Penemuan Korban Eksploitasi di Portugal, Perlunya Penjagaan Sistematis

0
987
korban eksploitasi di Portugal

Eksploitasi di Portugal – Beberapa hari ini, kabar duka sedang melanda dunia akibat adanya fenomena kemunculan korban eksploitasi di Portugal. Dikabarkan bahwa korban tersebut awalnya merupakan para tenaga kerja dalam naungan lembaga yang ilegal.

Sobat Cahaya Islam, adanya fenomena eksploitasi di Portugal tentu juga perlu mendapat perhatian publik.

Cukup miris memang, di kala teknologi semakin canggih, namun hal tersebut malah dimanfaatkan sebagai wadah untuk melakukan hal – hal ilegal salah satunya dalam dunia rekrut kerja. Naudzubillah.

Bagaimana Kronologi Terjadinya Penemuan Korban Eksploitasi di Portugal?

Adanya berita penemuan korban eksploitasi di Portugal merupakan salah satu hal yang cukup miris karena hampir melibatkan 243 orang.

Awalnya, ratusan korban tersebut telah ditemukan di lokasi dekat ibukota, yakni Lisbon. Mereka ditemukan dalam keadan berada di gudang besar yang mana menjadi markas kerja mereka dengan budidaya kerang secara ilegal.

Markas tersebut ditemukan oleh polisi maritim sebagai pemimpin penyelidikan dan korban sejumlah 243 orang merupakan para imigran. Menurut data yang dikutip, sebagian besar korbannya berasal dari wilayah Asia Tenggara.

korban eksploitasi di Portugal

Mayoritas eksploitasi tersebut terjadi lantaran para tenaga kerja tersebut berasal dari kalangan ke bawah. Sehingga bisa saja hal tersebut menjadi pemicu para imigran terpaksa mengambil pekerjaan tersebut.

Polisi berhasil menangkap 4 anggota jaringan yang merupakan inti dari adanya budidaya dan perdagangan ilegal tersebut. Mereka ditahan dan akan segera diinterogasi terkait kasus hukum yang menjerat mereka.

Penemuan tersebut menjadi salah satu gerbang awal untuk mendalami adanya kasus perdagangan kerja yang ilegal di Portugal. Para penyelidik kasus tersebut menjelaskan bahwa para korban mayoritas merupakan para migran yang dijebak.

Pada awalnya, mereka dijebak untuk bekerja di beberapa sektor pertanian dengan menyerahkan dokumen identitas. Namun ternyata, seiring perjalanan, para migran tersebut hanya dijadikan pekerja saja tanpa gaji dan dokumen identitasnya ditahan.

Konsep Pekerjaan Menurut Islam

Dalam Islam, bekerja merupakan sebuah kewajiban. Namun tentu saja, pekerjaan tersebut harus sesuai dengan bagaimana konsep syariat Islam. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah yakni :

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

Pekerjaan haruslah halal dan tidak mendzalimi pekerja. Maka fenomena eksploitasi tersebut merupakan antitesa dari bagaimana Islam menjaga masyarakat dan memberikan lingkungan kerja.

Tentu hal ini tidak bisa diterapkan oleh satu departemen saja. Namun juga perlu dilakukan secara sistemik baik dari lokal maupun nasional.

Cara Menjaga Kesejahteraan Masyarakat

Di dalam Islam, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar kesejahteraan masyarakat dapat terjaga. Diantaranya yakni sebagai berikut :

Menyinkronkan Regulasi Daerah dan Nasional

Salah satu hal yang bisa dilakukan dalam penjagaan kesejahteraan masyarakat yakni dengan berusaha untuk menyinkronkan antara regulasi di daerah dan nasional.

korban eksploitasi di Portugal

Penyatuan aturan tersebut adalah hal yang penting untuk dilakukan agar terdapat kesinambungan antar pejabat di setiap daerah. Sebab seringkali terjadi kasus pekerjaan ilegal lantaran adanya oknum di dalam instansi. Selain itu, penting juga ada ketaatan masyarakat pada bangsanya sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat An Nisa ayat 59 yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan fenomena penemuan korban eksploitasi di Portugal. Besar harapannya, fenomena eksploitasi tersebut dapat dikurangi bahkan bisa dihilangkan. Semoga ulasannya bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY