Tidur Setelah Maghrib, Bolehkah Dalam Islam?

0
1154
Tidur Setelah Maghrib 1

Tidur setelah maghrib – Tidur adalah rutinitas yang kita lakukan sebagai kebutuhan sehari-hari. Bahkan dalam dunia kesehatan, waktu tidur yang baik juga perlu diperhatikan. Apabila kurang tidur, maka ini dapat mengganggu kesehatan begitu juga saat kelebihan tidur. Maka dari itu kita juga perlu mengatur waktu tidur kita dengan baik.

Dalam islam, kita dianjurkan untuk tidur di waktu-waktu yang baik dengan kebutuhan yang cukup. Allah sendiri juga tidak suka kaum muslimin yang bermalas-malasan sehingga terlalu banyak tidur dalam islam juga dilarang. Waktu malam adalah waktu tidur yang baik untuk tidur, lalu bagaimana pandangan islam mengenai tidur setelah maghrib?

Tidur Setelah Maghrib, Begini Pandangan Islam Tentang Hal Ini

Tidur Setelah Maghrib 2

Tidur setelah maghrib terkadang kita lakukan, apalagi jika sedang dalam keadaan lelah. Namun sebenarnya, dalam islam sendiri tidur di waktu maghrib atau setelah maghrib tidak dianjurkan. Hal ini dikarenakan Rasulullah pun menganjurkan waktu tidur adalah di malam hari, bukan di waktu setelah maghrib.

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا

Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.

Dalam ayat ini menjelaskan tentang waktu tidur adalah malam hari. Sementara siang merupakan waktu yang digunakan untuk berusaha atau lebih tepatnya adalah bekerja. Itu sebabnya, waktu-waktu seperti ashar, maghrib bahkan di waktu isya’ dilarang untuk tidur. Lalu apa alasannya tidak diperbolehkannya tidur setelah maghrib menurut pandangan islam?

Terlewat Ibadah Shalat Isya’

Alasan tidak diperbolehkannya tidur setelah maghrib adalah karena dikhawatirkan terlewat ibadah shalat isya’. Rasulullah SAW pun menganjurkan untuk tidur setelah melaksanakan ibadah shalat isya’ agar tidak lalai. Terlebih apabila kita melalaikan shalat isya’ dikarenakan tidur maka ini sama halnya berbuat dosa. Allah tidak menyukai golongan orang yang melalaikan ibadahnya apalagi untuk tidur.

Bukan Waktu Tidur Yang Baik

Dalam islam, ada waktu-waktu yang tidak Allah anjurkan untuk tidur. Diantaranya setelah ashar, subuh dan juga maghrib. Sehingga tidur di waktu setelah maghrib bukanlah waktu yang baik dan lagi dikhawatirkan melalaikan ibadah shalat setelahnya. Ini tentu saja bertentangan dengan ajaran islam dan juga apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah membiasakan tidur setelah shalat isya’ dan bangun di sepertiga malam.

Tidur adalah kebutuhan, namun tentu saja harus sesuai dengan waktu tidur yang dianjurkan. Baik dalam dunia kesehatan maupun juga sesuai ketentuan dalam islam. Sebagai seorang muslim, kita harus melihat apa-apa yang diperbolehkan dan yang tidak. Terlebih apabila tidur sampai mengganggu terlaksananya ibadah, maka ini tidak Allah perbolehkan tentu saja.

Tidur setelah maghrib – ini bukanlah waktu tidak yang menjadi kebiasaan Rasulullah. Baik Rasulullah SAW maupun ajaran islam sendiri menganjurkan waktu tidur itu di malam hari setelah melaksanakan ibadah shalat isya’. Hal ini untuk menghindari kelalaian kita dalam beribadah dan juga agar tidur dapat lebih nyenyak jika sudah melaksanakan apa yang menjadi kewajiban kita tentu saja sobat CahayaIslam.


Catatan Kaki:

(1) Surat Al-Furqan Ayat 47

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY