Khianat artinya perbuatan yang sangat buruk dan harus bisa dijauhi oleh seluruh umat Islam di dunia ini. Secara istilah, khianat ini juga termasuk ke dalam perbuatan yang tidak jujur kepada orang lain.
Biasanya, perbuatan ini juga turut dilakukan dengan cara melanggar sumpah atau janji. Allah SWT sendiri sebenarnya juga sangat membenci orang yang telah berkhianat.
Penjelasan tentang Khianat Artinya
Dalam Al-Quran surat Al Anfal ayat 28-29 telah menjelaskan tentang khianat artinya:
“Hai orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah maupun Nabi Muhammad dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat- amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. Ketahui juga bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”
Dalam hadits lain, juga telah disebutkan apabila seseorang berbuat khianat, maka dirinya termasuk ke dalam golongan orang yang munafik.
Rasulullah SAW sendiri telah bersabda: “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, sekalipun dia puasa, shalat, dan mengaku sebagai muslim: jika berbicara bohong, jika berjanji ingkar, dan jika dipercaya khianat.” (HR. Bukhari dan Muslim, no.33).
Nabi SAW dalam hadits juga telah membacakan bacaan doa tentang terhindar dari sifat khianat yang dapat dilafalkan Sobat Cahaya Islami. Hal ini agar perilaku muslim bisa terjaga serta terpelihara dari sifat khianat ini.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa lapar, sebab sesungguhnya rasa lapar adalah seburuk-buruknya teman tidur. Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat khianat, sebabkhianat merupakan seburuk-buruk pakaian.” (HR. Abu Dawud, no. 1547).
Macam-Macam Sifat Khianat
Menghimpun dari buku Ilmu Tasawuf terkait Penguatan Mental-Spiritual dan Akhlak oleh Dr. H. Imam Hanafi, macam-macam khianat sendiri terbagi menjadi tiga, antara lain:
1. Berkhianat kepada Allah
Orang ini biasanya akan mengaku telah beriman kepada Allah. Namun, tidak pernah mengerjakan ibadah, bahkan terlalu sering melanggar hukum Allah.


2. Berkhianat kepada Nabi Muhammad SAW
Seseorang yang mengaku hanya beriman kepada Nabi Muhammad. Namun, perilakunya tersebut tidak sesuai dengan ajaran sunnah beliau.
3. Berkhianat kepada orang lain
Orang yang seringkali melanggar atau tidak menepati janjinya kepada orang lain juga termasuk pengkhianat.
Ketiga jenis pengkhianatan tersebut tentu akan menyebabkan rusaknya dunia. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam surat Al Baqarah, yaitu:
“Dan apabila yang dikatakan kepada mereka, “Janganlah pernah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang sering melakukan perbaikan. Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang telah berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.” (QS. Al Baqarah: 11-12).
Sementara itu, ada beberapa cara menyikapi orang yang berkhianat. Pertama, Sobat Cahaya Islami harus bersikap tegas dan berlaku jujur. Allah SWT sendiri telah berfirman:
“Dan jika engkau (Muhammad) khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka bisa kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh, Allah sendiri tidak menyukai orang yang berkhianat.” (QS. Al Anfal: 58).
Ayat tersebut tentu telah menjelaskan bahwa tindakan yang baik akan diambil dalam menyikapi orang berkhianat. Caranya cukup dengan mencabut atau membatalkan perjanjian yang telah disepakati.
Sobat Cahaya Islami bisa jujur kepada mereka alasan pembatalan perjanjian tersebut setelah memahami khianat artinya pecundang.































