Selebgram Ajudan Pribadi Menipu, Ini Pentingnya Nafkah yang Halal

0
1032
selebgram Ajudan Pribadi

Selebgram Ajudan Pribadi – Belakangan ini banyak sekali kasus penipuan yang jelas merugikan banyak orang. Salah satu kasus terbaru penipuan menimpa selebgram Ajudan Pribadi.

Jelas saja kasus tersebut membuat banyak orang merasa terkejut. Apalagi bagi mereka yang mengenal baik seorang Ajudan Pribadi.

Kasus Penipuan Ajudan Pribadi

Beberapa waktu lalu, polisi mengamankan selebgram Ajudan Pribadi terkait kasus penggelapan dan penipuan. Bahkan Polres Metro Jakarta Barat sudah menetapkan sang selebgram sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Status itu kepolisian berikan berdasarkan barang bukti yang sudah pelapor serahkan. Penyidik kemudian melanjutkan gelar perkara dan meningkatkan status terlapor menjadi tersangka.

Kasus penipuan yang Ajudan Pribadi lakukan sebenarnya terjadi pada bulan Desember 2021 lalu. Pada saat itu, ia menawarkan dua unit mobil yani Mercy dan Land Cruiser.

Selebgram bernama asli Akbar Pera Baharudin itu sudah menjual kedua mobil tersebut kepada temannya yang berinisial AL dengan harga murah. Ajudan Pribadi melakukan langkah tersebut demi melancarkan aksi penipuannya untuk membuat AL tergiur dan membeli mobil bayangan itu.

AL pun melakukan pembayaran hingga tiga kali demi membayar dua mobil yang sudah Ajudan Pribadi tawarkan. Setelah lunas, dua mobil yang Ajudan Pribadi jual tersebut tak pernah sampai ke tangan AL.

Penipuan dalam Islam

Sobat Cahaya Islam, aksi penipuan yang sudah selebgram Ajudan Pribadi tentu merupakan perbuatan tercela. Sebab agama islam mengajarkan umatnya untuk mencari nafkah di jalan yang benar.

Hal ini demi tercapainya nafkah yang halal untuk hidup di dunia dan bekal di akhirat nanti. Karena itulah, islam sangat melarang kasus penipuan demi mendapatkan uang seperti Ajudan Pribadi.

Sayangnya masih banyak orang yang mengabaikan larangan tersebut. Bahkan tak sedikit kepala keluarga yang terus mencari harta haram demi menafkahi keluarganya.

Padhala semua itu akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT di hari pembalasan ataupun akhirat nanti. Oleh sebab itu, penting untuk mencari nafkah halal di jalan yang benar.

Keutamaan Mencari Nafkah yang Halal

Sobat Cahaya Islam, berikut ini ada beberapa keutamaan mencari nafkah terutama di jalan yang benar dan halal:

1.       Mendapat Balasan Berupa Pahala yang Besar

Nabi Muhammad SAW bersabda: HR Bukhari Nomor 56

 “Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari no. 56).

Karena itulah, mencari nafkah di jalan yang benar dengan hati ikhlas untuk meraih wajah Allah akan mendatangkan pahala besar. Tetapi kalau itu hanya kegiatan harian apalagi jika mendapatkannya dengan cara yang salah maka tidak akan membuahkan pahala.

2.       Terhalang dari Siksa Api Neraka

Nabi Muhammad SAW bersabda: HR Ahmad 6: 293

 “Barangsiapa mengeluarkan hartanya untuk keperluan kedua anak perempuannya, kedua saudara perempuannya atau kepada dua orang kerabat perempuannya dengan mengharap pahala dari Allah, lalu Allah mencukupi mereka dengan karunianya, maka amalan tersebut akan membentengi dirinya dari neraka” (HR. Ahmad 6: 293. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini dho’if)

selebgram Ajudan Pribadi

Dari hadits di atas menerangkan keutamaan mencari dan memberikan nafkah terutama kepada anak perempuan dari jalan yang benar maka menghalangi siksa api neraka. Hal ini jelas saja berbeda jika Anda mencari nafkah di jalan yang haram.

3.       Harta Semakin Barokah dan Mendapat Ganti

Anda yang mendapatkan harta dari cara halal dan menafkahinya maka akan berkah serta mendapatkan ganti. Nabi Muhammad SAW bersabda: HR Bukhari Nomor 1442 dan Muslim Nomor 1010.

 “Tidaklah para hamba berpagi hari di dalamnya melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, “Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang senang berinfak.” Yang lain mengatakan, “Ya Allah, berilah kebangkrutan kepada orang yang pelit.” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010).

Oleh sebab itu, penting untuk selalu mencari harta yang halal dan menafkahinya di jalan benar. Selain itu, Anda jangan mengikuti jejak selebgram Ajudan Pribadi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY