Ibadah Mencari Nafkah, Bersemangatlah Wahai Para Tulang Punggung Keluarga!

0
752
Ibadah Mencari Nafkah

Ibadah Mencari Nafkah – Suami punya tanggung jawab menafkahi istri dan anaknya. Suka dan duka harus selalu ia hadapi dengan tegar demi tercukupinya nafkah keluarga serta mendapat hidup yang layak. Tapi, terkadang suami merasa sangat lelah dan letih dalam bekerja, entah itu karena beban kerja terus bertambah, mendapat omelan dari atasan, atau terjebak macet setiap berangkat kerja.

Ketika hal-hal semacam itu terjadi, seorang suami butuh motivasi baru untuk mencari nafkah demi keluarga.  Tapi, ketahuilah para suami bahwa mencari nafkah adalah aktivitas mulia. Jika seorang suami bekerja dengan niat ibadah, Allah pun akan meridhainya. Pasalnya, mencari nafkah juga termasuk ibadah dan berpahala. Oleh karena itu, para tulang punggung keluarga tidak boleh patah semangat untuk berjuang demi keluarga.

Ibadah Mencari Nafkah Menjalankan Perintah Allah

Mencari nafkah termasuk ibadah sehingga bekerja untuk keluarga sama artinya dengan menjalankan perintah Allah. Allah berfirman:

وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَا

“Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka (anak-istri) dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani, kecuali sesuai kemampuannya.” (1)

Dalam kitab tafsirnya, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini mengingatkan seorang suami atau ayah bahwa ia berkewajiban menafkahi anak dan istrinya dengan cara yang layak. Maksudnya ialah sesuai kadar kebiasaan nafkah suami ke istri di daerah mereka tinggal, yaitu tidak terlalu kurang tapi juga tidak berlebihan.

Sederhananya, seorang suami wajib berusaha memenuhi kebutuhan istri dan anaknya, sesuai kemampuan suami. Pasalnya, kemampuan tiap suami berbeda-beda dalam mencari nafkah. Beberapa suami memiliki kelas ekonomi yang tinggi sedangkan beberapa lainnya kelas menengah atau bahkan termasuk miskin.

Menafkahi Keluarga Sesuai Kemampuan

Banyak laki-laki yang banting-tulang mencari nafkah hingga mereka tidak sempat mengurus keluarganya. Tak jarang laki-laki rela merantau ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri demi mendapatkan penghasilan yang banyak.

Tapi, laki-laki juga harus tahu bahwa mereka tidak hanya wajib memberikan nafkah dhohir namun juga batin. Oleh karena itu, sebaiknya seorang suami mencari nafkah sesuai kemampuannya dan tidak terlalu memaksakan diri, sebagaimana yang Allah anjurkan dalam Al-Qur’an:

لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهٖۗ

“Hendaklah orang yang lapang (rezekinya) memberi nafkah menurut kemampuannya.” (2)

Pasalnya, Allah tidak membebani hamba-Nya kecuali sesuai kemampuannya. Dan Allah juga akan menganugerahkan kelapangan setelah adanya kesempitan. Maka, kita harus percaya bahwa Allah telah mengatur rezeki sedangkan kita hanya wajib berusaha.

Memberi Nafkah Termasuk Sedekah

Perjuangan laki-laki mencari nafkah untuk anak dan istrinya memang pantas mendapat imbalan yang besar. Bahkan, Rasulullah menjelaskan bahwa pahala menafkahi keluarga lebih besar daripada pahala membiayai jihad, memerdekakan budak, dan memberi makan orang miskin, sebagaimana hadits berikut:

 دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

“Dari dinar (uang) yang kamu keluarkan untuk sedekah di jalan Allah, atau untuk membebaskan budak, atau untuk sedekah ke orang miskin, atau untuk menafkahi keluargamu, maka yang paling besar pahalanya ialah yang kamu keluarkan untuk keluargamu.” (3)

Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi para suami untuk malas bekerja menafkahi keluarga. Selain memang sudah menjadi kewajibannya, mencari nafkah juga bisa menjadi perantara yang mengantarkan kita ke surga.


Referensi:

(1) Q.S. Al-Baqarah 233

(2) Q.S. At-Thalaq 7

(3) Sahih Muslim 995

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY