Cara Allah Menurunkan Wahyu Pertama Kepada Nabi Muhammad SAW

0
2509
wahyu pertama Nabi Muhammad

Wahyu pertama Nabi Muhammad – Apa kabar Sobat Cahaya Islam? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Allahummasholli alasayyidina Muhammad! Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi besar penjunjung umat Nabi Muhammad SAW.

Berbicara tentang Rasulullah, apakah kalian sudah mengetahui wahyu pertama Nabi Muhammad? Kapan dan dimana wahyu pertama nabi Muhammad diturunkan kepada beliau? Yuk kita simak bersama penjelasannya dibawah ini!

Wahyu Pertama Nabi Muhammad SAW

Rasulullah pertama kali menerima wahyu saat berumur 40 tahun. Wahyu pertama Nabi Muhammad beliau terima ketika sedang berkhalwat di gua Hira tepatnya pada bulan Ramadhan 610 Masehi.

Beliau menerima wahyu berupa ayat Al-Qur’an Surah Al-Alaq ayat 1-5 yang berbunyi:

 اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS. al-Alaq, 96:1-5)

Peristiwa turunnya wahyu pertama nabi Muhammad merupakan pertanda bahwa beliau sudah diangkat sebagai Nabi dan Rasul Allah. Setelah itu, Muhammad menerima wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril secara berkala selama 23 tahun (masa kenabian) hingga beliau wafat.

Tidak hanya ayat Al-Qur’an, Muhammad juga menerima wahyu berupa hadits-hadits qudsi.

5 Cara Allah Menurunkan Wahyu Kepada Nabi Muhammad SAW

Ketika menerima wahyu nabi Muhammad SAW mengalami beberapa kondisi yang berbeda-beda yang mana turunnya wahyu adalah peristiwa yang dahsyat. Rasulullah mengalami ‘hal yang tidak biasa’ hingga beliau menyatakan bahwa setiap kali menerima wahyu, maka dirinya selalu menyangka rohnya hendak dicabut.

wahyu pertama Nabi Muhammad

Merujuk buku Syakhshiyah Ar-Rasul (Muhammad Rawwas Qal’ah Ji, 2008), terdapat beberapa cara Allah dalam menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad, diantaranya:

1.       Wahyu Diturunkan Langsung oleh Allah

Allah SWT menurunkan Wahyu dengan cara berbicara langsung kepada beliau Nabi Muhammad SAW baik secara nyata ataupun melalui mimpi. Allah SWT menurunkan wahyu secara nyata pada saat terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj.

2.      Melalui Suara Lonceng

Cara yang pertama ini merupakan cara yang sangat berat. Mengapa demikian? Karena ketika Rasulullah mendapatkan wahyu dalam bentuk suara lonceng, beliau akan berkeringat meskipun saat musim dingin. Beliau juga akan merasa sesak nafas jikalau wahyu diturunkan melalui suara lonceng.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah bahwa Haris ibn Hisyam suatu kali bertanya kepada Nabi Muhammad, tentang bagaimana keadaan pada saat wahyu diterima oleh beliau? Lalu Nabi Muhammad menjawab:

أَحْيَانًا يَأْتِينِى مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ – وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَىَّ – فَيُفْصَمُ عَنِّى وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِىَ الْمَلَكُ رَجُلاً فَيُكَلِّمُنِى فَأَعِى مَا يَقُولُ

Artinya: “Dalam satu waktu, malaikat mendatangiku serupa suara lonceng. Itu adalah keadaan terberat bagiku. Hal itu lalu selesai dan aku telah memahami apa yang ia ungkapkan. Dan dalam satu waktu, malaikat mendatangiku serupa lelaki. Ia mengajakku bicara, lalu aku faham dengan apa yang ia katakan” (HR. Imam Bukhari).

3. Ditiupkan kedalam hati Nabi Muhammad SAW

Melalui cara ini Rasulullah merasa bahwa wahyu sudah berada di dalam hatinya. Hal ini dikarenakan Malaika Jibril sudah meniupkan Wahyu kedalam lubuk hati beliau. Hal ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Anis bin Malik yang berbunyi:

إنَّ رُوْحَ القُدْسِ نَفَثَ فِي رُوْعِي أَنَّهُ لَنْ تَمُوْتَ نَفْسٌ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا وَأَجَلُهَا

“Sesungguhnya malaikat jibril membisikkan dalam hatiku, sesungguhnya seseorang tidak akan mati sampai sempurna rizki dan ajalnya” (HR. Al-Hakim).

4. Malaikat Jibril Datang Menyerupai Bentuk Manusia

Rasulullah menerima wahyu melalui malaikat Jibril yang menyamar menjadi seorang manusia. Beliau akan langsung bercakap-cakap secara langsung. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa cara ini merupakan cara yang paling nyaman yang dirasakan oleh nabi.

Namun tidak hanya menyerupai manusia, ketika memberikan wahyu pertama nabi Muhammad, malaikat Jibril datang dengan wujud aslinya sehingga membuat beliau kaget dan menggigil setelahnya.

5. Disampaikan Pada Saat Nabi Sedang Tidur

Malaikat Jibril akan mendatangi nabi Muhammad SAW ketika sedang tidur. Salah satu ayat Al-Qur’an yang diturunkan tatkala Nabi sedang tidur yakni surah Al-Kautsar. Hal ini selaras dengan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Annas Bin Malik yakni :

قَالَ بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ بَيْنَ أَظْهُرِنَا إِذْ أَغْفَى إِغْفَاءَةً ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مُتَبَسِّمًا فَقُلْنَا مَا أَضْحَكَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « أُنْزِلَتْ عَلَىَّ آنِفًا سُورَةٌ ». فَقَرَأَ « بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ) »

“Anas berkata: suatu hari saat Rasulullah saw. berada di hadapan kami, beliau tertidur sebentar kemudian terjaga mengangkat kepala sembari tersenyum. Lalu kami bertanya: “Apa yang membuat anda tertawa, wahai Rasulullah?” Nabi menjawab: “Barusan sebuah surat diturunkan kepadaku”. Nabi kemudian membaca Surat Al-Kautsar” (HR. Imam at-tirmidzi).

Inilah penjelasan mengenai wahyu pertama nabi Muhammad SAW dan cara Allah menurunkan wahyu kepada beliau selama 23 tahun lamanya. Semoga bermanfaat:)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY