Hukum Puasa Mutih Menurut Islam dan Tata Cara Melaksanakannya

0
2249
Puasa mutih

Puasa Mutih – Jenis puasa ini menjadi salah satu puasa yang sudah tidak asing bagi masyarakat, terutama masyarakat Jawa. Menurut beberapa penelitian, puasa jenis ini tidak termasuk kedalam puasa Sunnah islah. Dari pernyataan ini, dapat Anda simpulkan bahwa puasa putih atau mutih tidak ada hukumnya dalam agama Islam.

Apa Itu Puasa Putih?

Meskipun dalam agama Islam tidak ada puasa putih, namun banyak masyarakat yang masih melakukan puasa ini. Bahkan puasa ini masih sering menjadi tradisi di masyarakat Jawa. Saat melakukan puasa putih, Anda tidak boleh makan-makanan yang bewarna dan berasa.

Umumnya orang yang melakukan puasa putih hanya mengonsumsi air putih dan nasi. Bahkan nasi yang akan Anda makan tidak boleh memiliki rasa baik rasa manis, asin ataupun gurih. Biasanya masyarakat akan melakukan puasa putih ketika memiliki hajat tertentu seperti pernikahan atau acara lainnya.

Seseorang yang akan melangsungkan pernikahan, biasanya akan melakukan puasa putih. Sebab puasa ini dapat membuat aura pengantin lebih cantik saat hari pernikahan. Hal inilah yang menyebabkan puasa putih masih menjadi tradisi di masyarakat Jawa, terutama saat menjelang pesta pernikahan.

Tata Cara Puasa Mutih yang Benar

Sebelum melakukan puasa putih, sebaiknya Sobat Cahaya Islam mengetahui tata caranya terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar ibadah puasa lancar, serta semua harapan dapat terkabul. Berikut tata cara puasa putih yang wajib Anda ketahui, yakni:

1. Sahur dengan Memakan Nasi Putih dan Air Putih

Sama dengan puasa wajib dan Sunnah, Anda harus melakukan sahur terlebih dahulu saat akan puasa mutih. Namun, Anda hanya boleh sahur dengan air putih dan nasi putih saja. Puasa ini biasanya mulai dari adzan subuh hingga Maghrib. Namun sebaiknya Anda membaca doa terlebih dahulu, agar puasa berjalan lancar dan hajat terwujud.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf suka memberi maaf, maka maafkanlah daku”.

2. Menghindari Perilaku yang Buruk

Saat menjalankan ibadah puasa, sebaiknya Anda menghindari perilaku yang kurang baik. Sebab puasa putih tidak hanya menahan lapar dan haus saja, namun juga harus menahan diri dari perbuatan yang buruk. Terlebih dalam ajaran agama Islam, seseorang harus selalu berbuat baik kepada siapapun.

3. Memperbanyak Ibadah

Puasa mutih

Ibadah menjadi salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini juga bisa Anda lakukan saat menjalani puasa putih. Dengan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, Sobat Cahaya Islam akan selalu mendapatkan banyak pahala. Terlebih Allah SWT akan memberikan balasan yang baik kepada hambanya yang suka berbuat baik.

4. Menyegerakan Berbuka Puasa

Sama dengan puasa wajib dan Sunnah lainnya, Anda juga harus menyegerakan berbuka saat adzan Maghrib telah berkumandang. Selain itu, Anda juga harus membaca doa berbuka puasa seperti. Hal ini bertujuan agar Anda mendapatkan banyak pahala dari Allah SWT.

اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إنْ شَاءَ اللَّهُ .

Artinya: “Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang”

Berbagai macam tata cara puasa mutih tersebut dapat Anda terapkan. Namun usahakan untuk memperhatikan kondisi kesehatan, jangan terlalu memaksa apabila kondisi badan sedang tidak sehat. Sebab badan yang kurang fit harus mengonsumsi banyak makanan dan vitamin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY