Novel Samudra Jiwa Karya Taraharo Ream, Memahami Cinta dari Berbagai Sudut

0
524
novel Samudra Jiwa

Novel Samudra Jiwa – Cinta merupakan topik pembahasan universal, namun memiliki sudut pandang yang beragam, salah satunya novel Samudra Jiwa karya Taraharo Ream. Novel setebal 160 halaman tersebut cocok untuk dibaca remaja untuk menumbuhkan empati dan bagaimana memaknai cinta.

Review Novel Samudera Jiwa

Taraharo Ream merupakan salah satu penulis fiksi indonesia yang telah menerbitkan novel berjudul Samudra Jiwa. Karya tersebut terbit pada Desember 2022. Karya fiksi ini wajib ada dalam daftar bacaan Anda karena:

1.     Review Novel

Dimulai dari pertanyaan “Kamu siapa?” Pertentangan terjadi antara dua sahabat perihal kehidupan. Keyakinan tentang, Tuhan, Cinta, kebenaran bergandeng dengan kenaifan merupakan wujud kelaziman dalam kehidupan. Sukma dan Dewi bertemu satu kali dan keduanya memutuskan untuk bersahabat.

Demi mewujudkan persahabatan tersebut, rasa cinta harus dipasung. Lantas cinta segitiga muncul dan memaksa keduanya memandang cinta dengan sudut pandang berbeda. Cinta yang tumbuh di antara Prio, Dewi, dan Sukma tersimpan rapat-rapat. Tidak ingin merusak persahabatan digunakan sebagai tameng.

2.     Mengangkat Isu Lain yang Menarik

Selain mengangkat tentang cinta segitiga, Taraharo Ream juga membahas rasa ewuh pakewuh. Falsafah Jawa ewuh pakewuh lumrah diajarkan kepada anak-anak sebagai pedoman hidup hingga nanti beranjak dewasa. Sebetulnya tradisi Jawa ini merujuk pada bentuk kesopanan. Pada komunitas tertentu, sikap ini masih lestari dan dipegang teguh.

Ada kalanya, pada komunitas atau masyarakat tertentu, memelihara sopan santun hingga menahan diri bahkan menjaga perasaan orang lain wajib dilakukan. Bahkan banyak yang memilih berbohong ketimbang jujur akan perasaannya. Permasalahan seperti ini melekat pada tokoh-tokoh dalam novel karya Taraharo Ream.

Namun justru hal tersebutlah yang membuat novel percintaan ini memiliki ciri khas.

3.     Diksi Khas Sastra

Bukan novel biasa menjadi kalimat yang bisa menggambarkan karya fiksi ini. Salah satu hal menarik dari karya fiksi adalah pemilihan diksi. Kepiawaian penulis meramu kata dan pemilihan diksi yang tepat menjadi hal yang mencolok. Diksi sastra tidak membuat novel ini membosankan.

4.     Alur Cerita dan Konflik yang Tajam

Jika tidak pintar-pintar menggarap alur cerita, tema percintaan tidak akan digemari pembaca. Tema umum seperti ini memang perlu sentuhan yang berbeda, sehingga pembaca akan tertarik mengikuti jalan ceritanya. Menghadirkan tokoh yang harus memendam rasa cinta demi perasaan tentu tidak mudah.

Terlebih lagi para tokoh dalam Novel Samudra Jiwa harus menjunjung tinggi kebiasaan dan adat istiadat masyarakat setempat. Sedangkan banyak manusia lainnya mendambakan cinta yang apa adanya, tanpa harus ditutupi kebohongan. Pertentangan semacam ini jarang diangkat oleh penulis fiksi lainnya.

Konflik semakin tajam ketika timbul pertentangan yang dirasakan oleh Dewi, Sukma, dan Prio. Dua sahabat harus memendam perasaan karena kekhawatiran menyakiti perasaan satu sama lain menjadi konflik seru untuk disimak. Di tengah kebungkaman mereka akan rasa cintah, apakah persahabatan masih bisa dipertahankan?

Novel Samudra Jiwa karya Taraharo Ream cocok dibaca penikmat sastra hingga anak remaja. Sebab, gaya bahasa dan konflik antar tokoh disajikan tidak biasa. Novel dari penerbit Deepublish ini cocok menjadi salah satu koleksi bacaan favorit.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY