Perbedaan takut dan cinta kepada Allah ini masih umat Muslim pertanyakan karena merasa bingung harus menyikapinya. Istilah takut ini biasanya hanya digunakan untuk merujuk kesadaran manusia akan Tuhan.
Namun, dalam konteks Islam takut kepada Tuhan tidak berarti mengesampingkan perasaan cinta atau rasa hormat. Melainkan, takut kepada Allah SWT artinya manusia tidak akan melakukan kemaksiatan di dunia. Selain itu, juga takut melupakan-Nya, serta kehilangan nikmat dari Allah.
Perbedaan Takut dan Cinta kepada Allah


Takut akan Allah sebenarnya tidak berdasarkan pada konsep kebencian atau penuh dendam dengannya. Namun, harus bisa didasari pada cinta yang akan langsung mengarah terhadap perasaan takut akan ketidaksenangan Tuhan.
Kesadaran Sobat Cahaya Islami sendiri merupakan inti dari takwa tersebut. Sebab, kesadaran ini artinya turut mengakui, merasakan, serta menyadari kehadiran Tuhan setiap saat.
1. Tuhan Menjaga dan Mengetahui Semua Hal
Selain itu, hal ini juga merujuk pada Pengetahuan bahwa Tuhan akan selalu menjaga dan mengetahui apa yang Sobat Cahaya Islami lakukan di dunia.
Perasaan inilah yang menjadi salah satu penyebab manusia berusaha untuk menjalani hidup. Hal ini juga sesuai dengan perintah Tuhan.
Jadi, orang yang bertakwa merupakan orang yang selalu berusaha untuk menghindari hal-hal yang tidak disukai oleh Allah. Terutama, yang merugikan dirinya sendiri serta orang lain.
2. Mengeksplorasi Cinta Ilahi
Perlu diketahui selama berabad-abad lalu, para filsuf serta penulis juga telah mencoba mengeksplorasi cinta ilahi. Namun, mereka hanya menemukan beberapa perasaan yang tidak dapat langsung diterjemahkan dengan kata-kata.
Hal ini terutama ketika seseorang bergerak ke tingkat cinta ilahi yang jauh lebih tinggi. Sementara itu, cinta Ilahi dalam Islam sebenarnya bukanlah jenis cinta yang dangkal.
Namun, seringkali dianggap sebagai salah satu perasaan yang sangat tulus antara Tuhan dan manusia.
3. Cinta Ilahi dan Takwa
Sementara itu, di dalam Al-Quran Allah SWT telah menghubungkan cinta ilahi dengan takwa. Allah SWT sendiri telah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 76, yaitu:
“Bukan begitu! Siapa saja yang menepati janji dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah telah mencintai orang-orang yang bertakwa.”
Hal tersebut tentu menunjukkan bahwa cinta Ilahi ini tidak hanya bisa diwujudkan dalam ibadah murni. Misalnya saja seperti shalat, namun juga telah tercermin dalam berbagai macam aspek kehidupan.
Oleh karena itu, dengan mengikuti jalan Tuhan berarti menjadi ujian yang nyata untuk keaslian cinta ilahi. Hal tersebut juga sebenarnya telah diungkapkan dengan indah dalam Al-Quran.
Terutama, pada saat berbicara kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT sendiri juga telah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 31, yaitu:
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “apabila kamu mencintai Allah, maka terus ikutilah aku, maka nantinya Allah akan senantiasa mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
4. Cinta Kepada Makhluk Lain


Cinta kepada Tuhan ini juga menjadi salah satu dasar cinta kepada makhluk lain di alam semesta. Sebab, cinta yang mendalam kepada manusia dan makhluk lain tidak akan pernah dirasakan oleh seseorang yang tidak benar-benar mencintai Tuhan.
Jadi, perbedaan takut dan cinta kepada Allah ini cukup signifikan dan maknanya berbeda.































