Memahami Makna Jihad An-Nafs

0
622
makna jihad an-nafs

Makna jihad an-nafs – Sobat Cahaya Islam, istilah jihad tentunya tidak bisa lepas dari kehidupan seorang muslim. Banyak atau sedikit, seorang muslim pasti pernah mendengar atau mempelajari tentangnya. Dalam Islam, jihad yang paling utama adalah jihad an-nafs. Karenanya penting bagi setiap muslim untuk mengetahui makna jihad an-nafs.

Banyak orang menganggap kata jihad sebagai momok yang menakutkan. Sehingga mereka tidak mau mempelajari atau sekadar bersinggungan dengan kata tersebut. Hal ini sebenarnya merupakan pandangan yang keliru mengingat agama Islam tidak akan tegak tanpa jihad.

Karenanya setiap muslim hendaknya menyingkirkan rasa takut yang tidak beralasan itu dan mulai dengan sungguh-sungguh memahami makna jihad secara proporsional. Jihad merupakan bagian dari Islam dan memiliki berbagai bentuk.

Makna Jihad An-Nafs Menurut Hadits Nabi Muhammad SAW

Memahami makna jihad yang sebenarnya sangat penting bagi seorang muslim. Pemahaman yang benar sangat penting sebagai landasan dan pedoman dalam beramal shaleh. Adapun makna jihad memiliki dua dimensi, yakni:

1. Makna secara bahasa

Secara bahasa jihad bermakna kesusahan yang timbul akibat dari mencurahkan kekuatan dalam suatu urusan tertentu.

2. Makna secara istilah

Adapun secara istilah makna jihad adalah bersungguh-sungguh dalam memerangi orang-orang yang menurut syariat harus diperangi, baik itu orang-orang kafir maupun selain mereka.

Macam Jihad Berdasarkan Tujuannya

Selanjutnya Sobat Cahaya Islam mesti memahami macam-macam jihad dalam Islam. Menurut tujuannya, jihad terbagi menjadi lima bagian, yakni:

1. Jihad melawan hawa nafsu (jihad an-nafs)

Makna jihad an-nafs adalah mendidik jiwa untuk taat kepada Allah, meninggalkan syahwat dan fitnah syubhat, serta melaksanakan kewajiban meskipun terasa berat dan jiwanya tidak menyukainya.

makna jihad an-nafs

Menurut, Ibnul Qayyim jihad an-nafs terdiri dari empat aspek:

  • Berjihad mengalahkan hawa nafsu ketika mempelajari hidayah dan agama yang lurus
  • Berjihad menentang hawa nafsu dalam mengamalkan ilmu
  • Jihad melawan hawa nafsu dalam berdakwah dan mengajarkan ilmu
  • Jihad menghadapi hawa nafsu dalam bersabar menghadapi rintangan dakwah, gangguan manusia, dan menanggung semua resikonya

Jihad an-nafs merupakan jihad yang paling urgen sehingga Rasulullah saw menyampaikannya dalam Haji Wada’, “Maukah aku beritahukan kepada kalian siapakah orang beriman itu? Yakni orang yang manusia merasa aman dari gangguannya atas harta dan jiwanya. Seorang muslim adalah dia yang manusia selamat dari kejelekan lisan dan tangannya. Seorang mujahid adalah orang yang melakukan jihad mengalahkan hawa nafsunya dalam ketaatan pada Allah ‘Azza wa Jalla. Dan seorang muhajir adalah orang yang berhijrah meninggalkan kesalahan dan dosa.” (HR Ahmad no 6/21)

2. Jihad melawan setan

Maknanya yaitu meninggalkan syahwat dan syubhat yang berasal dari hembusan setan. Senjata untuk melawannya yakni ilmu yang bermanfaat warisan para Nabi, yaitu ilmu yang mampu menerangi akal dan menyingkap tabir penghalangnya sehingga menumbuhkan keyakinan yang kokoh dalam hati.

3. Jihad melawan orang-orang kafir

Adapun makna jihad melawan orang kafir adalah memerangi mereka dan mengorbankan segala yang perlu dalam peperangan tersebut, baik berupa harta, ilmu, tenaga, pengalaman, dan lainnya.

makna jihad an-nafs

Ibnu Rusyd menyebutkan, “Setiap insan yang berkorban untuk taat kepada Allah maka dia telah melaksanakan jihad di jalan-Nya. Namun jika lafal jihad fi sabilillah berdiri sendiri maka tidak ada maksud lain darinya, kecuali memerangi orang-orang kafir dengan pedang (senjata) hingga mereka masuk Islam atau membayar jizyah dalam keadaan hina.” (Al-Muqaddimat 1/259)

4. Jihad melawan orang-orang munafik

Melawan orang-orang munafik merupakan bagian jihad yang penting karena memerangi para perusak Islam dari dalam. Adapun senjatanya adalah lisan, hujjah yang kuat, melarang dan mencegah mereka dari kekafiran yang tersembunyi, membongkar tipu daya dan makar mereka, serta mewaspadai tindak-tanduk dan rencana mereka.

5. Jihad melawan orang fasiq, pemimpin zalim, serta para pelaku kemunkaran

Bentuk jihadnya adalah dengan tangan atau kekuatan. Jika tidak mampu maka dengan lisan. Jika tidak mampu maka dengan hati.

Demikianlah, Sobat Cahaya Islam, sedikit uraian mengenai makna jihad an-nafs. Sesungguhnya jihad akan senantiasa berlangsung hingga akhir zaman. Dalam memikul jihad dibutuhkan manusia-manusia yang memiliki kekuatan iman dan karakter yang hanya mampu terbentuk melalui jihad an-nafs. Allahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY