Gus Rifqi Minta Kader di Maluku Jadikan PP GP Ansor Organisasi Inklusif

0
696
PP GP Ansor

Sekjen PP GP Ansor H A Rifqi Al Mubarok (Gus Rifqi) telah menghadiri Konferensi Wilayah (Konferwil) di Maluku. Acara tersebut digelar di Asrama Haji Ambon, pada Sabtu-Ahad (14-15/12/2024).

Saat pidato Gus Rifqi meminta seluruh kadernya untuk menjadikan GP Ansor sebagai salah satu organisasi yang inklusif. Beliau juga mengingatkan kepada seluruh kader GP Ansor Maluku untuk terus menjaga perdamaian.

PP GP Ansor Organisasi Inklusif

Gus Rifqi mengungkapkan bahwa Maluku saat ini akan menjadi salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai karakter keberagaman. Perbedaan antar etnis, sosio-kultural, serta politik menjadi karakter yang cukup unik di Maluku.

Hal ini karena Sobat Cahaya Islami mampu hidup secara damai dan berdampingan. Beliau juga menegaskan bahwa keberagaman dan hidup berdampingan dengan damai di Maluku ini layak untuk terus dijaga serta dirawat.

1. Karakter Bangsa Indonesia

Hidup dalam perbedaan, namun masih bisa berdampingan perlu diacungi jempol. Apalagi dapat mengedepankan toleransi, serta gotong royong antar suku.

Sebab, hal tersebut merupakan karakter bangsa Indonesia. Karakter yang terbangun melalui Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, termasuk sebagai nilai universal yang berkaitan dengan perdamaian.

2. Penggerak untuk Terus Menyemaikan Perdamaian

Posisi PP GP Ansor sebagai salah satu organisasi dari pemuda Nahdlatul Ulama harus bisa menjadi penggerak untuk terus menyemaikan perdamaian tersebut.

Hal ini dilakukan agar masyarakat sekitar juga bisa merasakan dampak nyata terhadap gerakan tersebut.

3. Menjadi Organisasi yang Inklusif

Gus Rifqi berharap, GP Ansor di Maluku menjadi organisasi yang inklusif. Bahkan, juga akan terbuka untuk semua kalangan Masyarakat tanpa melihat latar belakang etnis, sosio-kultural, dan politik. 

Beliau juga mengakui bahwa kader-kader yang ada di Maluku telah mewarnai perjalanan GP Ansor, baik itu di daerah maupun pusat.

Menurut beliau, hal tersebut dipengaruhi oleh ketaatan Sobat Cahaya Islami yang mengikuti aturan regulasi dan kaderisasi organisasi. Selain itu, karena Masyarakat mempunyai nalar yang kreatif.

4. Operasionalisasi dari Nilai Organisasi

Dalam Konferwil tersebut, Gus Rifqi juga telah menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan adalah operasionalisasi dari nilai organisasi. Oleh karena itu, Sobat Cahaya Islami tidak boleh pernah berhenti melakukan kaderisasi, dan jangan meninggalkan kaderisasi.

Melalui adanya kaderisasi yang solid, beliau berharap GP Ansor ini tetap akan menjadi penyuplai pemimpin-pemimpin tangguh di berbagai level kepemimpinan. Selain itu, melalui kaderisasi yang baik, GP Ansor pasti akan mendapatkan hikmah luar biasa.

5. Perluasan Sektor Ekonomi dan Pendidikan

Apalagi orientasi gerakan GP Ansor untuk lima tahun kedepan sudah diperluas oleh pimpinan pusat NU. Hal ini terutama di bidang ekonomi dan pendidikan.

Oleh karena itu, ia mengajak agar GP Ansor mulai menyiapkan dan sungguh-sungguh dalam khidmah ekonomi. GP Ansor sekarang sudah memiliki BUMA, Badan Usaha Milik Ansor.

Ini merupakan perangkat organisasi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi kader maupun kemandirian organisasi. PP GP Ansor akan menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh menjalankan Khidmah di bidang ekonomi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY