4 Fase Turunnya Azab bagi Orang Zalim, Jangan Sampai Abai!

0
1020
4 fase turunnya azab bagi orang zalim

4 fase turunnya azab bagi orang zalim – Dari dulu sampai sekarang, kezaliman masih merajalela yang sangat berdampak buruk bagi korban kezaliman itu sendiri. Bagi yang terbesit di hatinya akan melakukan kezaliman, alangkah lebih baiknya terlebih dahulu mengetahui 4 fase turunnya azab bagi orang zalim.

Meski selalu merasa hidup enak dan berkelimpahan rezeki, bukan berarti orang yang telah berbuat zalim disayangi Allah SWT. Hal itu malah bisa termasuk salah satu dari empat fase turunnya azab.

Ini 4 Fase Turunnya Azab bagi Orang Zalim

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berbuat baik kepada sesama. Namun, tidak menutup kemungkinan manusia berlaku ingkar sehingga bertindak sesuka hatinya, termasuk melakukan perbuatan zalim.

4 fase turunnya azab bagi orang zalim

Padahal, Allah SWT secara tegas telah melarang hamba-Nya berlaku zalim karena merugikan banyak pihak. Agar lebih mudah menghindarinya, ketahui 4 fase turunnya azab bagi orang zalim pada ulasan berikut:

1. Fase Pertama

Pertama, ada fase yang disebut Al-ImHâl wa Al-Imlâ’ (Pembiaran dan Penangguhan). Pada fase ini Allah memberi kesempatan hamba-Nya untuk menyadari kesalahannya dan bertaubat. Dalilnya adalah dalam QS. Al A’raf ayat 183, yaitu:

وَاُمْلِيْ لَهُمْۗ اِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ ۝١٨٣

Lafadz latin: wa umlî lahum, inna kaidî matîn

Terjemah: “Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku amat tangguh dan terencana, kuat, dan tidak ada yang menandinginya.”

2. Fase Kedua

Setelah fase pembiaran dan penangguhan, apabila orang yang berbuat zalim tidak segera bertaubat, maka akan memasuki fase kedua yaitu berupa istidraj. Istilah tersebut mengarah pada proses yang melenakan seseorang.

4 fase turunnya azab bagi orang zalim

Pelaku perbuatan zalim tidak akan mengalami kesulitan berarti dalam hidupnya. Bahkan, hartanya bisa berlimpah ruah sehingga seseorang itu semakin lalai dengan Allah SWT. Dalilnya ada dalam QS. Al A’raf ayat 182 sebagai berikut:

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

Lafadz atin: Wallażīna każżabụ bi`āyātinā sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya’lamụn

Terjemah: “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.”

3. Fase Ketiga

Ternyata, fase ketiga lebih parah dari istidraj yakni berupa pemolesan hingga terlihat cantik. Jadi, hal-hal yang dilarang oleh agama Islam malah terlihat lebih menarik di mata orang zalim. Akhirnya mereka melanggar larangan Allah SWT. Penjelasannya terdapat pada QS. An Naml ayat 24.

جَدْتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُوْنَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُوْنَۙ ۝٢٤

Lafadz latin: wajattuhâ wa qaumahâ yasjudûna lisy-syamsi min dûnillâhi wa zayyana lahumusy-syaithânu a‘mâlahum fa shaddahum ‘anis-sabîli fa hum lâ yahtadûn

Terjemah: “Aku (burung Hudhud) mendapati dia dan kaumnya sedang menyembah matahari, bukan Allah. Setan telah menghiasi perbuatan-perbuatan (buruk itu agar terasa indah) bagi mereka sehingga menghalanginya dari jalan (Allah). Mereka tidak mendapat petunjuk.”

4. Fase Keempat

Pada fase keempat, orang yang melakukan perbuatan zalim akan mendapatkan azab sangat dahsyat sebagai ganjaran atas perbuatannya. Hal ini diterangkan dengan jelas di QS. Hud ayat 102 yang berbunyi:

وَكَذٰلِكَ اَخْذُ رَبِّكَ اِذَآ اَخَذَ الْقُرٰى وَهِيَ ظَالِمَةٌۗ اِنَّ اَخْذَهٗٓ اَلِيْمٌ شَدِيْدٌ ۝١٠٢

Lafadz latin: wa kadzâlika akhdzu rabbika idzâ akhadzal-qurâ wa hiya dhâlimah, inna akhdzahû alîmun syadîd

Terjemah: Demikianlah siksaan Tuhanmu apabila Dia mengazab (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya siksaan-Nya sangat pedih lagi sangat berat.

Itulah pembahasan terkait dengan 4 fase turunnya azab bagi orang zalim yang wajib untuk diwaspadai. Jika Sobat Cahaya Islam terlanjur melakukan kezaliman, sebaiknya segera bertaubat dengan taubatan nasuha agar tidak melalui fase azab kedua hingga keempat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY