Manajemen Keuangan yang Baik – Saat ini, tantangan ekonomi semakin tinggi seiring inflasi yang semakin naik. Apalagi pemerintah menetapkan kenaikan pajak pph yang semakin membuat masyarakat ‘menjerit’. Itulah kenapa Islam memerintahkan umatnya agar bisa mengelola keuangan secara efisien, sebagaimana firman Allah:
وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا
“Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila berinfak tidak berlebihan dan tidak kikir.” (1)
Ayat Al-Qur’an ini menggambarkan orang yang bukan hanya tidak berlebihan dalam berpakaian tapi juga pola konsumtif. Inilah prinsip untuk menjaga stabilitas ekonomi yang setiap Muslim harus perhatikan.
Manajemen Keuangan yang Baik dengan Skala Prioritas
Salah satu hal terpenting dalam manajemen ekonomi adalah prinsip skala prioritas. Setiap pengeluaran harus mempertimbangkan skala kebutuhan. Tentu saja, kita harus memprioritaskan kebutuhan primer terlebih dahulu seperti biaya makan sehari-hari, pendidikan anak, dll. Lalu, ada kebutuhan sekunder termasuk jalan-jalan, liburan, dll. Jangan sampai kita tidak dapat memenuhi kebutuhan primer hanya karena salah mengalokasikan uang yang kita miliki. Dalam hal ini, Rasulullah bersabda:
ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا فَإِنْ فَضَلَ شَىْءٌ فَلأَهْلِكَ فَإِنْ فَضَلَ مِنْ أَهْلِكَ شَىْءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَ فَإِنْ فَضَلَ مِنْ ذِي قَرَابَتِكَ شَىْءٌ فَهَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا
“Mulailah dengan dirimu, maka sedekahlah untuk dirimu! Jika ada kelebihan, maka untuk keluargamu. Jika ada kelebihan, maka untuk kerabatmu. Jika ada kelebihan, maka untuk lainnya dan untuk lainnya seterusnya.” (2)
Investasi untuk Kebutuhan Masa Depan


Islam juga mengajarkan investasi keuangan karena prinsip pengelolaan ekonomi ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan di masa depan. Kita harus sadar bahwa rezeki yang kita dapatkan tidak boleh untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Namun kita juga harus memikirkan kebutuhan yang akan datang seperti pendidikan anak, hunian, dll. Pasalnya, penting untuk mempersiapkan keturunan dengan daya tahan ekonomi yang kuat. Rasulullah bersabda:
إِنَّكَ أَنْ تَذَرَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ، خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَذَرَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ
“Sungguh lebih baik kamu meninggalkan keluargamu dalam kondisi kaya daripada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan terpaksa meminta-minta pada orang lain.” (3)
Ini sangat penting bagi kita semua agar mampu mengelola keuangan dan membelanjakan hartanya secara bijak.
Manajemen Ekonomi sebagai Tanggung Jawab Besar
Kita semua punya tanggung jawab besar untuk mengatur keuangan masing-masing. Pasalnya, harta merupakan titipan dari Allah sehingga manusia harus menggunakannya dengan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang baik. Jangan sampai seseorang menggunakan hartanya untuk hal-hal yang tidak berguna, tidak penting, apalagi tidak baik. Rasulullah bersabda:
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ
“Kedua kaki seorang hamba tidak akan beranjak dari tempat hisabnya di hari kiamat sampai ia ditanya tentang 4 hal: umurnya untuk apa, ilmunya untuk apa, hartanya dari mana dan untuk apa, badannya untuk melakukan apa.” (4)
Maka, mari kita mengelola keuangan sebaik mungkin. Caranya adalah dengan memetakan kebutuhan primer dan sekunder. Kemudian, rencanakan investasi untuk kebutuhan masa depan. Dengan begitu, semoga kita bisa terus taat kepada Allah dengan bahagia dan tenang. Aamiin.
Referensi:
(1) Q.S. Al-Furqon 67
(2) Sunan an-Nasai 4652
(3) Sahih al-Bukhari 6373
(4) Jami’ at-Tirmidhi 2417































