Dasar Hukum Memainkan Kemaluan Suami Menurut Islam

0
627
Hukum memainkan kemaluan suami

Hukum memainkan kemaluan suami sebenarnya sudah tercantum dalam Al-Qur’an. Selain itu, ada beberapa ayat dan prinsip dalam Al-Qur’an yang relevan untuk dipertimbangkan dalam konteks keintiman bersama pasangan.

Salah satu prinsip dasar dalam Islam yaitu pemeliharaan harmoni dalam pernikahan. Sebab, kedekatan fisik dalam pernikahan merupakan bagian paling penting dari ikatan hubungan bersama pasangan.

Dasar Hukum Memainkan Kemaluan Suami

Dalam Surah Ar-Rum (30:21), Allah berfirman, yaitu:

Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri. Hal ini dilakukan agar cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.”1

Pemahaman yang dalam tentang ayat ini menunjukkan bahwa Allah ingin hubungan yang harmonis antara suami dan istri. Hal tersebut termasuk dalam keintiman.

Dalam hadis, Sobat Cahaya Islami akan menemukan pandangan yang lebih rinci tentang isu ini. Meskipun hadis-hadis tersebut tidak secara eksplisit membahas hukum memainkan kemaluan suami, namun tetap menggarisbawahi pentingnya keintiman dalam pernikahan.

Salah satu hadis yang seringkali dikutip dari hadis riwayat Abu Hurairah mengatakan, yakni:

Apabila seorang suami mencoba untuk mendekati istrinya dengan nafsu, maka hendaknya istrinya harus bisa menjawab panggilannya, meskipun saat itu sedang dalam memasak.” 2

Hadis tersebut menunjukkan bahwa tindakan keintiman antara suami istri merupakan hal yang dianjurkan dalam Islam. Asalkan hal tersebut dilakukan dengan kesepakatan dan dalam kerangka yang sah dalam agama.

Hukum memainkan kemaluan suami

Tentu, hal ini akan menciptakan dasar untuk bisa menghadapi isu. Misalnya saja seperti memainkan kemaluan suami.

Batas Syariat Mengenai Memainkan Kemaluan Suami

Sementara tidak ada ayat yang langsung membahas hukum memainkan kemaluan suami ini. Ustadz Khalid Basalamah juga menekankan bahwa tindakan ini diperbolehkan dalam Islam. Namun, selama mematuhi batas-batas syariat yang telah berlaku sesuai agama. Hal ini mencakup beberapa hal, berikut ini sudah ada penjelasannya:

1. Hanya oleh istri

Tindakan memainkan kemaluan suami hanya boleh dilakukan oleh istri dan tidak boleh dilakukan oleh orang lain. Tindakan ini juga harus dilakukan secara sukarela, tanpa adanya pemaksaan.

Hukum memainkan kemaluan suami

2. Privasi

Tindakan seperti ini sebaiknya harus dilakukan di lingkungan yang privasi dan aman. Jadi, hindarilah dilakukan pada tempat umum.

Sebagian besar hadis juga telah menggarisbawahi keutamaan dari tindakan seksual ini. Hal tersebut karena dapat meningkatkan ikatan keintiman suami istri.

Dengan begitu, nantinya akan menciptakan rasa cinta yang lebih dalam, serta memperkuat kasih sayang di antara kedua belah pihak.

Meskipun tindakan ini mungkin menjadi salah satu subjek perdebatan, namun hadis-hadis tersebut juga menegaskan bahwa hubungan suami istri yang sehat. Sebab, hubungan sehat merupakan salah satu tujuan dalam Islam.

Selain itu, ada juga pandangan yang merujuk pada dasar-dasar Al-Qur’an maupun hadis.

Dalam Islam, tindakan memainkan kemaluan suami tidak diharamkan, namun asalkan dilakukan dalam kerangka syariat yang telah ditetapkan agama.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang hukum memainkan kemaluan suami, Sobat Cahaya Islami dapat melakukan aktivitas seksual tersebut dengan bijak dan berdasarkan nilai-nilai Islam yang kuat.


  1. Surah Ar-Rum (30:21) ↩︎
  2. hadis riwayat Abu Hurairah ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY