw tidak pernah mencela makanan sekalipun. Apabila beliau berselera (suka), beliau memakannya. Apabila beliau tidak suka, beliau pun meninggalkannya (tidak memakannya).” 1


Dari hadist tersebut memperlihatkan bahwa Rasulullah memiliki akhlak mulia terhadap makanan. Jika Nabi Muhammad berkenan, maka akan menikmati makanan yang dihidangkan. Ketika tidak menyukai makanan, maka akan meninggalkan tanpa mencelanya.
Mencela makanan bisa dengan berbagai cara, seperti menyebut bahwa makanan tersebut asin. Lebih parah lagi, menyatakan bahwa makanan tidak layak dihidangkan. Komentar-komentar tersebut akan membuat orang yang menghidangkan sakit hati. Sebagai makhluk hidup yang menerima rezeki makanan, sudah sepatutnya bersyukur.
Cara bersyukur atas makanan salah satunya dengan tidak berkomentar. Hendaknya Sobat Cahaya Islam menyadari besarnya nikmat makanan dari Allah, sehingga bisa melangsungkan hidup dan beribadah dengan baik. Selalu bersyukur atas nikmat Allah merupakan akhlak mulia.
Ketika umat Islam mampu mensyukuri nikmat Allah, maka kenikmatan tersebut akan ditambah. Menghargai makanan merupakan akhlak mulia, sedangkan mencela makanan termasuk akhlak rendah.
2. Tidak Membuang-buang Makanan
Cara bersyukur atas makanan selanjutnya yaitu tidak membuang-buang makanan. Kebiasaan ini merupakan akhlak tidak terpuji yang harus Sobat Cahaya Islam hindari. Oleh karena itu, sebaiknya mengambil makanan secukupnya terlebih dahulu. Jika masih kurang, umat muslim bisa mengambil lagi.
Jangan sampai makanan menjadi mubazir, sebab masih banyak orang yang tidak bisa makan. Bahkan sebuah hadist menyebutkan bahwa Rasulullah memerintahkan untuk menghargai makanan sebagaimana penjelasan berikut ini:
“Apabila suapan makanan salah seorang di antara kalian jatuh, ambilan kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. 2
3. Memuji Makanan
Memuji makanan termasuk pengakuan atas rasa syukur kepada Allah. Makanan yang tersaji tidak hanya sekedar hasil kerja keras manusia, melainkan juga menjadi karunia dari Allah. Memuji makanan termasuk mengingatkan diri dan orang lain bahwa semua rezeki dari Allah. Nabi Muhammad memuji makanan bukan hanya saat makan enak saja.


Bahkan Rasulullah juga memuji makanan yang cocok jika dipadu dengan makanan lainnya. Memuji makanan tidak hanya sebagai bentuk ibadah melainkan juga memiliki dimensi sosial. Memuji makanan termasuk bentuk penghormatan dan mempererat hubungan demi menciptakan suasana yang harmonis.
Cara bersyukur atas makanan dari Allah bisa dengan banyak hal. Contohnya, tidak membuang-buang makanan dan tidak mencela makanan bisa dilakukan umat Islam sebagai bentuk akhlak mulia.
































