Perselisihan di masa sahabat – Sobat Cahaya Islam, banyak orang mengira bahwa para sahabat Nabi ﷺ selalu sependapat dan tidak pernah berselisih. Padahal, sejarah mencatat bahwa contoh perselisihan di masa sahabat justru menunjukkan kedewasaan mereka dalam menyikapi perbedaan.
Perselisihan itu bukan karena hawa nafsu atau ambisi duniawi, melainkan karena semangat menjaga kemurnian ajaran Islam sesuai pemahaman masing-masing.
Contoh Perselisihan di Masa Sahabat Bukan Tanda Permusuhan
Dalam Islam, perbedaan pendapat dalam Islam bukan hal yang tabu. Bahkan, Allah menciptakan manusia dengan akal dan pemahaman yang berbeda-beda agar muncul ijtihad, analisa, dan hikmah dalam menilai sesuatu.
Para sahabat pun demikian. Mereka adalah generasi terbaik yang pernah hidup, namun tetap bisa berbeda pandangan dalam masalah-masalah tertentu.
Allah Ta’ala berfirman:
“وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ”
“Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.” 1
Contoh Perselisihan Sahabat
Berikut adalah beberapa contoh perselisihan antara sahabat yang perlu sobat cahaya Islam ketahui:
Shalat Ashar di Bani Quraizhah
Salah satu kisah sahabat Nabi yang terkenal adalah ketika Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat untuk tidak shalat Ashar kecuali di wilayah Bani Quraizhah. Sebagian sahabat memahami perintah itu secara harfiah, sehingga mereka menunda shalat Ashar hingga tiba di tempat tujuan, meskipun waktu hampir habis.
Namun sebagian sahabat lain memahami maksud perintah itu sebagai dorongan agar mereka bersegera berangkat, dan tetap melaksanakan Ashar di waktu normal.
Meski mereka berbeda dalam pelaksanaan, Rasulullah ﷺ tidak menyalahkan salah satu kelompok. Inilah bentuk perbedaan pendapat dalam Islam yang masih ditoleransi, karena didasari niat yang benar dan semangat menaati Rasul.
Perselisihan Antara Abu Bakar dan Umar
Sobat Cahaya Islam, dua sahabat paling mulia setelah Nabi, Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, juga pernah berselisih. Dalam beberapa riwayat, keduanya berbeda pendapat dalam strategi peperangan, dalam keputusan terhadap tawanan Perang Badar, hingga dalam musyawarah kepemimpinan.
Namun mereka tetap menjaga adab dan saling menghargai. Bahkan, Umar seringkali mengakui kesalahan dirinya dan membenarkan pendapat Abu Bakar. Ini menunjukkan akhlak sahabat Nabi yang luar biasa dalam menyikapi perbedaan.
Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an:
“إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ…”
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu…” 2
Perselisihan Politik di Zaman Ali dan Mu’awiyah
Perselisihan yang paling besar terjadi setelah wafatnya Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Ketika Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, Mu’awiyah bin Abu Sufyan menolak berbaiat hingga kasus pembunuhan Utsman dituntaskan. Peristiwa ini memicu Perang Shiffin, salah satu ujian terbesar bagi umat Islam kala itu.


Namun para sahabat besar yang terlibat tetap berangkat dari niat yang ikhlas. Mereka tidak saling mengkafirkan, dan tidak menjadikan perbedaan politik sebagai alasan untuk menghina satu sama lain. Bahkan Ali berkata tentang para lawannya: “Mereka adalah saudara kita yang memberontak kepada kita.”
Hikmah dari Perselisihan Sahabat
Hikmah dari perselisihan sahabat sangat besar. Pertama, kita belajar bahwa tidak semua perbedaan itu buruk. Kedua, Islam memberi ruang untuk ijtihad selama tidak menyimpang dari dasar syariat. Ketiga, adab dalam perbedaan jauh lebih penting daripada menang dalam argumen.
Allah SWT berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا…
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…” 3
Sobat Cahaya Islam, belajar dari contoh perselisihan di masa sahabat memberikan kita pelajaran penting: bahwa perbedaan pendapat adalah hal biasa selama kita menjunjung tinggi akhlak, adab, dan niat yang tulus. Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk membenci, apalagi memutus ukhuwah. Mari teladani kedewasaan para sahabat dalam berselisih, agar kita tetap bersatu dalam keimanan.
Jika Sobat Cahaya Islam ingin membaca kisah inspiratif sahabat lainnya, teruslah ikuti artikel-artikel kami. Semoga kita mampu meneladani sikap bijak para sahabat dalam perbedaan, dan tetap teguh di jalan kebenaran. Aamiin.
































