Pengertian syu’abul iman – Sobat Cahaya Islam, tahukah kalian pengertian syu’abul iman? Apa kalian sudah familiar dengan istilah tersebut, ulasan kali ini kami akan membahas mengenai definisi syu’abul iman serta macam-macamnya.
Pengertian Syu’abul Iman
Sebelum mengetahui macam-macam syu’abul iman, terlebih dahulu perlu kita ketahui pengertian syu’abul iman. Dalam bahasa Indonesia, syu’abul iman diartikan sebagai cabang-cabang iman.
Istilah tersebut diambil dari HR. Bukhari dan Muslim dari sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Iman memiliki tujuh puluh lebih cabang, dan yang paling tinggi adalah kalimat laa ilaaha illallaah, sedangkan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Malu adalah bagian dari iman.’’ (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Rukun iman yang jumlahnya ada 6 kemudian dijabarkan menjadi beberapa perlaku sebagai tanda iman seseorang yang bisa menambah pahala seorang muslim dan jika ditinggalkan akan mengurangi amal.


Syu’abul iman yang diamalkan terdiri dari 77 cabang. Dimana setiap cabang memiliki amalan yang harus dilakukan oleh seorang mukmin. Bilamana 77 amalan dilakukan seluruhnya, maka sempurnalah iman seseorang. Namun jika ditinggalkan imannya ada yang berkurang.
Macam-macam Syu’abul Iman
Setelah pembahasan mengenai pengertian syu’abul iman selanjutnya kami akan membahas tentang dimensi keimanan yang dibahas menjadi 3 bagian yakni meyakini dengan hati, mengamalkan dengan perbuatam, diucapkan dengan lisan.
1. Ma’rifatun bil qalbi
Ma’rifatun bil qalbi artinya meyakini dengan hati. Syu’abul iman yang masuk dalam niat, akidah dan hati terdiri dari 30 cabang diantaranya:
- Iman kepada Allah
- Iman kepada malaikat Allah
- Iman kepada kitab-kitab Allah
- Iman kepada rasul-rasul Allah
- Iman kepada qadha dan qadar
- Iman kepada hari akhir
- Iman kepada kebangkitan setelah kematian
- Iman bahwa manusia akan dikumpulkan di yaumul mahshar
- Iman bahwa mukmin akan tinggal di surge sedangkan kafir akan tinggal di neraka
- Mencintai Allah
- Mencintai dan membenci karena Allah
- Mencintai Rasulullah dan memuliakan
- Ikhlas, menjauhi sifat munafik dan riya
- Bertaubat dan menyesali perbuatan dosa serta berjanji tidak akan mengulang
- Selalu mengharap rahmat Allah
- Takut kepada Allah SWT
- Tidak berputus asa
- Syukur nikmat
- Menjalankan amanah
- Sabar
- Menghormati orang yang lebih tua (tawadhu’)
- Mencintai anak-anak kecil
- Ridha dengan takdir Allah
- Tawakkal
- Meninggalkan sifat takabur
- Tidak iri dengki
- Mempunyai rasa maul
- Tidak mudah marah
- Tidak menipu dan tidak suudzon
- Meninggalkan kecintaan kepada dunia


2. Iqrarun bil lisan
Maksud dari Iqrarun bil lisan yaitu diucapkan dengan lisan. Cabang iman ini terdiri atas 7 perbuatan.
- Membaca kalimat thayyibah
- Membaca Al-Qur’an
- Belajar serta menuntut ilmu
- Memberikan ilmu kepada orang lain
- Berdoa
- Menghindari bacaan yang sia-sia
- Zikir kepada Allah termasuk istighfar
3. ‘Amalun bil arkhan
‘Amalun bil arkhan yaitu mengamalkan dengan melakukan perbuatan. Cabang iman ini terdiri dari 40 perbuatan diantaranya:
- Bersuci
- Menjalankan shalat fardhu dengan baik
- Bersedekah
- Menjalankan puasa wajib dan Sunnah
- Melaksanakan haji bagi yang mampu
- Beri’tikaf
- Menjaga agama
- Menunaikan nazar
- Menunaikan sumpah
- Menunaikan kafarat
- Menutup aurat
- Melaksanakan qurban
- Mengurus jenazah
- Membayar hutang
- Menghindari riba
- Menjadi saksi yang adil
- Berbakti kepada orang tua
- Menikah
- Menunaikan hak keluarga
- Mendidik anak
- Menjalin silaturahmi
- Taat pada orang tua
- Menegakkan pemerintahan yang adil
- Mendukung kebenaran
- Menolong orang lain
- Memperbaiki hubungan muamalah
- Menaati hakim
- Menolong orang
- Amar ma’rug nahi munkar
- Menegakkan hukum islam
- Berjihad
- Menunaikan amanah
- Membayar hutang
- Memberi hak tetangga
- Mencari harta dengan cara halal
- Menyedekahkan harta
- Memberi salam
- Mendoakan orang bersin
- Menghindari perbuatan yang menyusahkan orang
- Menghindari permainan
Demikianlah ulasan mengenai pengertian syu’abul iman dan macam-macamnya. Semoga iman kita selalu meningkat setiap hari dan mendapatkan ridha Allah swt. Selain itu, selalu menggunakan waktu dengan hal-hal yang positif































