Festival Generus Mini LDII – Upaya membangun karakter anak sejak dini terus dilakukan dengan berbagai pendekatan kreatif. Salah satunya terlihat dalam kegiatan Festival Generus Mini LDII Kota Padang. Tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, kegiatan ini menghadirkan metode edukasi yang lebih segar dengan memanfaatkan media film sebagai sarana pembelajaran nilai moral.
Pendekatan Edukatif Festival Generus Mini LDII Padang
Festival Generus Mini LDII diselenggarakan oleh Bidang Bimbingan Konseling Pokja Penggerak Pembina Generus. Acara ini berlangsung di GSG Pondok Pesantren Miftahul Huda Padang. Puluhan anak usia PAUD hingga sekolah dasar tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang sarat pesan pendidikan karakter.
Dalam pelaksanaannya, Festival Generus Mini kali ini menghadirkan sesuatu yang berbeda. Jika biasanya kegiatan beragendakan perlombaan, munaqosah, atau murajaah, kali ini panitia memilih pendekatan visual melalui pemutaran film animasi berjudul Jumbo karya Ryan Adriandhy.
Film tersebut diputar melalui platform digital sebagai bagian dari inovasi pembelajaran. Ketua PPG, Hery Handayana, menjelaskan bahwa pemilihan film sebagai media edukasi berlandaskan pada kebutuhan anak-anak masa kini. Saat ini anak-anak lebih mudah menerima pesan melalui visual.
Ia menilai, fenomena perundungan sudah mulai muncul bahkan di kalangan usia dini, sehingga membutuhkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan relevan. Selain pemutaran film, Generus Mini LDII juga diisi dengan praktik kemandirian seperti melipat kain dan mukenah.
Hal ini bertujuan melatih keterampilan dasar anak sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab sejak dini. Menurut Hery, di tengah derasnya arus digitalisasi, peran orang tua menjadi sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak. Anak-anak yang berada pada fase pra remaja cenderung memiliki rasa ingin tahu tinggi.
Hal ini memunculkan kerentanan saat mengakses konten yang tak sesuai usia. Oleh karena itu, pendampingan orang tua sangat penting untuk memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat secara mental dan emosional.
Pentingnya Peran Keluarga dalam Tumbuh Kembang Anak
Penanggung jawab kegiatan Generus Mini LDII, Viona Putri Amalia, menekankan bahwa film Jumbo mengandung banyak pesan positif yang relevan dengan kehidupan anak-anak. Film tersebut mengisahkan seorang anak bernama Don yang harus menghadapi perundungan, namun mampu bangkit berkat dukungan teman-temannya.


Melalui cerita tersebut, anak-anak belajar memahami pentingnya empati, kebersamaan, serta keberanian dalam menghadapi masalah. Mereka juga mempelajari bagaimana agar tidak merendahkan orang lain dan lebih menghargai perbedaan. Viona menambahkan, nilai tanggung jawab juga menjadi poin penting dalam film tersebut.
Anak-anak diajak untuk memahami konsekuensi dari setiap tindakan serta belajar menghadapi kesalahan dengan sikap yang tepat. Sementara itu, Hery menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak.
Ia menyampaikan bahwa orang tua tidak hanya berfungsi sebagai pemberi nasihat, tetapi juga harus hadir sebagai pendengar yang baik. Anak perlu merasa aman secara emosional di lingkungan keluarga agar mampu mengelola perasaan dengan sehat.
Selain itu, orang tua juga diharapkan mampu membantu anak mengenali dan mengelola emosi sejak dini. Nantinya, anak tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat.
Melalui acara Generus Mini LDII, panitia berharap nilai-nilai seperti empati, ketulusan, keberanian, dan kepedulian sosial dapat tertanam dalam diri anak-anak. Festival ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi muda yang memiliki karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan.





























