Membuat Konten Parodi Menurut Islam dan Penjelasannya

0
293
membuat konten parodi menurut Islam

Membuat konten parodi menurut Islam – Pada dasarnya, membuat konten parodi menurut Islam tidak boleh. Parodi termasuk salah satu bentuk tiruan yang sifatnya dilebih-lebihkan secara sengaja oleh oknum tertentu.

Tujuannya untuk memberikan kesan lucu dan menjadi sebuah lelucon. Sebuah parodi bisa saka dilakukan dengan tujuan tertentu. Misalnya, seperti mengomentari, menyindir, atau mengejek sesuatu.

Membuat Konten Parodi Menurut Islam

Dalam Islam, sikap yang mengolok-olok ataupun menyindir tidak termasuk ke dalam adab yang terpuji. Hal ini karena bertujuan untuk merendahkan harga diri atau menyakiti orang lain.

Berikut ini penjelasan mengenai hukum membuat konten parodi menurut Islam yang perlu Sobat Cahaya Islam pahami, antara lain:

1. Penjelasan dalam Al-Qur’an

Sebagaimana penjelasan dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 11:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok),” 1

Dalam hal ini, sebuah parodi yang telah ditujukan untuk menghina orang lain. Bahkan, dilakukan atas dasar perasaan iri dan balas dendam tidak benar dalam Islam.

membuat konten parodi menurut Islam

Hal tersebut yang harus menjadi perhatian serta kehati-hatian bagi umat muslim dalam melakukan parodi.

2. Parodi Dapat Menimbulkan Bencana

Namun, disisi lain berkomedi atau membuat lelucon bukanlah perbuatan yang dilarang dalam Islam. Parodi yang dapat menimbulkan kerugian bagi orang lain bisa saja menjadi bencana.

Meskipun, hanya dilakukan dengan candaan dan bersifat hiburan. Allah SWT juga sudah menetapkan cara untuk menegur atau memberi tahu kesalahan orang lain.

Jadi, menegur orang lain sebaiknya dengan penuh kasih sayang dan dilakukan secara baik-baik, bukan dengan bentuk sindiran atau ejekan. Sebagaimana dijelaskan dalam surat:

اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.” 2

3. Sesama Muslim Harus Menjaga Perasaan

Pada dasarnya, sangat penting dalam menjaga perasaan, dan tidak menyakiti maupun membuat malu orang lain meskipun dari hal sepele. Misalnya saja seperti kentut yang tak mampu ditahan, baik dari orang Islam maupun orang kafir.

membuat konten parodi menurut Islam

Sebab, menertawakannya termasuk dosa, seperti penjelasan di bawah ini:

و منها الضحك لخروج ريح من شخص أو على مسلم من المسلمين أو ذمي إذا كان استحقارا به لما فيه

Termasuk salah satu dosa adalah tertawa karena kentut yang keluar dari seseorang atau orang muslim atau orang kafir dzimmi, jika ada tujuan merendahkan.” 3

Berdasarkan penjelasan di atas, menunjukkan bahwa membuat konten parodi menurut Islam hukumnya tidak boleh dan sebaliknya jangan dilakukan. Alangkah baiknya, jika ingin menegur seseorang menggunakan perkataan yang baik.


  1. (QS. AL-Hujurat: 11) ↩︎
  2. (QS. Al-Ashr: 3) ↩︎
  3. (Is’adurrofiq, juz 2, halaman: 95) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY