Cara Mengontrol Emosi Bisa Lakukan Teknik Ini!

0
129
cara mengontrol emosi

Cara mengontrol emosi – Sobat Cahaya Islam, cara mengontrol emosi merupakan keterampilan hidup yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Emosi, terutama amarah, merupakan fitrah manusia, tetapi membiarkannya menguasai kita dapat merusak hubungan sosial, kesehatan mental, bahkan keimanan kita.

Islam tidak meminta kita untuk menghilangkan emosi, melainkan mengajarkan manajemen emosi yang bijak, dan mengarahkannya menjadi energi positif. Menguasai emosi adalah penanda kekuatan spiritual yang sesungguhnya.

Seringkali kita mencari solusi psikologis modern untuk mengatasi luapan emosi, padahal Al-Qur’an dan Sunnah telah menyediakan panduan yang sangat praktis dan mendalam. Fenomena penyebab gampang emosi seringkali berkaitan dengan kurangnya kesabaran dan keimanan yang lemah.

Panduan Praktis Cara Mengontrol Emosi Menurut Sunnah Nabi

Sobat Cahaya Islam, Rasulullah SAW, sebagai teladan terbaik, memberikan serangkaian langkah praktis yang dapat kita ikuti segera ketika gelombang amarah mulai menguasai agar membentengi kita dari bahaya marah dalam Islam. Berikut adalah tiga metode utama dalam cara mengontrol emosi yang Islam ajarkan:

1. Mengubah Posisi dan Segera Berlindung kepada Allah

Tindakan mengubah posisi ini bertujuan untuk memutus stimulus pemicu amarah dan memberikan jeda waktu bagi akal untuk mengambil alih kendali. Jika seseorang marah dalam posisi berdiri, ia sebaiknya segera duduk. Jika amarahnya belum reda, ia sebaiknya berbaring.

Perubahan posisi ini harus kita sertai dengan isti’adzah, yaitu memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Amarah seringkali adalah bisikan setan untuk membuat kita bertindak gegabah. Rasulullah SAW bersabda:

Apabila salah seorang di antara kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, maka hendaklah dia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah dia berbaring.” (HR. Abu Dawud No. 4782, hadis shahih)

Perubahan posisi fisik menurunkan tekanan dan energi agresi, sementara perlindungan kepada Allah menguatkan benteng iman kita dari pengaruh setan yang selalu ingin melihat manusia berbuat buruk.

2. Melakukan Wudu

Dalam Islam air memiliki peran penting dalam proses mengontrol emosi. Saat amarah memuncak (analogi marah dalam psikologi Islam yaitu api) berwudu dapat membantu memadamkan “api” tersebut. Wudu membersihkan anggota badan sekaligus memberikan efek menenangkan pada saraf dan pikiran.

Rasulullah SAW bersabda:

Bukanlah orang yang kuat itu yang pandai bergulat, sesungguhnya orang yang kuat itu adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari No. 6114 dan Muslim No. 2609)

Islam tidak menentang kemarahan sepenuhnya, tetapi meletakkan batasan marah dalam Islam, yaitu tidak sampai melanggar syariat dan melukai orang lain.

3. Diam dan Menahan Lisan dari Berbicara

Prinsip dasar cara mengontrol emosi yang sangat efektif adalah menahan lisan. Saat marah, kata-kata yang keluar cenderung kasar, menyakitkan, dan tidak logis, yang dapat menimbulkan penyesalan berkepanjangan. Oleh karena itu, diam sejenak adalah tindakan penyelamatan dari dosa lisan. Rasulullah SAW memberikan nasihat ini:

Apabila salah seorang di antara kalian marah, hendaklah dia diam.” (HR. Imam Ahmad No. 2136 dan 2139)

Jika kita tidak bisa mengubah posisi atau berwudu, setidaknya kita harus mampu mengunci mulut kita agar amarah tersebut tidak menyebar dan merusak orang lain.

cara mengontrol emosi

Sobat Cahaya Islam, menguasai cara mengontrol emosi adalah perjuangan seumur hidup (mujahadah), namun pahalanya besar. Dengan menerapkan langkah-langkah praktis seperti mengubah posisi, berwudu, dan menahan lisan, kita membuktikan kita sebagai Muslim yang kuat dan berakhlak mulia. Jadikan pengendalian ini sebagai bukti kekuatan iman kita.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY