Dongeng Sebelum Tidur – Tidak jarang anak-anak mengalami kesulitan ketika ingin tidur di malam hari. Karena itu, sering kali orang tua mengakalinya dengan membacakan dongeng sebelum tidur.
Banyak sekali tema dongeng yang kerap orang tua bacakan sebelum tidur. Kendati demikian, seringkali orang tua membacakan dongeng bertema fiktif sebagai pengantar tidur.
Manfaat Membaca Dongeng Sebelum Tidur
Tak banyak orang tahu bahwa ada berbagai manfaat dari kegiatan membaca dongeng sebelum tidur untuk anak. Hal ini mengingat di usia yang masih kecil, anak-anak membutuhkan kegembiraan melalui fantasi-fantasi.
Tentu saja hal tersebut bisa anak dapatkan dari kegiatan membaca dongeng pengantar tidur. Menurut psikolog, zaman sekarang, dongeng masih mempunyai banyak hal untuk diajarkan untuk anak-anak terkait kehidupan.


Selain itu, dongeng juga memberikan pengalaman imajiner yang membentuk diri anak sepanjang hidup. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa orang tua dapat berinteraksi secara verbal dengan anaknya lewat mendongeng.
Dengan demikian, anak-anak juga bisa belajar berbagai hal lebih banyak. Selain itu, membacakan dongeng juga dapat mengurangi gangguan tidur anak-anak saat malam hari.
Lewat dongeng, orang tua juga bisa mengurangi kebiasaan anak-anak bangun ketika malam hari. Banyaknya manfaat dari membacakan dongeng sebelum pergi tidur seharusnya membuat orang tua sadar akan pentingnya kegiatan tersebut.
Dongeng Fiktif dalam Pandangan Islam
Sobat Cahaya Islam, memang dongeng sebelum tidur sangat bermanfaat bagi anak-anak. Kendati demikian, ada baiknya Sobat memahami dampak dari membacakan dongeng fiktif dan karangan kepada anak-anak di bawah ini:
1. Memalingkan Manusia dari Kisah Al Quran
Biasanya dongeng fiktif berasal dari luar negeri yang mayoritas beragama non muslim. Karena itu dikhawatirkan, cerita tersebut memalingkan manusia dari cerita yang ada dalam Al Quran.


Padahal cerita dalam Al Quran sudah Allah SWT nyatakan sebagai kisah terbaik. Hal ini sebagaimana dalam hadits yang berbunyi:
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ (٣)
“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” (Yusuf: 3).
2. Membiasakan Anak dengan Kedustaan
Cerita dongeng tidak jarang berupa karangan dan kebohongan dengan bumbu-bumbu fiktif yang nyata. Sayangnya hal tersebut menimbulkan kekhawatiran membiasakan anak-anak dengan kedustaan.
Tak hanya itu, dongeng karangan bisa membiasakan perbuatan rekayasa, dan tak bersikap tatsabbut atau cek dan ricek. Di dalamnya juga terkandung kisah yang berlebih-lebihan dan penuh khayalan sehingga menjerumuskan.
Padahal islam melarang dengan tegas adanya unsur kebohongan dalam bentuk apapun termasuk saat menghibur orang lain. Nabi Muhammad SAW bersabda:
وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ
“Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Daud no. 4990 dan Tirmidzi no. 3315. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
3. Menyampaikan Cerita yang Tidak Sebenarnya
Tak jarang kisah dongeng berisi cerita yang tidak sebenarnya terjadi di kehidupan nyata. Tidak sedikit cerita tersebut juga mencaci serta melanggar kehormatan orang lain.
Padahal agama islam memerintahkan umatnya untuk menceritakan cerita-cerita yang benar sehingga manusia bisa berfikir. Hal ini sebagaimana yang tertera dalam:
“Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al-A’raf:176)
Bagaimana Cerita yang Harus Orangtua Sampaikan?
Agar anak Sobat tidak terjerumus dengan kedustaan atau kepalsuan dalam sebuah cerita, maka perlu berhati-hati. Baiknya, Sobat menceritakan kisah-kisah nabi dan rasul yang tertera jelas dalam Al Quran dan hadist.
Dengan demikian, anak Sobat bisa meneladani sikap para nabi dan rasul untuk menunjang kehidupan sampai dewasa.
Sobat Cahaya Islam, hendaknya berhati-hati dalam memilah dongeng sebelum tidur untuk anak. Jangan sampai anak Sobat menjadi korban dari kedustaan sebuah dongeng.
































