Viani Limardi Dipecat, Tips Cari Uang Halal

0
859
viani limardi

Viani Limardi – Bagi yang suka dalam menyoroti dunia politik khususnya negeri, tentu akan mengenal sosok Viani Limardi yang merupakan mantan anggota DPRD DKI.

Ia harus mengalami kepahitan hidup di masa pandemi sebab dianggap melakukan tindakan pencurian dalam jumlah besar yakni kasus penggelembungan dana reses.

Sobat Cahaya Islam, terlepas dari kebenaran perbuatan Viani Limardi umat harusnya tidak menjadikan hal tersebut sebagai kewajaran.

Kendati korupsi, penggelembungan dana kerap politisi lakukan namun umat tak boleh menggeneralisir.

Siapa Sosok Viani Limardi yang Pernah Menjadi Mantan DPRD DKI?

Sobat Cahaya Islam, nama Viani Limardi kembali diperbincangkan baik di sosial media bahkan media cetak sekalipun.

Singkatnya, Viani pernah menjabat sebagai salah satu anggota DPRD DKI dari perwakilan PSI (Partai Solidaritas Indonesia).

viani limardi

Partai tersebut merupakan partai yang baru muncul sekitar 2 -3 tahun lalu. Cukup mengherankan memang, awalnya partai ini hadir dengan slogan “anti korupsi” bahkan juga menyindir beberapa partai lainnya.

Namun, selama perjalanannya cukup banyak yang memberitakan beberapa politisi PSI terjerat dalam kasus ini.

Kehidupan dalam sistem sekarang memang amatlah sulit. Jika mereka tak benar – benar kuat memegang aqidahnya maka umat yang akan tergerus dengan kehidupan serba bebas dan manipulasi sekarang.

Bagaimana Seharusnya Umat merespon akan Tindakan Viani Limardi?

Sobat Cahaya Islam, rezeki adalah salah satu wujud kecintaan yang Allah SWT berikan kepada hambanya.

Biasanya umat secara tidak langsung menganggap rezeki sesungguhnya yakni materi yang Ia dapat. Misalnya, upah kerja maupun hasil jerih payahnya.

Sehingga wajar bukan, dari dulu sampai sekarang umat senantiasa berlomba – lomba untuk mencukupi kebutuhan hidup bagaimanapun caranya.

Terkadang, sampai ada umat yang dapat menghalalkan segara cara

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kasus Viani Limardi dan bagaimana umat meresponnya.

Jangan sampai umat juga ikut terjebak dengan kondisi perekonomian hari ini yang memang kerap menjebak umat dalam himpitan ekonomi.

Sebab, salah satu faktor terbesar tindakan dzalim maling uang rakyat juga karena faktor ekonomi dan godaan gaya hidup. Naudzubillah.

Tips Cari Uang yang Berkah

Sobat Cahaya Islam, rezeki yang telah Allah SWT berkahi adalah rezeki yang dapat menyejahterakan kehidupan dan dapat memberikan ketenangan.

Namun, agar uang tersebut menjadi berkah butuh beberapa strategi yang harus umat lakukan. Beberapa tips diantaranya :

1.    Cari Pekerjaan yang Halal

Sobat Cahaya Islam, hal utama yang perlu umat lakukan yakni senantiasa berusaha untuk mencari pekerjaan yang halal.

viani limardi

Kehalalan dalam pekerjaan seseorang akan menjadikan ketenangan dalam hidup umat sendiri. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala yakni dalam surat Ar Rum – 40 :

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَٰلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Artinya : Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, lalu menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah itu ada yang mampu berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Maha tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

2.      Bersikap Amanah dan Jujur

Selain itu, dalam bekerja umat juga perlu menanamkan karakter amanah dan jujur dalam hati masing – masing.

Bersikap amanah dalam kehidupan serba bebas era sekarang sangatlah sulit. Alih – alih amanah, malah biasanya banyak yang mau tak mau terjerat dalam pekerjaan yang penuh manipulatif. Naudzubillah.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kasus dari Viani Limardi serta bagaimana tanggapan dari umat.

Semoga ke depan, umat dijauhkan dari karakter – karakter yang dapat merugikan bangsa khususnya bagi para politisi Indonesia. Padahal sejatinya mereka harus lebih banyak memberikan pertolongan pada negeri.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY