Usaha Keras dalam Pandangan Islam, Hakikat dan Syaratnya

0
658
Usaha keras dalam pandangan Islam

Usaha keras dalam pandangan Islam – Sobat Cahaya Islam, sesungguhnya Islam mengajarkan kepada umatnya untuk meraih kemuliaan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Karenanya Allah Ta’ala memerintahkan untuk bekerja untuk mencari nafkah, tidak menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Usaha keras dalam pandangan Islam adalah sesuatu yang mulia.

Dalam menjalani hidup sehari-hari hendaknya setiap muslim mencontoh para Nabi. Mereka adalah orang-orang paling mulia tetapi tetap bekerja untuk mendapatkan nafkah kehidupan. Misalnya saja Nabi Muhammad saw yang bekerja sebagai pedagang, Nabi Daud adalah pembuat baju besi, dan Nabi Yusuf merupakan bendahara negara.

Hakikat Usaha Keras dalam Pandangan Islam

Pada hakikatnya berusaha keras untuk meraih kemaslahatan dunia akhirat merupakan kewajiban dalam Islam. Dalam menjalankan ibadah sehari-hari, setiap muslim mesti memiliki sikap tekun dan pantang menyerah. Demikian juga dalam urusan duniawi, hasil-hasil gemilang seringkali harus didapatkan dengan usaha keras dan perjuangan.

Adapun perintah-perintah Allah ‘Azza wa Jalla yang berkaitan dengan bekerja keras banyak tertuang dalam Al-Qur’an dan hadits. Di antara perintah-perintah tersebut adalah:

1.     Sibuk berusaha untuk akhirat dan tidak melupakan dunia

Allah Ta’ala memerintahkan untuk menyibukkan diri dengan usaha-usaha meraih kemaslahatan di akhirat tanpa melupakan kehidupan dunia. Segala nikmat yang Allah berikan adalah bekal untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Di samping itu, rezeki dari Allah juga bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Usaha keras dalam pandangan Islam

Adapun dalilnya adalah,

“Dan dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, carilah (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi. Dan berbuatlah sebaik-baiknya (kepada orang lain) sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu.” 1

2.     Larangan meminta-minta

Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang umat Islam dari meminta-minta. Lebih baik seseorang berusaha keras dengan cara-cara yang halal daripada hanya berdiam diri dan meminta-minta kepada orang lain. Perbuatan meminta-minta adalah suatu kehinaan.

Bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan adalah sebuah kehormatan. Hadits tentang bekerja dalam Islam adalah,

“Sesungguhnya kalau seseorang di antara kalian mengambil tali lalu pergi ke gunung untuk mencari kayu bakar, kemudian dijual lalu dimakan dan disedekahkan, itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada manusia, baik mereka memberinya atau tidak. Sungguh tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah dan mulailah memberi nafkah kepada tanggunganmu.” 2

3.     Perintah untuk bertebaran di muka bumi

Bertebaran di muka bumi untuk mencari rezeki merupakan salah satu perintah Allah Ta’ala. Melakukan usaha-usaha yang halal dalam mendapatkan rezeki adalah suatu keharusan. Adapun pelaksanaannya adalah sesudah memenuhi kewajiban-kewajiban ibadah.

Dalilnya adalah ayat berikut,

“Apabila shalat telah ditunaikan maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan carilah karunia Allah. Dan banyak-banyaklah mengingat Allah agar kamu beruntung.” 3

Syarat-syarat Usaha Keras dalam Islam

Sobat Cahaya Islam, sesungguhnya usaha keras dalam Islam merupakan bagian dari ibadah. Dalam Islam, perbuatan-perbuatan mubah dapat bernilai ibadah berdasarkan maksud dan niatnya. Karenanya dalam bekerja ada tuntutan bagi setiap muslim untuk memenuhi syarat-syarat agar pekerjaannya bernilai ibadah.

Adapun syarat-syarat tersebut adalah:

1.     Pekerjaan tersebut tidak melanggar syariat Islam

Jadi suatu pekerjaan baru bisa bernilai ibadah jika terlepas dari unsur pelanggaran syariat. Dalam mencari nafkah, unsur-unsur yang melanggar syariat memang kerap ditemui. Contohnya riba, tipu-daya, membuka aurat, transaksi barang haram.

2.     Menyertai pekerjaan dengan niat yang benar

Unsur niat memang sangat penting dalam Islam dan menentukan pahala dari sebuah amalan. Adapun contoh niat yang benar dalam bekerja adalah untuk mencukupi keluarga, memberi manfaat bagi umat, dan memakmurkan bumi.

3.     Profesional dan ihsan

Islam memerintahkan umatnya untuk berbuat ihsan (sebaik-baiknya) dalam setiap sesuatu. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw dalam hadits,

“Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat ihsan atas segala sesuatu.” 4

4.     Menjaga aturan-aturan Allah dalam kerja

Cara bekerja keras dalam Islam adalah dengan tidak meninggalkan syariat. Dalam bekerja seseorang harus menghindari kezaliman, khianat, menipu, atau melampaui batas.

Usaha keras dalam pandangan Islam

5.     Pekerjaan duniawi tidak menghalangi dari kewajiban agama

Jangan sampai mengabaikan kewajiban-kewajiban agama saat bekerja. Misalnya saja menunaikan shalat, membayar zakat, menutup aurat, berkata jujur.

Demikianlah, Sobat Cahaya Islam, penjelasan tentang usaha keras dalam pandangan Islam. Sikap tekun dalam usaha meraih dunia dan akhirat insya Allah akan menuai keberhasilan.


  1. (QS Al-Qashash: 77) ↩︎
  2. (HR Bukhari no 2075 dan Muslim no 1042) ↩︎
  3. (QS Al-Jumu’ah: 10) ↩︎
  4. (HR Muslim no 1955) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY