3 Cara Bertaubat dari Dosa Ghibah Sesuai Pendapat Para Ulama

0
776
cara bertaubat dari dosa ghibah

Cara bertaubat dari dosa ghibah – Bagi muslim wajib hukumnya mencari cara bertaubat dari dosa ghibah. Sebab, ghibah merupakan dosa yang berkaitan dengan hak Allah. Pelaku ghibah dituntut untuk bertaubat dan memperbanyak istighfar. Selain itu, menyebut aib seseorang sama halnya dengan mempermalukan seseorang yang wajib Sobat Cahaya Islam hindari.

Cara Bertaubat dari Dosa Ghibah

Untuk menggugurkan dosa, maka pelaku ghibah harus bertekad tidak mengulanginya kembali. Sebab, perbuatan ghibah termasuk kategori dosa yang berkaitan langsung dengan hak Allah. Sobat Cahaya Islam harus memahami bahwa segala bentuk perbuatan yang menimbulkan kesan buruk termasuk kategori ghibah.

Dosa ghibah tidak bisa dihapus dengan shalat sebagaimana ayat Al Qur’an berikut ini:

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat, Maha Penyayang”. 1

Setiap pelaku ghibah harus bertaubat dan bertekad tidak mengulangi kembali perbuatannya untuk menggugurkan dosa. Syarat lainnya masih menjadi perdebatan di antara para ulama perihal kafarah ghibah. Terdapat beberapa cara bertaubat dari dosa ghibah dengan memenuhi syarat berikut:

1.     Memohon Ampun kepada Orang yang Dighibahi

Pendapat pertama mengenai dosa ghibah dalam Islam dari para ulama yaitu cukup memohon ampun kepada orang yang dighibahi. Memohon ampun kepada korban ghibah sebagai bentuk tebusan menutupi kezaliman. Pendapat dari Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah ini menjadi pendapat mayoritas ulama, sesuai dengan tiga pertimbangan ini:

  • Menceritakan ghibah kepada korbannya justru akan menimbulkan dampak negatif yang menambah sakitnya perasaan. Sebab, celaan tanpa sepengetahuan orang tersebut lebih menyakitkan ketimbang celaan yang telah diketahui.
  • Selain itu, mengabarkan ghibahan kepada korbannya justru akan menimbulkan permusuhan. Sebab, manusia bersikap objektif dan adil untuk menyikapi hal semacam ini.
  • Mengabarkan ghibah kepada korbannya akan memupus rasa kasih sayang.

Adapun terkait dengan hak-hak seorang hamba dari kezaliman tidak dapat terhapus, melainkan orang tersebut telah memaafkannya. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits cara bertaubat dari dosa ghibah berikut:

Siapa yang mempunyai kezaliman kepada saudaranya baik dari kehormatan atau sesuatu hal, maka mohonlah dihalalkan darinya sekarang (pada hari ini) sebelum tidak berguna lagi dinar dan dirham. Kalau dia mempunyai amal shaleh, maka akan diambil darinya sesuai dengan kadar kezalimannya. Kalau tidak mempunyai kebaikan, maka keburukan orang tersebut akan diambil dan dibebankan kepadanya.” 2

2.     Memohon Ampun dan Meminta Kehalalan

Pendapat kedua tentang cara bertaubat dari dosa ghibah yaitu perlunya memohon ampun dan usaha meminta kehalalan kepada korban ghibah. Ketika kedua syarat tersebut terpenuhi, maka pertobatan akan Allah terima. Sedangkan bagi korban ghibah, sebaiknya memaafkan saudaranya yang meminta kehalalan setelah berbuat ghibah.

cara bertaubat dari dosa ghibah

Abu Hanifah berpendapat, ketika membahas tuduhan palsu perlu menceritakan tuduhan kepada orang yang dituduh. Hal ini demi mendapatkan kehalalan. Namun, timbul juga keraguan untuk tidak menceritakannya. Sebagian ulama menguatkan pendapat ini.

Imam Nawawi dan Al Ghazali sependapat perlunya meminta kehalalan untuk mendapatkan ampunan atas dosa ghibah. Ghibah termasuk dosa berkaitan dengan hak manusia, maka tidak bisa gugur ketika tidak meminta kehalalan dari korbannya.

3.     Meminta Kehalalan dengan Lemah Lembut

Sobat Cahaya Islam yang ingin terbebas dari dosa ghibah harus berusaha keras meminta kehalalan dari korbannya. Anjuran meminta kehalalan sebaiknya menggunakan tutur kata yang lemah lembut. Anjuran ini juga harus Sobat Cahaya Islam lakukan dengan mengerahkan seluruh kemampuan. Bahkan jika harus membelikan hadiah mahal, maka boleh dilakukan.

Terdapat tiga pendapat berkaitan dengan cara bertaubat dari dosa ghibah. Sebagian besar ulama sepakat bahwa tidak mengulangi lagi perbuatan ghibah saja tidak cukup. Selain bertaubat, umat Islam pelaku ghibah juga harus meminta kehalalan kepada korbannya untuk mendapatkan pengampunan dari Allah.


  1. (QS. Al-Hujurat:12) ↩︎
  2. [HR. Bukhari, no. 2449] ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY