6 Motivasi Semangat Bekerja bagi Pencari Nafkah

0
1762
Semangat Bekerja

Semangat Bekerja – Motivasi mendorong kita untuk bertindak dan melakukan sesuatu sehingga kita dapat mencapai tujuan kita. Setiap orang dalam mencapai tujuannya, ada beberapa yang membutuhkan motivasi agar semangat bekerja.

Sebagai seorang Muslim, motivasi terbesar kita adalah pahala dari Allah SWT. Allah SWT memang menjanjikan pahala bagi orang-orang yang semangat dalam bekerja dan berikhtiar mencari rezeki. Terutama bagi para kepala keluarga yang berjuang mencari nafkah.

Semangat Bekerja dengan Motivasi Pahala

Sobat Cahaya Islam, Tanpa motivasi, kita mungkin bisa tidak bersemangat melakukan apa-apa. Motivasi memberi kita kekuatan tersendiri. Maka yang paling membuat orang Islam bersemangat adalah motivasi pahala.

Motivasi pahala membuat kita lebih memaknai setiap pekerjaan yang dilakukan. Sehingga hal tersebut membuat pekerjaan terasa ringan dan menyenangkan. Berikut dalil yang bisa dijadikan motivasi agar para pejuang nafkah semakin semangat dalam bekerja.

1. Nafkah Lebih Utama daripada Sedekah

Semangat Bekerja

Bagi yang gemar sedekah, ketahuilah bahwa nafkah yang diberikan kepada keluarga untuk kebutuhan hidup sehari-hari, harus lebih diutamakan dari pada memberi sedekah. Bukan berarti kita tidak perlu sedekah, tetapi nafkah keluarga lebih besar pahalanya, seperti dalam dalil di bawah ini:

“Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi, pen)” (HR. Muslim no. 995).

2. Mendapatkan Pahala yang Banyak

Seperti yang sudah kita bahas di paragraf sebelumnya, bahwa motivasi besar bagi seorang muslim itu adalah pahala. Dalil di bawah ini membawa kabar gembira bagi para pencari nafkah. Semoga bisa memotivasi kita agar semakin semangat bekerja mencari nafkah dengan ikhlas.

“Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari no. 56).

3. Tetap Dihitung Sebagai Sedekah

Seseorang yang memberi nafkah kepada keluarganya, selain akan mendapatkan pahala dari memenuhi tanggung jawab, ia juga akan mendapatkan pahala sebagaimana sedekah dari setiap nafkah yang ia berikan. Baik Harta yang ia berikan kepada istrinya, kepada anaknya atau kepada dirinya sendiri. Dalilnya jelas menyebutkan demikian.

“Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah” (HR. Ahmad 4: 131)

4. Memberi Nafkah Tidak Akan Pernah Merugi

Semangat Bekerja

Nafkah adalah perintah dari Allah SWT terhadap seorang suami kepada anak dan istrinya. Sehingga memberikan nafkah berarti sama dengan menunaikan perintah Allah SWT. Maka memberikan harta sesuai perintah akan tidak akan membuat kita rugi. Harta akan semakin berkah dan bertambah.

5. Menunaikan Tanggung Jawab

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, suami bertanggung jawab atas nafkah kepada istri dan anaknya. Maka, seorang suami harus semangat bekerja memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena di akhirat nanti, ia akan diminta pertanggung jawaban atas itu. Jika dikerjakan dengan baik, maka akan mendapat pahala yang banyak.

“Allah akan bertanya pada setiap pemimpin atas apa yang ia pimpin” (HR. Tirmidzi no. 1705. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

6. Perisai dari Siksa Neraka

Memperhatikan dan mengutamakan nafkah untuk keluarga akan menjadikan kita terhalang dari siksa neraka. Hal itu karena memberi nafkah sama saja seperti bersedekah, dan sedekah menjadi penghalang siksa neraka meski hanya sebelah kurma. Seperti yang disebutkan hadis di bawah ini.

“Selamatkanlah diri kalian dari neraka walau hanya melalui sedekah dengan sebelah kurma” (HR. Bukhari no. 1417).

Itulah ke enam motivasi yang bisa kita gunakan untuk menambah semangat bekerja kita untuk menunaikan tugas dan tanggung jawab sesuai perintah dari Allah SWT. Terlebih setelah mengetahui dalil-dalil di atas, semoga semakin membuat kita bersemangat mengejar pahala dari Allah SWT melalui jalan memberi nafkah kepada keluarga.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY