Ketentuan Taubatan Nasuha Qoblal Maut dalam Islam

0
34
Taubatan nasuha qoblal maut

Taubatan nasuha qoblal maut merupakan salah satu bacaan doa yang bisa dipanjatkan umat muslim pada saat sujud terakhir ketika sholat. Doa tersebut termasuk bentuk pengharapan serta kerendahan diri kepada Allah Swt.

Doa setelah sujud terakhir juga menjadi wadah untuk memohon ampunan. Selain itu, mengungkapkan keinginan, serta merenungkan nikmat-Nya yang tidak terhitung.

Hukum Berdoa Taubatan Nasuha Qoblal Maut

Pada dasarnya, umat Islam harus mengetahui terlebih dahulu tentang hukum membaca doa saat sujud terakhir. Hukum berdoa saat sujud terakhir sebenarnya adalah sah atau boleh dilakukan.

Namun, hal tersebut sudah ada ketentuan yang harus diketahui oleh setiap umat Islam. Ketentuan tersebut diantaranya sebagai berikut:

1. Berdasar Teladan Nabi Muhammad saw

Ketentuan pertama yaitu harus berdasarkan pada teladan Nabi Muhammad saw. Sebagaimana terdapat dalam sebuah hadis yang telah diriwayatkan oleh Barro’ bin ‘Azib:

“Aku sudah pernah shalat bersama Nabi Muhammad saw. Aku akan mendapati bahwa berdiri, rukuk, sujud, duduk sebelum salam dan berpaling, semuanya hampir sama (lamanya).”

Ini sangatlah benar. Namun, sampai saat ini ada tempat doa selain sujud, yaitu setelah tasyahud. Saat itu Nabi Muhammad saw telah bersabda bahwa:

“Kemudian setelah tasyahud, terserah pada Sobat Cahaya Islami berdoa dengan doa apa saja.”

Maka berdoalah saat itu harus sedikit atau lama, sesudah tasyahud akhir sebelum salam. Melalui hadis yang ada di atas, tentu telah menunjukkan bahwa berdoa pada saat sujud tidak boleh melewatkan bagian yang lainnya. Di mana shalat dengan waktu yang sama di antara semua bagian shalat.

Sama halnya seperti rukuk dan duduk di antara dua sujud. Dengan begitu, nantinya tidak akan kehilangan doa di bagian yang paling istimewa.

2. Bersumber dari Al-Quran

Ketentuan ketiga yaitu doa yang telah dipanjatkan dengan bersumber dari Al-Qur’an. Hal tersebut karena pedoman bagi kehidupan manusia adalah Al-Qur’an.

Jadi, saat berdoa juga harus bisa sesuai dengan Al-Qur’an. Hal ini karena dijamin lebih mustajab, bahkan doa yang berasal dari orang-orang saleh sebelumnya ada di dalam Al-Qur’an.

Inilah doa setelah sujud terakhir yang dapat dibaca agar diberikan kesempatan untuk bertobat terlebih dahulu sebelum wafat, yaitu:

“Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut.”

Artinya: “Ya Allah berikanlah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum akhirnya wafat.”

3. Dikabulkan Allah Swt

Taubatan nasuha qoblal maut

Doa sesudah sujud terakhir nantinya akan dikabulkan oleh Allah Swt. Hal tersebut sebagaimana telah dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ras, berikut ini:

“Adapun ketika rukuk, maka Sobat Cahaya Islami harus mengagungkanlah Allah. Sedangkan saat sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena doa tersebut pasti akan langsung dikabulkan.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 479]

Melalui hadis yang ada di atas, telah menjelaskan bahwa umat Islam haruslah bersungguh-sungguh ketika menjalankan setiap gerakan shalat.

Tidak terkecuali saat sedang sujud haruslah bersungguh karena pada waktu itulah, manusia berada paling dekat dengan Allah Swt. Jadi, apabila umat muslim telah bersungguh-sungguh, Insyaallah akan langsung dikabulkan oleh Allah Swt.

Jadi bisa dikatakan bahwa taubatan nasuha qoblal maut ini dapat diterapkan pada sholat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY