Menjaga Amanah Sebagai Bukti Keimanan, Ini Dalilnya dalam Al Qur’an dan Hadist

0
2444
menjaga amanah sebagai bukti keimanan

Menjaga amanah sebagai bukti keimanan – Amanah menjadi sifat yang paling dijunjung tinggi dalam agama Islam. Sebab, menjaga amanah sebagai bukti keimanan seorang muslim baik dalam hubungannya dengan Allah maupun sesama manusia. Salah satu sifat wajib Rasulullah SAW harus Sobat Cahaya Islam dalam menegakkan ketauhidan dan menyiarkan ajaran Islam.

Pengertian Amanah dan Dalilnya

Menurut bahasa, amanah adalah janji atau suatu titipan. Sedangkan secara etimologis, amanah berasal dari bahasa Arab bentuk mashdar dari amina-amanatan yang berarti jujur. Sifat paling tinggi dalam Islam tersebut berkaitan erat dengan pekerjaan maupun perkataan. Sebagai sifat dan akhlak utama Rasulullah terdapat dalam ayat Al Qur’an berikut ini:

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” 1

Pengertian amanah juga mencakup apapun yang menjadi kewajiban manusia kepada Allah SWT. Sebetulnya definisi sifat yang memiliki derajat tertinggi tersebut sangat luas. Sebab, tidak hanya dalam hal agama, titipan juga termasuk kehormatan, harta, ilmu pengetahuan, dan banyak lagi.

Menjaga amanah berarti termasuk umat yang bertanggung jawab.

Menjaga Amanah Sebagai Bukti Keimanan dalam Islam

Amanah menjadi salah satu sifat terpuji yang perlu Sobat Cahaya Islam tanamkan sejak dini. Sebab, menjaga amanah sebagai bukti keimanan seorang muslim. Umat yang beriman berarti orang yang meyakini dan mengakui Allah yang esa yakni dengan menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya.

Amanah menjadi ciri dari orang yang beriman karena juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Nabi dan Rasul utusan Allah SWT memiliki sifat amanah untuk menyampaikan wahyu. Hadist tentang amanah salah satunya adalah

Bahwa amanah turun pada bagian hati yang paling dalam dari seseorang, kemudian mereka mengetahuinya dari Al-Qur’an dan mereka mengetahuinya pula dari As-Sunnah. Lalu dia menceritakan kepada kami tentang bagaimana amanah tersebut terangkat.” 2

Jenis-Jenis Amanah dari Segi Relasi

Sifat amanah muncul dari keteguhan iman seorang umat muslim. Sebab, tidak sempurna keimanan bagi orang yang tidak amanah. Menjaga amanah sebagai bukti keimanan dapat Sobat Cahaya Islam lihat dari segi relasinya berikut ini:

1. Amanah Terhadap Allah

Allah memberikan kepercayaan yang sangat besar kepada umatNya. Dari dalil tentang amanah diilustrasikan bahkan langit, bumi, dan gunung tidak mampu mengembannya. Sebagaimana seorang hamba, umat Islam wajib menjaga amanah dengan mematuhi perintah Allah serta harus menjauhi semua larangannya.

2. Amanah Terhadap Manusia

Menjaga amanah sebagai bukti keimanan dapat Sobat Cahaya Islam lihat terhadap hubungannya dengan manusia. Amanah kepada sesama manusia meliputi hak-hak yang harus dijaga antar sesama manusia. Contohnya, ketika manusia mendapatkan amanah berupa pesan atau barang, maka harus menjaganya.

Sebagaimana Rasulullah SAW selalu mengamanatkan menyampaikan amanat kepada orang yang berhak menerima. Apabila menetapkan hukum di antara manusia bertujuan agar menetapkan dengan adil.

menjaga amanah sebagai bukti keimanan

3. Amanah Terhadap Diri Sendiri

Tidak hanya untuk sesama manusia dan Allah, amanah juga harus Sobat Cahaya Islam laksanakan kepada diri sendiri. Amanah terhadap diri sendiri dapat muslim wujudkan dengan memelihara. Umat Islam menggunakan segenap kemampuan guna menjalankan kehidupan dengan baik menitikberatkan pada kesejahteraan dan kebahagiaan diri.

Orang yang amanah pada diri sendiri merupakan orang yang beruntung.

Menjaga amanat sebagai bukti keimanan merupakan derajat tertinggi dalam Islam. Amanah sebagai ciri-ciri orang yang beriman tidak hanya berlaku pada hubungannya dengan Allah dan sesama manusia, melainkan juga untuk diri sendiri. Saking pentingnya amanah, banyak dalil yang menjelaskannya.


  1. (Surah An-Nisa ayat 58) ↩︎
  2. (HR Bukhari nomor 6469 dan Muslim nomor 143) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY