Bersikap riya’ – Riya’ atau yang kita kenal dengan istilah sombong atau pamer. Ini merupakan sikap yang Allah larang dan bahkan berbahaya jika kita memelihara sifat tersebut. Pamer atau membanggakan diri adalah sikap yang sungguh buruk, bahkan Allah mengkategorikannya sebagai perbuatan yang keji dan tidak sesuai dengan ajaran islam.
Seorang muslim diajarkan untuk bersikap baik, berbuat baik dan juga tidak membanggakan diri karena sesungguhnya hanya Allah yang Maha Agung. Sehingga manusia tidak seharusnya merasa lebih agung daripada orang lain. Tahukah sobat CahayaIslam, bahwa sifat pamer atau sombong akan membawa kita pada kerugian dan juga keburukan. Itulah kenapa Allah membencinya.
Bersikap Riya’, Ini Kerugian Bagi Pelakunya Menurut Islam


Bersikap riya’ bukanlah sikap yang Allah anjurkan. Bahkan Allah menuliskan hukum riya’ itu sebagai sesuatu yang Allah larang dan juga tidak sesuai dengan ajaran dalam islam. Oleh karena itu, kaum muslimin harus menjauhi sifat tersebut agar tidak jauh dari kebaikan. Apalagi sampai menghapuskan amalan serta pahala atas perbuatannya hanya karena suka pamer atau sombong.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
Ayat ini menegaskan tentang larangan untuk bersikap pamer karena dapat menghilangkan pahala atau sedekah yang kita lakukan. Ini menunjukkan bahwa riya’ ternyata sangatlah buruk sampai dapat mengalahkan kebaikan yang kita lakukan. Terlebih bukan hanya dapat merugikan diri sendiri, sifat ini juga bisa membawa keburukan bagi orang lain lho.
Lalu bagaimana kerugian bagi pelaku riya’ menurut islam?
Lupa Bersyukur


Kerugian bagi pelaku riya’ diantaranya adalah lupa bersyukur. Hal ini karena seseorang yang pandai bersyukur tidak akan membanding-bandingkan hidupnya dengan orang lain. Sehingga tidak akan merasa lebih baik daripada hidupnya dengan orang lain ataupun sebaliknya. Namun orang yang lupa bersyukur, maka akan selalu merasa harus lebih dari orang lain sehingga muncul sifat riya’.
Berkurangnya Keimanan Diri
Riya’ adalah sifat syaitan yang seharusnya tidak boleh kita ikuti. Itulah kenapa Allah melarang kita untuk riya’ bahkan dalam kadar sedikitpun. Sifat ini dapat menggerogoti hati dan pikiran kita, sehingga menyebabkan berkurangnya keimanan diri.
Bersikap riya’ – Riya’ bukanlah cerminan sikap seorang muslim. Terlebih tertulis dengan jelas dan tegas bahwa islam melarang kaum muslimin untuk merasa riya’ dan Allah akan memberikan azab yang pedih bagi pelakunya.
Catatan Kaki:
(1) – Surat Al-Baqarah Ayat 264
































