Makna Hari Raya Idul Fitri Adalah?

0
841
Idul Fitri adalah

cahayaislam.id – Hari raya idul Fitri adalah salah satu hari yang paling ditunggu-tunggu umat Islam selepas menjalankan ibadah Puasa Ramadhan selama sebulan.

Puasa Ramadhan termasuk perintah Allah kepada umat manusia agar dapat menguatkan peduli sosial, iman, serta semakin mencintai alam semesta.

Sebagaimana Allah SWT berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Surat Al Baqarah ayat 183)

Idul Fitri mempunyai banyak sekali makna. Makna Idul Fitri secara umum yaitu festival atau perayaan. Berdasarkan, kalender Islam atau Qomariah terdapat dua hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

Alasan Menyambut Idul Fitri

Biasanya lebaran Idul Fitri dilakukan selama tiga hari, sedangkan Idul Adha selama empat hari atau hari raya besar. Dua hari Raya ini merupakan dua peristiwa yang berbeda dan melatarbelakangi sejarah umat Islam.

Idul Fitri diartikan sebagai hari raya berbuka puasa. Di mana puasa wajib bagi umat Islam sekitar bulan penuh sejak matahari terbit sampai terbenam. Selain itu, Ramadhan juga untuk memperingati turunnya Alquran oleh Nabi Muhammad SAW.

Seperti pada firman Allah SWT yang berbunyi,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (Q.S. Al-Baqarah: 185)

Cara Umat Islam Menyambut Idul Fitri

Penyambutan Idul Fitri adalah berlangsung selama dua sampai tiga hari. Di mana pada pagi hari di hari pertama Idul Fitri umat Islam melaksanakan sholat Ied.

Bahkan, di saat yang bersamaan umat Islam saling mengucapkan selamat Idul Fitri dengan melakukan jabat tangan dan pelukan formal.

Tidak hanya berhenti di situ, di rumah juga akan tersedia hidangan manis dan hadiah-hadiah yang sering diberikan kepada anak-anak.

Pada hari Fitri umat Islam akan saling bermaaf-maafan. Tradisi seperti ini bervariasi dari tiap-tiap negara. Sebagian besar negara, hari raya Idul Fitri menjadi libur nasional.

Sekolah-sekolah serta perkantoran akan diliburkan, sehingga umat Islam bisa berkumpul dengan orang tercinta.

Makna Spiritual dari Idul Fitri

Idul Fitri umumnya menandakan berakhirnya bulan suci Ramadhan. Makna spiritual yang ada di dalamnya yaitu refleksi dan kegembiraan.

Idul Fitri juga menjadi salah satu waktu untuk amal, yang dikenal sebagai Zakat al-Fitr. Idul Fitri bermaksud sebagai waktu sukacita dan penuh berkah bagi semua umat Muslim.

Sehingga sangat cocok sebagai waktu untuk membagikan harta kekayaan kepada yang tidak mampu.

Bahkan, dalam Al-Qur’an menyebutkan bahwa “percayalah kepada Allah dan utusannya, serta berikan amalan bahwa Allah sudah membuat ahli waris. Bagi Anda yang sangat percaya dan memberi amal akan mendapatkan hadiah besar.”

Berbagi dengan orang lain adalah satu hal yang sangat bermanfaat. Sebab bisa membuat sesama dari kita merasakan hal-hal yang membahagiakan.

Seperti firman Allah SWT,

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,” (QS. An-Nisa:36)

Jadi dapat diketahui bahwa idul Fitri adalah makna yang luar bisa untuk umat muslim yang ada di dunia.

Selamat menyambut dan merayakan lebaran idul Fitri, semoga senantiasa selalu diberkahi oleh Allah. Selalu jaga kesehatan dan diri sendiri agar terhindar marabahaya.

Nah, Sobat Cahaya Islam, demikian informasi menarik yang bisa disampaikan terkait makna menyambut Idul Fitri. Semoga adanya informasi ini bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin mengetahui makna idul Fitri.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY