Masuk WC mendahulukan kaki – Sobat Cahaya Islam, di antara adab-adab Islam adalah tata cara yang baik dalam menggunakan kamar mandi. Seringkali orang tidak mengetahui adab dan tata cara yang benar sesuai syariat dalam penggunaan kamar mandi. Sehingga banyak yang tidak mengetahui bahwa salah satu adabnya adalah masuk WC mendahulukan kaki kiri.
Kebanyakan orang memang tidak memperhatikan hal-hal kecil, seperti cara melangkah masuk rumah, cara melangkah masuk WC, cara melepas alas kaki, cara melepas pakaian. Padahal Islam juga mengatur hal-hal kecil yang terlihat remeh dan sepele ini.
Salah satu adab Islam adalah mendahulukan yang kanan ketika melakukan suatu kebaikan. Misalnya saja saat mengenakan pakaian, memakai sepatu, memasuki masjid, membasuh anggota wudhu, menyisir rambut.
Sebaliknya saat melakukan pekerjaan yang kotor seperti memasuki kamar mandi, membuang ingus, istinja, maka sunnahnya menggunakan tangan kiri. Begitu juga saat keluar dari masjid, menanggalkan pakaian, dan melepas sepatu.
Masuk WC Mendahulukan Kaki Kiri adalah Salah Satu Adab Islam
Mempelajari adab-adab merupakan perkara yang penting. Bahkan para ulama menyatakan bahwa kedudukan adab lebih tinggi daripada ilmu. Kurangnya ilmu dapat tertutupi oleh keindahan adab dan akhlak. Sedangkan kurangnya adab dapat merusak kemuliaan orang yang berilmu.
Karenanya ada baiknya setiap muslim memahami adab-adab Islam, termasuk tata cara menggunakan kamar mandi dan buang hajat. Rincian adab-adab menggunakan kamar mandi adalah sebagai berikut:
1. Tidak berbicara saat membuang hajat
Salah seorang sahabat mengucapkan salam kepada Rasulullah saw ketika beliau sedang membuang hajat. Rasulullah saw tidak menjawab salam tersebut sampai beliau menyelesaikan kebutuhannya. (HR Bukhari no 437, Muslim no 369)


2. Tidak menyebut nama Allah Ta’ala atau membawa sesuatu yang terdapat nama-Nya
Sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk menjaga kesucian nama Allah ‘Azza wa Jalla. Di samping itu juga wajib mengagungkan syiar-syiar Allah. Sebagaimana firman-Nya, “Demikianlah perintah Allah. Dan siapa yang memuliakan syiar-syiar Allah maka sesungguhnya hal itu muncul dari hati yang bertakwa.” (QS Al-Hajj: 32)
3. Tidak melakukan istinja dengan tangan kanan
Rasulullah saw melarang umatnya untuk menyentuh kemaluan dengan tangan kanan pada saat buang air kecil. Tangan kanan memiliki posisi yang lebih mulia daripada tangan kiri. Fungsi tangan kanan adalah untuk melakukan kebaikan, seperti makan, bersalaman, memberi atau menerima sesuatu.
Rasulullah saw bersabda mengenai larangan ini, “Janganlah kalian menjamah kemaluan dengan tangan kanan waktu buang air kecil.” (HR Bukhari 154 dan Muslim 267)
4. Berdoa sebelum masuk kamar mandi


Sebelum memasuki kamar mandi hendaknya setiap muslim berdoa meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala. Adapun lafazh doa masuk kamar mandi yakni,
“Bismillah Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaaits.”
Makna doa tersebut adalah, “Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan wanita.” (HR At-Tirmidzi no 606 dan Ibnu Majah no 297 serta HR Bukhari no 142 dan Muslim no 375)
5. Mendahulukan kaki kiri ketika masuk kamar mandi
Masuk kamar mandi menggunakan kaki kiri dan keluar darinya dengan mendahulukan kaki kanan merupakan bagian dari ajaran Islam. Dahulu Rasulullah saw jika masuk kamar mandi, melangkah dengan kaki kiri dan keluar darinya dengan kaki kanan. (HR Abu Dawud no 32 dan Ahmad no 6/287)
6. Mengucapkan ghufraanaka setelah keluar
Adab berikutnya yakni mengucapkan ghufraanaka sesudah keluar dari kamar mandi. Arti dari bacaan ini yaitu memohon ampunan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Rasulullah saw melafazhkan ghufraanaka setelah beliau keluar dari kamar mandi. (HR Abu Dawud no 30)
Demikian, Sobat Cahaya Islam, sekilas uraian tentang adab-adab menggunakan kamar mandi. Masuk WC mendahulukan kaki kiri merupakan bagian dari sunnah. Mengamalkannya menjadikan seorang muslim mendapatkan fadhilah atau keutamaan.































