3 Cara Rasulullah Menjaga Hati dari Rasa Iri

0
914
Cara Rasulullah menjaga hati dari rasa iri

Cara Rasulullah menjaga hati dari rasa iri memang patut ditiru oleh Sobat Cahaya Islami. Seseorang yang terjangkit penyakit iri hati akan merasa tidak senang saat melihat orang-orang terdekat seperti teman, kerabat atau tetangganya memperoleh kebahagiaan.

Rasa iri hati biasanya akan membuat orang tersebut merasa bahwa dirinya lebih mulia dibandingkan dengan orang lain. Seperti halnya yang pernah dilakukan oleh Iblis saat Allah SWT memerintahkan untuk bersujud terhadap Nabi Adam AS.

Cara Rasulullah Menjaga Hati dari Rasa Iri

Larangan untuk bersifat iri hati dalam Islam telah tertuang dalam QS. An-Nisa ayat 32, yaitu:

Dan janganlah iri hati terhadap apa yang telah Allah karuniakan kepada sebagian Kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain.

(Karena) bagi laki-laki ada bahagian daripada apa yang diusahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang telah diusahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” 1

1. Rela Atas Ketetapan Allah

Umumnya, orang yang memiliki keinginan di dalam dirinya untuk tidak lagi bersifat iri hati pada orang lain. Hal tersebut karena meyakini bahwa Allah telah mengatur dan menetapkan nasib semua hamba-Nya.

Ini telah tertuang dalam hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:

Allah sebenarnya sudah mencatat takdir setiap makhluk-nya 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” 2

Oleh karena itu, orang yang mempunyai sifat iri hati saat memahami tentang ketetapan Allah secara perlahan sifat buruk tersebut dapat menghilang. Hal tersebut karena dirinya mengetahui bahwa takdir setiap orang pasti berbeda dan tidak akan tertukar.

Cara Rasulullah menjaga hati dari rasa iri

Namun, apabila masih belum meyakini ketetapan Allah, maka orang tersebut tidak dapat keluar dari sifat iri hati.

2. Zuhud

Ciri-ciri penyakit hati dalam Islam seringkali orang tersebut terlalu mencintai dunia serta tidak dapat melihat orang lain mendapatkan kenikmatan.

Terkait mencintai dunia, Allah sudah berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 18, yaitu:

Siapa saja yang turut menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), Allah akan segerakan baginya di (dunia) ini apa yang dikehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian, Allah juga sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahannam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” 3

Maka, cara Rasulullah menjaga hati dari rasa iri menyibukkan diri dengan fokus terhadap amal ibadahnya serta tidak terlalu mengejar dunia (zuhud).

Orang yang tidak mencintai dunia maka tidak akan terlalu menyibukkan dirinya dengan perkara dunia. Hatinya juga akan terasa lapang dan fokus dengan ibadahnya.

3. Mengingat Perhitungan Akhirat

Seorang yang telah terjerumus ke dalam sifat iri hati akan cenderung tidak mempertimbangkan hal-hal dalam jangka panjang. Misalnya saja seperti mempertimbangkan hisab di akhirat kelak.

Cara Rasulullah menjaga hati dari rasa iri

Hanya dengan mempertimbangkan segala kenikmatan hisab atau perhitungan di akhirat dapat menjadi salah satu cara menghilangkan rasa iri dalam Islam.

Ketika seorang muslim sudah memahami bahwa nikmat yang diperoleh kelak akan ditanya serta dipertanggungjawabkan, maka akan lebih berhati-hati dalam menyalurkan nikmatnya tersebut sesuai dengan jalan yang Allah ridhoi.

Oleh karena itu, ketika seorang muslim merasa timbulnya benih-benih iri hati di dalam dirinya. Hendaknya, dapat bermohon kepada Allah SWT dan mengikuti cara Rasulullah menjaga hati dari rasa iri agar terhindar dari segala penyakit hati.


  1. QS. An-Nisa ayat 32 ↩︎
  2. (HR. Muslim no. 2653, dari Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash) ↩︎
  3. QS. Al-Isra’ ayat 18 ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY