Inilah Pengertian Zakat Secara Lengkap dan Jelas

0
654

Ada 5 rukun dalam Islam. Salah satunya adalah zakat. Zakat biasanya identik dengan zakat fitrah, yang mana zakat tersebut kita lakukan sebelum hari ray Idul Fitri. Namun, selain zakat fitrah ada juga zakat yang wajib kita keluarkan. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pengertian zakat terlebih dahulu. Zakat adalah salah satu ibadah yang mana kita wajib mengeluarkan sebagian harta kita kepada yang berhak menerimanya sesuai aturan yang berlaku. Allah memang memerintahkan kita umat Islam untuk berzakat seperti yang telah tertulis dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 77:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

“Dirikanlah Sholat dan tunaikanlah zakat!”

Zakat Fitrah

Ada 2 macam zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Mulai dari pengertian zakat fitrah, yaitu zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang sudah baligh untuk menyempurnakan puasa Ramadhan. Waktu menunaikan zakat fitrah adalah saat memasuki bulan Ramadhan hingga sebelum melaksanakan sholat ‘Id. Sedangkan waktu yang paling utama untuk menunaikan zakat firtrah adalah pada malam ‘Id hingga sebelum sholat ‘Id. Zakat fitrah harus berupa bahan makanan pokok dari masing-masing daerah. Misalnya, di Indonesia kita wajib menunaikan zakat fitrah dengan beras karena makanan pokok kita adalah nasi. Selain pengertian zakat, kita juga harus tahu besaran zakat fitrah yaitu 1 sha’ atau 2,743kg.

Zakat Maal

Zakat yang kedua adalah zakat maal. Pengertian zakat maal adalah zakat harta yang kita miliki apabila sudah mencapai nishab dan haul. Nishab berarti harta tersebut sudah mencapai jumlah tertentu sedangkan haul berarti harta ang kita miliki tersebut sudah 1 tahun atau lebih. Harta yang wajib dizakatai antara lain harta temuan, emas, perak, hasil laut, perkebunan, perniagaan, peternakan, dan lain sebagainya. Semua harus mencapai haul kecuali harta temuan dan hasil buah-buahan. Berdasarkan pengertian zakat di atas, zakat maal bisa dilakukan kapan saja jika sudah mencapai nishab dan haul.

Mustahiq Zakat

نَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Berhubungan dengan pengertian zakat, mustahiq adalah orang yang berhak menerima zakat. Berdasarkan Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60, ada 7 golongan umat Islam yang berhak menerima zakat. Yang pertama adalah fakir, yaitu orang yang tidak memiliki harta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta tidak mampu berikhtiar atau seperti bekerja. Golongan inilah yang paling diutamakan. Golongan kedua adalah miskin, yaitu orang yang serba kekurangan sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya meskipun memiliki penghsilan.

Golongan ketiga adalah ‘amil, yaitu orang yang bertugas mengumpulkan serta membagikan zakat. Bahasa simpelnya adalah panitia zakat. Golongan selanjutnya adalah muallaf, yaitu orang yang baru saja masuk Islam dan masih lemah imannya. Gharim juga termasuk salh satu mustahiq, yaitu orang yang memiliki hutang banyak hingga tidak mampu meluasinya.

Budak atau hamba sahaya juga berhak menerima zakat, yaitu orang yang belum merdeka atau dimerdekakan. Selanjutnya adalah golongan sabilillah yaitu orang yang berjaung di jalan Allah seperti mujahid, ulama, dan siapapun yang mengajarkan ilmu agama Islam. Terakhir adalah sabil atau musafir, yaitu orang yang sedang bepergian di jalan Allah. Jadi, pengertian zakat tidak hanya mencakup macam-macamnya tetapi juga kepada siapa zakat harus dikeluarkan.

Sebenarnya masih ada banyak yang perlu dijelaskan perihal zakat sih, namun untuk kali ini hanya itu saja penjelasan singkat tentang pengertian zakat yang harus kita ketahui. Insha Allah kita akan melanjutkan artikel yang membahas tentang zakat ini lebih lanjut dikesempatan lainnya. Jangan lupa pula untuk melihat detail tentang ancaman meninggalkan zakat yang telah kami bahas di dalam artikel yang lain.

Setelah mengetahui macam-macam zakat dan orang yang berhak menerima zakat, kita harus lebih teliti dengan harta kita apakah sudah wajib zakat atau belum. Selain itu, zakat juga harus diberikan tepat sasaran. Mudah-mudahan kita bisa menyempurnakan zakat kita, sebagai bagian dari melaksanakan salh satu rukun Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!