Mendes PDT Dorong LDII Bentuk Desa Binaan untuk Ketahanan

0
9
program Mendes PDT dorong LDII

Program Mendes PDT dorong LDII – Pemerintah terus memperkuat upaya pembangunan desa sebagai landasan ketahanan nasional, khususnya di sektor pangan dan energi. Mendes PDT dorong LDII membentuk desa binaan. Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta dinamika geopolitik yang terus berkembang. 

Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dinilai menjadi langkah strategis untuk menciptakan desa yang mandiri dan produktif. 

Mendes PDT Dorong LDII Demi Kemandirian Pangan

Menteri Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal atau PDT RI, Yandri Susanto, saat menghadiri acara Silaturahmi Syawal DPW LDII Banten. Kebijakan penguatan desa untuk swasembada pangan juga sejalan dengan prioritas penggunaan dana desa yang minimal 20 persen dialokasikan untuk ketahanan pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Yandri Susanto meminta LDII untuk membentuk desa binaan yang fokus pada penguatan ketahanan dan kemandirian pangan. Menurutnya, langkah ini penting sebagai bagian dari mitigasi ekonomi nasional agar Indonesia mampu bertahan di tengah tekanan global.

Ia menegaskan bahwa program Mendes PDT dorong LDII bentuk desa binaan ini sejalan dengan visi pemerintahan yang menempatkan swasembada pangan dan ketahanan energi sebagai prioritas utama pembangunan nasional. 

Jika kebutuhan pangan nasional bisa terpenuhi secara mandiri dan sektor energi juga terjamin, Indonesia akan lebih tangguh daripada negara lain. Kementerian dan lembaga pemerintah diarahkan untuk terus membangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

Termasuk organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan berbasis masyarakat desa, contohnya pada program Mendes PDT dorong LDII. Pendekatan kolaboratif ini dinilai dapat mempercepat tercapainya target pembangunan desa yang berkelanjutan. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP LDII menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki kerja sama dengan Kementerian Desa terkait program ketahanan pangan. Salah satu bentuk konkret dari kerja sama tersebut adalah pengembangan sorgum bersertifikat di Blora, Jawa Tengah.

Selain itu, LDII berencana melakukan inventarisasi desa dan pondok pesantren yang berada di bawah naungannya. Tujuannya untuk mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam unggulan. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar pengembangan desa tematik berbasis pangan sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Pemberdayaan Generasi Muda dan Potensi Lokal

Dalam pengembangan program desa binaan, Mendes PDT dorong LDII juga merencanakan menggantikan generasi muda, khususnya Gen Z dan para santri. Mereka akan didorong untuk terlibat dalam kegiatan pertanian modern seperti urban farming serta sistem peternakan dan pertanian terpadu.

Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu fokus utama dalam program ini. Generasi muda diharapkan tidak hanya terlibat dalam proses produksi, tetapi juga mampu mengembangkan pemasaran produk melalui platform digital. Dengan demikian, hasil pertanian dan peternakan desa dapat memiliki akses pasar yang lebih luas.

program Mendes PDT dorong LDII

Sementara itu, Ketua LDII Banten Dimo Tomo menyampaikan bahwa salah satu program yang telah terealisasi di wilayah Banten adalah budidaya padi gogo. Varietas padi ini cocok ditanam di lahan kering atau tegalan tanpa sistem irigasi, karena hanya mengandalkan air hujan.

Padi gogo menjadi solusi strategis bagi daerah dengan kondisi geografis seperti Banten dan sekitarnya, terutama wilayah perbukitan dan lahan suboptimal. Jenis padi ini memiliki ketahanan terhadap kekeringan dan berpotensi meningkatkan produksi pangan di luar lahan sawah irigasi.

Melalui sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan potensi lokal desa, program Mendes PDT dorong LDII diharapkan mampu mendukung visi Indonesia Emas. Caranya melalui kemandirian pangan dan energi yang berkelanjutan. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY