Tahun Baru 2025 – Tiap jelang pergantian tahun, kita selalu melihat pemandangan di mana orang-orang sibuk dengan rencana merayakan tahun baru. Sebenarnya, perayaan malam tahun baru bukanlah tradisi umat muslim. Lalu, bagaimana kita sebagai umat muslim menyikapi malam pergantian tahun yang tinggal hitungan jam? Daripada ikut-ikutan tradisi perayaan malam tahun baru yang tidak jelas, leih baik kita jadikan malam ini sebagai momentum untuk merenungi hakikat umur.
Dunia Hanya Senda Gurau, Akhirat Kehidupan Sebenarnya
Di dunia ini, Allah memberi kesempatan kepada manusia untuk mencapai tujuan akhirat. Pasalnya, waktu dunia bersifat sementara sedangkan waktu di akhirat bersifat kekal abadi. Oleh karena itu, hendaknya kita umat muslim lebih mengutamakan tujuan akhirat. Allah berfirman:
وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌۗ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُۘ
“Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanya senda gurau dan main-main. Sungguh akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya.” (1)
Maksud ayat di atas bukanlah kita boleh main-main dalam kehidupan di dunia ini. Akan tetapi, redaksi di atas menggambarkan bahwa kehidupan di dunia tidak sejati dan penuh dengan tipu daya. Itulah kenapa fokus untuk mencapai tujuan-tujuan akhirat jauh lebih baik daripada hanya mengurusi hal-hal yang bersifat duniawi saja.
Tujuan Hidup Manusia Adalah untuk Beribadah
Allah menciptakan kita semua agar mau beribadah kepada-Nya, sebagaimana ayat Al-Qur’an berikut ini:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
“Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah (kepada-Ku).” (2)
Ibadah di sini tidak hanya shalat, zakat, puasa, dan haji, tapi juga amal-amal kebaikan yang bermanfaat untuk orang lain seperti menolong sesama, memuliakan tetangga, menyambung silaturahim, dan lain sebagainya.
Di dunia ini, penting bagi kita untuk memanfaatkan umur. Pasalnya, umur tidak akan terulang lagi. Al-Qur’an memberikan gambaran orang-orang yang menyesal karena di dunia tidak beramal sholih:
حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ , لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلَّاۗ,
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir), hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, ia berkata: ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku dapat berbuat kebaikan yang telah aku tinggalkan.”
Sambut Tahun Baru 2025, Manfaatkan Umur Sebaik Mungkin!


Imam Al-Ghazali berpesan agar seseorang tidak sibuk dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya karena itu hanya akan membuatnya mengalami kerugian besar. Dalam kitab Ayyuhal Walad, beliau mengutip hadits:
“Pertanda bahwa Allah sedang berpaling dari hamba ialah disibukkannya hamba itu dengan hal-hal yang tidak berfaedah.”
Sementara dalam al-Hikam, Syekh Ahmad bin Athaillah mengatakan:
“Kadang umur berlangsung panjang tapi manfaat kurang. Kadang juga umur berlangsung pendek tapi manfaat melimpah.”
Mudah-mudahan ini bisa menjadi renungan untuk kita semua agar memaksimalkan umur yang masih tersisa dengan sebaik-baiknya. Allah masih memberikan kesempatan kita hidup hingga di penghujung tahun 2024 ini. Maka, hendaknya kita memperbanyak syukur dan amal sholih serta meninggalkan maksiat dan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Referensi:
(1) Q.S. Al-Ankabut 64
(2) Q.S. Adz-Dzariyat 56
(3) Q.S. Al-Mukminun 99-100































