Hukum Hijrah karena Tren – Sobat Cahaya Islam, hijrah adalah salah satu perjalanan paling mulia dalam hidup seorang Muslim. Namun, bagaimana jika seseorang berhijrah bukan karena dorongan iman, melainkan karena ikut-ikutan tren? Apakah hijrah seperti ini boleh dalam Islam?
Makna Hijrah yang Sesungguhnya
Secara bahasa, hijrah berarti berpindah. Dalam syariat, hijrah bermakna meninggalkan sesuatu yang haram menuju apa yang Allah ridhai. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
الْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (1)
Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah hati: dari lalai ke sadar, dari dosa ke taubat, dari kebatilan ke kebenaran. Inilah esensi hijrah yang menjadi penekanan dalam Islam.
Ketika Hijrah Jadi Tren


Di zaman media sosial ini, banyak orang menampilkan proses hijrahnya secara publik. Ada yang terinspirasi, ada pula yang ikut-ikutan agar tampak religius, mengikuti arus populer.
Apakah salah hijrah karena tren? Jika niatnya hanya ingin dianggap baik, maka itu termasuk riya’, dan ini adalah dosa yang membatalkan amal. Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ: الرِّيَاءُ
“Sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil: yaitu riya’.” (2)
Namun, jika awalnya karena ikut tren lalu berubah menjadi sungguh-sungguh karena Allah, maka itu adalah kabar baik. Allah melihat akhir dari amal, bukan hanya awalnya. Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada akhirnya.” (3)
Hukum Hijrah karena Tren dan Cara Menyikapinya
Sobat Cahaya Islam, tidak semua orang langsung hijrah karena pemahaman yang kuat. Ada yang memulainya karena ajakan teman, lingkungan, bahkan gaya. Namun bila terus dibimbing, ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang ikhlas dan teguh.
Dalam Islam, setiap langkah kebaikan bernilai ibadah jika disertai niat karena Allah. Maka, penting bagi yang sudah hijrah untuk:
- Meluruskan niat secara bertahap.
- Menuntut ilmu agama agar tidak hanya berpenampilan islami, tapi juga berakhlak islami.
- Berdoa kepada Allah agar diberi keteguhan dan keikhlasan.
Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (4)
Hijrah karena tren bisa menjadi awal yang baik jika berlanjut kepada keikhlasan. Sebaliknya, bila hanya berhenti di permukaan, maka akan menjadi hiasan kosong yang rapuh di hadapan ujian. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah yang berhijrah dengan hati dan amal, bukan hanya dengan simbol.
Referensi:
(1) HR. Bukhari no. 10
(2) HR. Ahmad no. 23630
(3) HR. Bukhari no. 6607
(4) QS. Al-Baqarah: 218
































